YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Kasus Hambalang, Faktur Fiktif Rp 43 Miliar

Monday, 09 February 2015 | View : 1139

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/2/2015), kembali menggelar sidang dugaan korupsi terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang dengan terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Direktur PT. Dutasari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso.

Dalam sidang terungkap, Machfud Suroso diduga menggunakan uang senilai Rp 43 miliar melalui PT. Dutasari Citra Laras.

PT. Dutasari Citra Laras merupakan perusahaan subkontraktor yang ditunjuk PT. Adhi Karya untuk pekerjaan mekanikal elektrikal (ME) dalam proyek tersebut. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi, antara lain pegawai PT. Indometal, Gabriella, Direktur PT. Triputra Multi Graha Pertiwi Suryadi Danajaya, dan mantan sopir pribadi Machfud, Yanto.

Pegawai keuangan PT. Indometal, Gabriella mengaku telah membuat faktur pembelian palsu senilai Rp 43 miliar atas pesanan PT. Dutasari Citra Laras pimpinan Mahfud Suroso. Gabriella mengatakan, ia pernah mengeluarkan faktur pembelian dan faktur pajak fiktif kepada PT. Dutasari Citra Laras (DCL) senilai Rp 43 miliar.

Kesaksian tersebut mencuat dalam sidang pemeriksaan untuk Mahfud Suroso sebagai terdakwa korupsi Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, pada Senin (9/2/2015).

"Pernah ada permintaan faktur pembelian dan faktur pajak dari PT. Dutasari Citra Laras. Yang meminta Yahya (makelar auditor)," ungkap Gabriella ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/2/2015). Namun, Gabriella menegaskan pembelian dari PT. Dutasari Citra Laras ke PT. Indometal tak pernah terjadi.

Gabriella membuatkan faktur fiktif PT. Dutasari Citra Laras pembelian barang senilai Rp 39 miliar. Dalam faktur pembelian fiktif, tercatat PT. Dutasari Citra Laras membeli pipa hollow dengan beragam ukuran senilai Rp 39 miliar.

Dalam faktur pajak, Gabriel mengaku mencatut nama PT. Dutasari Citra Laras (DCL) atas transaksi perorangan lain. Adapun Rp 3,9 miliar lagi berasal dari faktur pajak fiktif yang mencatut nama PT. Dutasari Citra Laras atas transaksi perorangan lain. "Orang lain yang membeli karena mereka tidak memerlukan faktur pajak, saya ganti namanya jadi PT. DCL. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dari pembelian, yakni Rp 3,9 miliar," kata Gabriella. Sehingga, total faktur fiktif mencapai Rp 43 miliar.

Sementara itu, Gabriel mengaku mendapatkan upah dari manipulasi faktur yang dilakukannya. Untuk mengeluarkan faktur fiktif tersebut, Gabriella mengaku mendapatkan imbalan sebesar Rp 62,5 juta. Gabriella telah menyerahkan uang tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah mengetahui kasus faktur fiktif itu diperiksa KPK. "Saya khilaf, saya yang buat dan saya yang memutuskan sendiri. Saya dapat Rp 62,5 juta. Tapi sudah saya kembalikan ke KPK," ucapnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan perhitungan harga wajar, nilai kontrak untuk pekerjaan ME adalah Rp 245 miliar. Namun, karena ada beban komisi sebesar 18 persen yang diminta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusnidar, nilai kontrak digelembungkan Rp 50 miliar lagi menjadi Rp 295 miliar.

Menanggapi kesaksian tersebut, Mahfud Suroso menyangkalnya. Terkait faktur fiktif tersebut, Machfud Suroso membantahnya. Dia mengaku memang pernah belanja ke PT. Indometal dan membayarnya dengan cek senilai Rp 21 miliar. "Saya membayar pajak PPN sejumlah uang dari pembelian batang. Selama ini PPN tidak ada masalah. Saya mengeluarkan cek Rp 21 miliar benar dan sudah diaudit akuntan publik," ucap Mahfud Suroso di akhir sidang.

Mahfud Suroso juga mengaku ada pembayaran PT. Dutasari Citra Laras (DCL) Rp 25 miliar yang ternyata tidak sampai ke PT. Indometal. "Tali pengeluaran PT. DCL itu ada. Roni Wijaya (Direktur Operasional PT. DCL) bilang ada faktur pembelian fiktif Rp 15 miliar tapi PT. DCL mengeluarkan Rp 21 miliar," kata Mahfud Suroso.

Saat Machfud Suroso membela diri, Hakim Ketua Sinung Hermawan yang memimpin persidangan langsung mencecarnya. ”Roni Wijaya saja sudah mengakui adanya belanja fiktif,” tukas Hakim Sinung Hermawan. Roni Wijaya merupakan Direktur Operasional PT. Dutasari Citra Laras.

Mengakomodir pernyataan Mahfud Suroso, Hakim Sinung Hermawan mempersilakannya untuk mengajukan barang bukti. "Kalu mau dijadikan bukti silakan saja, diperinci. Meski auditor saudara (Irfan), kan, juga sudah bilang itu pesanan dan kenyataan tidak seperti itu," ucap Hakim Ketua Sinung Hermawan dalam sidang. (kom/jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.884 Since: 07.04.14 | 0.6203 sec