YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2018, 0

Hukum

Kasus Hambalang, Suryadi Diperiksa Terkait Pembelian 15 Apartemen Dan 1 Kios

Monday, 09 February 2015 | View : 737

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Mahfud Suroso tampak berjalan keluar gedung usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015).

Suryadi diperiksa terkait pembelian 15 unit apartemen dan 1 kios di Grand Center Point Bekasi oleh Machfud Suroso pada 2011. Suryadi telah menyerahkan uang pembelian dari Machfud Suroso kepada KPK.

Pada sidang sebelumnya, Direktur Utama PT. Anugrah Indocoal Pratama, Heribertus Eddy Susanto mengaku ada faktur pembelian palsu yang dibuat oleh terdakwa kasus korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang Mahfud Suroso.

"Saya diminta tolong istilahnya merekayasa untuk dibikin seolah-olah ada transaksi batu bara dengan perusahaan saya. Pembayaran sekitar Rp 21 miliar," beber Heribertus Eddy Susanto saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Sebagai timbal balik, Heribertus Eddy Susanto dijanjikan pembelian rumah miliknya oleh Mahfud Suroso. "Pak Mahfud mau beli rumah saya yang saya jual. Saya dapat imbalan juga Rp 5 juta," katanya.

Ihwal faktur pembelian palsu, makelar auditor Yahya Novianto menyebutkan laporan dari faktur pembelian palsu digunakan untuk mangkir dari pembayaran pajak. "Saya disuruh mencari auditor oleh Pak Roni Wijaya, diminta cari faktur pembelian palsu. Saya dapat imbalan Rp 125 juta," urai Yahya Novianto saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Roni Wijaya diduga bersekongkol dengan Mahfud Suroso. Roni Wijaya merupakan Direktur Operasional PT. Dutasari Citra Laras.

Senada dengan kesaksian Yahya Novianto, auditor Irfan Nur Andri mengaku menemukan adanya keuntungan senilai Rp 28 miliar. Temuan tersebut setelah diketahui adanya faktur pembelian palsu.

Merujuk berkas dakwaan, Mahfud Suroso selaku Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras (PT. DCL) didakwa memanipulasi laporan keuangan proyek Hambalang pada tahun 2012. Dalam proyek Hambalang, perusahaan tersebut merupakan subkontraktor yang menggarap Mekanikal Elektrik (ME).

Dalam proyek ini, negara merugi sebanyak Rp 465 miliar. Dari total angka tersebut, duit panas senilai Rp 46,5 miliar dikantongi Mahfud Suroso. Sementara sisanya, diterima oleh sejumlah pihak.

Atas tindak pidana tersebut, Mahfud Suroso diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.449.411 Since: 07.04.14 | 0.6446 sec