YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Hukum

Kasus Hambalang, Faktur Fiktif Rp 43 Miliar

Monday, 09 February 2015 | View : 1167

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/2/2015), kembali menggelar sidang dugaan korupsi terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang dengan terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Direktur PT. Dutasari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso.

Dalam sidang terungkap, Machfud Suroso diduga menggunakan uang senilai Rp 43 miliar melalui PT. Dutasari Citra Laras.

PT. Dutasari Citra Laras merupakan perusahaan subkontraktor yang ditunjuk PT. Adhi Karya untuk pekerjaan mekanikal elektrikal (ME) dalam proyek tersebut. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi, antara lain pegawai PT. Indometal, Gabriella, Direktur PT. Triputra Multi Graha Pertiwi Suryadi Danajaya, dan mantan sopir pribadi Machfud, Yanto.

Pegawai keuangan PT. Indometal, Gabriella mengaku telah membuat faktur pembelian palsu senilai Rp 43 miliar atas pesanan PT. Dutasari Citra Laras pimpinan Mahfud Suroso. Gabriella mengatakan, ia pernah mengeluarkan faktur pembelian dan faktur pajak fiktif kepada PT. Dutasari Citra Laras (DCL) senilai Rp 43 miliar.

Kesaksian tersebut mencuat dalam sidang pemeriksaan untuk Mahfud Suroso sebagai terdakwa korupsi Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, pada Senin (9/2/2015).

"Pernah ada permintaan faktur pembelian dan faktur pajak dari PT. Dutasari Citra Laras. Yang meminta Yahya (makelar auditor)," ungkap Gabriella ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/2/2015). Namun, Gabriella menegaskan pembelian dari PT. Dutasari Citra Laras ke PT. Indometal tak pernah terjadi.

Gabriella membuatkan faktur fiktif PT. Dutasari Citra Laras pembelian barang senilai Rp 39 miliar. Dalam faktur pembelian fiktif, tercatat PT. Dutasari Citra Laras membeli pipa hollow dengan beragam ukuran senilai Rp 39 miliar.

Dalam faktur pajak, Gabriel mengaku mencatut nama PT. Dutasari Citra Laras (DCL) atas transaksi perorangan lain. Adapun Rp 3,9 miliar lagi berasal dari faktur pajak fiktif yang mencatut nama PT. Dutasari Citra Laras atas transaksi perorangan lain. "Orang lain yang membeli karena mereka tidak memerlukan faktur pajak, saya ganti namanya jadi PT. DCL. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dari pembelian, yakni Rp 3,9 miliar," kata Gabriella. Sehingga, total faktur fiktif mencapai Rp 43 miliar.

Sementara itu, Gabriel mengaku mendapatkan upah dari manipulasi faktur yang dilakukannya. Untuk mengeluarkan faktur fiktif tersebut, Gabriella mengaku mendapatkan imbalan sebesar Rp 62,5 juta. Gabriella telah menyerahkan uang tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah mengetahui kasus faktur fiktif itu diperiksa KPK. "Saya khilaf, saya yang buat dan saya yang memutuskan sendiri. Saya dapat Rp 62,5 juta. Tapi sudah saya kembalikan ke KPK," ucapnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan perhitungan harga wajar, nilai kontrak untuk pekerjaan ME adalah Rp 245 miliar. Namun, karena ada beban komisi sebesar 18 persen yang diminta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusnidar, nilai kontrak digelembungkan Rp 50 miliar lagi menjadi Rp 295 miliar.

Menanggapi kesaksian tersebut, Mahfud Suroso menyangkalnya. Terkait faktur fiktif tersebut, Machfud Suroso membantahnya. Dia mengaku memang pernah belanja ke PT. Indometal dan membayarnya dengan cek senilai Rp 21 miliar. "Saya membayar pajak PPN sejumlah uang dari pembelian batang. Selama ini PPN tidak ada masalah. Saya mengeluarkan cek Rp 21 miliar benar dan sudah diaudit akuntan publik," ucap Mahfud Suroso di akhir sidang.

Mahfud Suroso juga mengaku ada pembayaran PT. Dutasari Citra Laras (DCL) Rp 25 miliar yang ternyata tidak sampai ke PT. Indometal. "Tali pengeluaran PT. DCL itu ada. Roni Wijaya (Direktur Operasional PT. DCL) bilang ada faktur pembelian fiktif Rp 15 miliar tapi PT. DCL mengeluarkan Rp 21 miliar," kata Mahfud Suroso.

Saat Machfud Suroso membela diri, Hakim Ketua Sinung Hermawan yang memimpin persidangan langsung mencecarnya. ”Roni Wijaya saja sudah mengakui adanya belanja fiktif,” tukas Hakim Sinung Hermawan. Roni Wijaya merupakan Direktur Operasional PT. Dutasari Citra Laras.

Mengakomodir pernyataan Mahfud Suroso, Hakim Sinung Hermawan mempersilakannya untuk mengajukan barang bukti. "Kalu mau dijadikan bukti silakan saja, diperinci. Meski auditor saudara (Irfan), kan, juga sudah bilang itu pesanan dan kenyataan tidak seperti itu," ucap Hakim Ketua Sinung Hermawan dalam sidang. (kom/jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.829 Since: 07.04.14 | 0.5878 sec