YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jun 2019, 0

Hot News

Deklarasi Perindo Sebagai Partai

Sunday, 08 February 2015 | View : 1079

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Umum DPP Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesudibyo mengatakan, Ormas Perindo akan berubah menjadi partai politik.

Hal tersebut berdasarkan keputusan Rapimnas yang dihadiri 21 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia. "Sesuai dengan keputusan Rapimnas, kami akan mengubah ormas Perindo menjadi partai politik pada waktunya nanti," beber Hary Tanoesudibyo  usai menggelar Rapimnas Perindo di Auditorium MNC Tower, Jalan Kebon Sirih  Jakarta Pusat,  Kamis (22/5/2014).

Pemilik MNC Group tersebut, Hary Tanoesoedibjo (HT) akan mendeklarasikan partai Persatuan Indonesia (Perindo) pada Sabtu (7/2/2015). Partai Perindo yang dipimpin oleh pengusaha media Hary Tanoesoedibjo direncanakan akan dideklarasikan, pada Sabtu (7/2/2015).

Para petinggi partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menghadiri deklarasi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 19.00 WIB nanti.

"KMP semua hadir, minus Pak Prabowo (Prabowo Subianto)," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo Ahmad Rofiq di Hall D, JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/2/2015).

Perindo juga mengundang mengundang petinggi partai politik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Rencananya, lanjut dia, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto pun akan datang. "Semua partai politik kita undang, Pak Wiranto akan hadir," katanya.

Rofiq berharap kehadiran Partai Perindo bisa membawa perjuangan masyarakat. "Masyarakat yang lebih sejahtera dengan spirit yang bisa ditangkap rakyat," kata Rofiq.

Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik dan Komunikasi Arya Sinulingga mengaku pada acara deklarasi besok, semua elite partai politik akan diundang. Baik para ketua umum partai politik yang berada di Koalisi Merah Putih (KMP) maupun yang ada di Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Semua diundang. Rencananya Pak Prabowo, Pak Ical dan Pak Hatta akan datang. Ketua Umum Hanura Pak Wiranto pun rencananya akan datang," ujar Arya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Dia pun menjelaskan bukan hanya DPP Partai Perindo yang dideklarasikan. "Tapi juga pengurus daerah, seluruh DPW yang ada di Indonesia," katanya.

Sebelum mendeklarasikan Partai Perindo, Hary Tanoe juga sudah mempunyai pengalaman dalam kepengurusan partai politik dan kompetisi politik.

Hary tercatat pernah bergabung dalam Partai NasDem besutan Surya Paloh dengan posisi terakhir sebagai Ketua Dewan Pakar dan juga pernah menjadi cawapres yang diusung Partai Hanura mendampingi Wiranto.

Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik dan Komunikasi, Arya Sinulingga, mengaku punya alasan khusus dan mendasar mengapa partainya dideklarasikan pada 2015 atau empat tahun sebelum Pemilu 2019.

"Kita tidak ingin seperti partai-partai baru sebelumnya, yang deklarasi dua atau tiga tahun menjelang pemilu. Kita ingin merubah kultur itu," uja Arya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Dengan mendeklarasikan Partai Perindo lebih awal, akan memberikan lebih banyak waktu kepada kader-kadernya untuk bekerja. Dan rakyat pun akan menilainya.

"Kita (Partai Perindo) mau kerja dulu sama rakyat. Partai yang benar kan kerja dan membuktikan dahulu ke rakyat," katanya.

Diketahui Partai Perindo ini diketuai oleh mantan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesodibjo. Partai NasDem yang merupakan partai baru yang mengikuti pemilu 2014 dideklarasikan tiga tahun sebelumnya pada 2011.

Sedangkan Partai Perindo sendiri adalah partai baru yang pertama lahir setelah pemilu 2014 atau empat tahun sebelum pemilu 2019.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua Umum DPP Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesudibyo menegaskan organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) dapat saja berubah menjadi partai politik. Namun, peralihan Perindo ke partai politik sangat tergantung dengan situasi Tanah Air.

"Bila keadaan 2014 sampai 2019 masih seperti sekarang, ada kemungkinan Perindo bisa jadi partai politik," kata Hary Tanoe seusai deklarasi Perindo di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2013).

Kondisi yang dimaksud pendiri Perindo ini: jika kondisi Tanah Air tetap marak dengan korupsi dan pendidikan yang memprihatinkan. "Jadi nanti jika di 2014, program-programnya (pemerintah) juga jelas, korupsi menurun, pendidikan juga bagus, saya rasa tidak ada gunanya Perindo jadi parpol, karena semuanya sudah bagus."

Tetapi, jika tidak ada perubahan, pemilik MNC Grup ini menegaskan dengan kendaraan partai, Perindo akan lebih leluasa melakukan perubahan. "Lebih kongkret, tidak hanya kegiatan sosial, tapi juga bisa menjadi bagian dari pengambil keputusan," kata dia.

Perindo dideklarasikan sebagai organisasi masyarakat berasaskan Pancasila. Beberapa pengurus partai ikut menjadi deklarator Perindo, seperti Ketua Dewan Pembinan Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, dan politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sarifuddin Sudding. Ikut juga sebagai deklarator, Romli Atmasasmita serta dua artis, Andre Hehanusa dan Katon Bagaskara.

Hary Tanoe yang menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Hanura berujar: karena Perindo adalah ormas, dia akan bekerja sama dengan semua elemen dan partai, termasuk Hanura. "Tapi (Perindo) bukan eksklusif, bisa saja kami bekerja sama dengan partai lain."

Hary menjelaskan, ada dua pilihan yang ditawarkan untuk mengubah Perindo menjadi partai politik.   "Ada dua opsi terkait transformasi ini. Pertama mengubah ormas menjadi partai politik dan yang kedua ormas tetap jalan, lalu membuat partai politik," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia telah membentuk tim yang akan membahas kedua pilihan dan merumuskan format apa yang tepat untuk merubah Perindo menjadi partai.

"Untuk itu, kami akan membentuk tim kecil yang terdiri atas beberapa pengurus perindo. Tim kecil itu akan merumuskan format dan keperluan lainnya. Jadi, yang jelas memang akan bentuk partai politik, tetapi apakah itu transformasi dari ormas atau membentuk baru ini nanti tim kecil yang akan bekerja," tutup Hary Tanoesudibyo.

See Also

Dapil I DKI Jakarta Dikuasai Petahana
Raih Suara Terbanyak Dapil III DKI Jakarta, Grace Natalie Tetap Gagal Ke Senayan
Dirtipidkor Bareskrim Brigjen Pol Erwanto Kurniadi Wafat
KPU Ingatkan Debat Capres Bukan Reality Show
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.991.893 Since: 07.04.14 | 0.5661 sec