YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Internasional

Anwar Ibrahim Divonis Bersalah

Wednesday, 11 February 2015 | View : 690

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Mahkamah tertinggi Malaysia, Selasa (10/2/2015), memutuskan Datuk Seri Anwar bin Ibrahim atau lebih dikenal dengan nama Anwar Ibrahim, pemimpin kelompok oposisi, bersalah dalam kasus sodomi.

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim divonis bersalah atas kasus sodomi terhadap bekas asistennya Mohd Saiful Bukhari Azlan.

Pengadilan federal memperkuat putusan pengadilan banding pada Maret tahun lalu yang menetapkan pria 67 tahun itu bersalah melakukan sodomi terhadap bekas anak buahnya.

Persidangan yang digelar Pengadilan Federal, Selasa (10/2/2015), menguatkan sidang banding yang diputuskan pada 7 Maret 2014 terhadap pemimpin oposisi di Malaysia ini.

Dengan putusan tersebut, Anwar Ibrahim terancam hukuman penjara 5 tahun. “Ada sejumlah bukti meyakinkan yang menunjukkan bahwa Anwar benar-benar melakukan sodomi,” kata Hakim Arifin Zakat saat membacakan putusan.

Hakim MA Arifin Zakaria mengatakan Pengadilan Federal tidak menerima banding Anwar Ibrahim atas vonis yang telah dijatuhkan pada Maret tahun lalu di mana mantan wakil Perdana Menteri Malaysia itu dinyatakan bersalah atas kasus sodomi terhadap bekas asisten laki-lakinya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan.

Dalam pembacaan vonis, Hakim MA Arifin Zakaria mengatakan pengadilan setuju dengan tuntutan bahwa Mohamad Saiful Bukhari Azlan, yang menuduh Anwar Ibrahim menyodominya, adalah "orang yang bisa diandalkan dan jujur".

"Tidak bisa diragukan lagi bahwa (Saiful) disodomi oleh pengaju banding. Jadi banding ditolak."

"Apa yang baru?" jawab Anwar Ibrahim menanggapi vonis tersebut saat memeluk para pemimpin kelompok oposisi Pakatan Rakyat sebelum berbicara dengan tim pengacaranya.

Anwar Ibrahim diadukan oleh anak buahnya pada 2008 dengan tuduhan sodomi. Ia sempat dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Tinggi Malaysia pada 2012 karena kekurangan bukti.

Anwar Ibrahim (67) divonis hukuman lima tahun penjara pada Maret tahun lalu oleh Pengadilan Banding karena melakukan sodomi terhadap mantan asistennya Mohd Saiful Bukhari (30) di Kondominium Desa Damansara, Bukit Damansara, pada 26 Juni 2008.

Dalam putusan vonis setebal 85 halaman, Pengadilan Banding membalikkan vonis bebas yang sebelumnya diputuskan oleh Pengadilan Tinggi.

Anwar Ibrahim kemudian mengajukan 35 dasar bukti dalam pengajuan bandingnya kembali untuk meminta Pengadilan Federal menghapus vonis Pengadilan Banding tersebut.

Adapun Anwar Ibrahim ditemani oleh istri dan anak-anaknya saat mendengar putusan itu.

Pengacara Anwar Ibrahim, Datuk Seri Gopal Sri Ram, meminta sidang ditunda 30 menit untuk berkonsultasi dengan kliennya terkait putusan sidang.

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dia tidak akan menyerah walau Mahkamah Agung (MA) menolak banding yang diajukannya dan malah menguatkan vonis Pengadilan Banding yang menjeratnya hukuman lima tahun penjara.

"Saya tidak akan diam. Saya akan terus berjuang bagi kebebasan dan keadilan. Saya tidak akan pernah menyerah," katanya setelah vonis dibacakan Majelis Hakim, Selasa (10/2/2015).

Anwar Ibrahim tetap meneruskan omelannya bahkan setelah majelis hakim meninggalkan ruangan dan menunda persidangan.

"Kalian menjadi mitra kejahatan dalam pembunuhan integritas persidangan. Kalian memilih sisi gelap," katanya saat diberikan kesempatan menanggapi vonis dan kemudian Hakim Ketua memintanya untuk berhenti berbicara.

Pernyataan Anwar Ibrahim itu kemudian langsung disambut oleh pendukungnya yang berteriak, "Allahuakbar (Allah Maha Besar)."

“Saya tidak bersalah,” kata Anwar Ibrahim sebelum sidang dimulai.

Selain itu, karier politik Anwar Ibrahim di Malaysia juga berakhir dengan kontroversi. Vonis lima tahun yang diperkuat Pengadilan Federal tentu akan mengancam karier politik pria berusia 68 tahun ini karena dia tidak bisa maju dalam pemilu berikutnya selama menjalani hukuman lima tahun penjara. Ia tidak akan bisa mengikuti pemilihan umum yang rencananya digelar pada 2018 mendatang.

Ratusan pendukung Anwar Ibrahim yang telah menunggu di luar gedung Mahkamah di Kuala Lumpur tampak mengibarkan bendera partai oposisi dan berteriak: ”Turunkan Barisan Nasional!”

Kelompok Human Rights Watch menyebutkan kasus ini dimotivasi oleh masalah politik.

Anwar Ibrahim mengklaim bahwa tuduhan sodomi yang menjeratnya adalah sebuah konspirasi yang melibatkan para petinggi pemerintahan, termasuk Perdana Menteri Najib Razak, yang telah membantah melakukan intervensi.

Pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak menolak pihaknya disebut turut campur dalam kasus ini. “Malaysia memiliki sistem yudikasi yang independen. Apalagi kasus ini diajukan oleh anak buah Anwar Ibrahim sendiri, bukan oleh pemerintah,” demikian pernyataan resmi pemerintah Malaysia.

Lewat pernyataannya, pemerintah Malaysia mengatakan, "Hakim telah memutuskan vonis setelah mempertimbangkan seluruh bukti secara seimbang dan objektif. Malaysia memiliki pengadilan yang independen, dan telah banyak vonis diberikan terhadap tokoh senior pemerintah."

"Laporan polisi terhadap Anwar Ibrahim diajukan oleh seorang individu pegawai dan asisten pribadi Anwar bukan pemerintah. Sebagai korban pelecehan seksual serius, dia memiliki hak agar kasusnya diproses di pengadilan."

Pemerintah mengatakan kasus ini telah digelar secara lengkap dan komprehensif selama bertahun-tahun. "Prosesnya kini komplet, dan kami meminta seluruh pihak menghormati proses dan vonis hukum."

Anwar Ibrahim merupakan salah satu tokoh UMO pada pertengahan 1990-an. Ia dijungkalkan pada 1998 dengan tuduhan korupsi karena dianggap akan melengserkan mentornya, Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Sejak itu, bekas wakil Perdana Menteri ini terlibat sejumlah kasus hukum, baik atas tuduhan korupsi maupun sodomi. Dalam hukum Malaysia yang berdasar Islam, sodomi merupakan kejahatan. (reuters/bbc)

See Also

Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.672 Since: 07.04.14 | 0.6121 sec