YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Nusantara

Komisioner Kompolnas Tidak Kompak

Thursday, 12 February 2015 | View : 996

siarjustisia.com-JAKARTA.

Para Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ternyata memiliki sikap yang berbeda terkait usulan calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri).

Bila, Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman pada Selasa (10/2/2015) lalu menyebut bahwa calon Kapolri bertambah dua orang, namun Rabu (11/2/2015) kemarin, Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan justru membantahnya.

Menurut Edi Hasibuan, hingga saat ini belum ada penambahan jumlah calon Kapolri. Sebab, sebenarnya penambahan usulan Calon Kapolri itu harus mendapatkan istruksi dari Presiden Jokowi.

"Mekanismenya, presiden minta ada calon lain. Baru kemudian, Kompolnas mencari dan mengusulkan kembali. Namun, sekarang itu belum ada instruksi tersebut dari presiden," jelasnya Rabu (11/2/2015) kemarin.

Dengan begitu, sebenarnya yang paling penting adalah keputusan pelantikan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. Alangkah baik, bila Presiden secepatnya memberikan keputusan untuk masalah tersebut. "Butuh kepastian siapa Kapolrinya atau malah justru apa membutuhkan usulan lagi," cetus Edi Hasibuan.

Kondisi mengambang seperti ini, sebenarnya disadari atau tidak tetap Polri yang menjadi korban. Polri menjadi obyek tarik menarik kepentingan politik dari semuanya, baik Presiden Jokowi, petinggi Polri hingga KPK.

"Kalau Presiden Jokowi terus menunggu, masalah KPK-Polri akan terus bertambah tingkat kerumitannya," tukas Edi Hasibuan.

Buktinya, laporan terhadap pimpinan KPK, penyidik dan semua pegawai Komisi Anti Rasuah tersebut terus mengalir, kendati proses praperadilan sedang berjalan. Posisi menunggu Presiden juga tidak membuat konflik mereda.

"Dengan demikian, diharapkan Presiden Jokowi tidak bisa lagi menggantungkan pada praperadilan yang masih berlangsung," terang Edi Hasibuan.

Dikabarkan, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M. Nasser, mengatakan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Budi Waseso belum pantas menjadi kandidat calon Kepala Polri (Kapolri). Namun, M. Nasser enggan menyebutkan alasannya.

"Kalau saya pribadi, sih, dia itu belum pantas," tegas M. Nasser di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/2/2015).

Namun, nama Komjen Pol. Budi Waseso tetap masuk daftar calon Kepala Polri (Kapolri) yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selasa (10/2/2015) sore, Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi memanggil para anggota Kompolnas ke Istana. Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Tedjo Edhy Purdijatno bersama Komisioner Kompolnas menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/2/2015) sore ini. Kompolnas ke Istana karena dipanggil Presiden Jokowi yang baru pulang dari lawatannya di luar negeri. Saat tiba di Istana, Tedjo Edhy Purdijatno dan anggota Kompolnas terlihat memegang beberapa amplop berwarna hijau bertuliskan Kompolnas. Di dalam amplop ini berisi biodata calon Kapolri.

Komisioner Kompolnas M. Nasser mengatakan lembaganya membawa enam nama calon Kepala Polri untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama calon Kapolri itu sebagai pengganti Kepala Lembaga Pendidikan Polisi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Budi Gunawan, yang hampir pasti batal dilantik jadi Kapolri.

Namun, sambung M. Nasser, Presiden Jokowi belum meminta nama baru untuk diusulkan menjadi pengganti Komjen Pol. Budi Gunawan. "Ini sebenarnya kami menunggu Pak Jokowi minta nama ke kami, kalau kami sih sudah bawa nama-nama itu," ungkap M. Nasser di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/2/2015).

Menurut anggota Kompolnas lainnya, Syafriadi Cut Ali, ada enam nama yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sekretaris Kompolnas Syafriadi Cut Ali mengatakan ada enam nama calon Kapolri yang akan diserahkan ke Jokowi. Dua nama di antaranya merupakan calon Kapolri yang namanya muncul belakangan yaitu mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar. Dua nama baru yang masuk, menurut Syafriadi Cut Ali, adalah mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Suhardi Alius dan Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi (Komjen. Pol.) Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H.

Komjen Pol. Suhardi Alius dan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Anang Iskandar kembali masuk bursa calon Kepala Kepolisian (Kapolri). Komjen Pol. Suhardi Alius kini menjabat Sestama di Lemhanas dan Komjen Pol. Anang Iskandar menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). "Karena berdasarkan kelayakan, kedua nama itu kami anggap layak untuk masuk," kata Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional Syafriadi Cut Ali di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Dua nama itu sebelumnya terlempar dari bursa Kapolri untuk pengajuan baru seandainya Komjen Pol. Budi Gunawan benar-benar tak dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kabar bahwa Presiden Jokowi tak akan melantik Komjen Pol. Budi Gunawan disampaikan Buya Syafii Maarif, Ketua Tim 9. Guna mengantisipasi bila Presiden Jokowi meminta nama baru, Kompolnas memproses sejumlah nama dan mendapatkan empat nama.

Empat nama sebelumnya itu adalah Komjen Pol. Dwi Priyatno, Komjen Pol. Budi Waseso, Komjen Pol. Badrodin Haiti, dan Komjen Pol. Putut Eko Bayuseno.

Namun demikian, lanjut Syafriadi Cut Ali, keenam nama tersebut belum diserahkan kepada presiden. Mereka hanya berjaga-jaga bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta nama baru.

Ada empat nama yang tengah digodok sebagai calon Kapolri. Keempat calon Kapolri lainnya yakni Kepala Bareskrim Komjen Pol. Budi Waseso, Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol. Dwi Prayitno, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Pol. Putut Bayu Seno, dan Wakil Kapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti.

Keempat nama ini merupakan hasil rapat Kompolnas, Kamis (5/2/2015) pekan lalu.

Empat nama ini rencananya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika pencalonan Komjen Pol. Budi Gunawan dibatalkan. Namun bisa saja empat nama tersebut tidak diajukan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih rekomendasi sebelumnya yang berisi delapan nama.

Seperti diketahui, apakah Komjen Pol. Budi Gunawan dilantik atau tidak belumlah final. Kabar Presiden Jokowi tak jadi melantik tidak keluar dari mulut Presiden Jokowi sendiri. Pernyataan resmi Presiden Jokowi terakhir adalah menunggu hasil praperadilan Komjen Pol. Budi Gunawan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkannya sebagai tersangka.

See Also

Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
Apel Akbar HUT Ke-73 Dan Peringatan Hari Pramuka Ke-57 Kwartir Cabang Demak Digelar
Danramil 09/Karangtengah Sebagai Pembina Upacara Pembukaan Jambore
Danramil 11/Sayung Berikan Materi Wasbang Dan Bela Negara Kepada Anggota Banser
Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.615.784 Since: 07.04.14 | 0.611 sec