YouTube Facebook Twitter RSS
16 Nov 2018, 0

Nusantara

Wiranto Kembali Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum Partai Hanura

Friday, 13 February 2015 | View : 902
Tags : Hanura, Wiranto

siarjustisia.com-SOLO.

Munas II Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan dibuka malam ini. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menggelar Munas II di Solo pada 13-15 Februari 2015. Munas II Partai Hanura akan digelar di Hotel Lor In Solo dan Hotel Syariah Solo, Jawa Tengah, 13-15 Februari 2015.

Agenda utama Munas adalah pemilihan Ketua Umum (Ketum). Kursi Ketum hampir pasti akan kembali diduduki oleh Wiranto.

Ketua Umum DPP Perhimpunan Kebangsaan (PK) Yus Usman Sumanegara mengemukakan sudah hampir pasti, Ketum Hanura periode 2015-2020 adalah mantan Panglima TNI periode 1998-1999, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, S.H.

Wiranto dipastikan akan menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua Umum Partai Hanura periode 2015-2020. Secara tak langsung, maka kemungkinan Wiranto akan terpilih secara aklamasi dalam Munas II Partai Hanura yang digelar mulai 13-15 Februari di Solo, Jawa Tengah. "Sabtu (14/2/2015) besok, tinggal pengkuhan kembali Wiranto untuk jabatan lima tahun mendatang. Tidak ada pemilihan karena Wiranto dipilih secara aklamasi," kata Yus Usman Sumanegara saat dihubungi awak media, Jumat (13/2/2015) malam.

Yus Usman Sumanegara yakin Wiranto yang pernah kembali terpilih untuk masa jabatan yang kedua periode 2010-2015, tidak akan menolak karena permintaan itu datang dari semua kader. Menurutnya, figur Wiranto memang masih dibutuhkan partai karena dia adalah tokoh yang bisa menyatukan dan menjaga soliditas kader partai untuk lima tahun mendatang.

Di sisi lain, tantangan partai politik (parpol) untuk lima ke depan sangat kompleks dan berat. Untuk menghadapi tantangan seperti itu, perlu tokoh yang kuat dan berpengalaman dalam memimpin partai.

"Karena calon tunggal maka tidak perlu pemilihan, cukup dilakukan aklamasi," tutur mantan Sekjen Hanura ini.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Meko Polhukam) RI ke-6 dengan masa jabatan 26 Oktober 1999 hingga 15 Februari 2000, Wiranto tak tergoyahkan untuk kembali memimpin Partai Hanura.

Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-20 dengan masa jabatan 14 Maret 1998-26 Oktober 1999, Jenderal (Purn) Wiranto yang mendirikan partai itu pada 2006 akan dipilih secara aklamasi untuk kembali menduduki jabatan Ketua Umum.

Terkait aklamasi tersebut, kader Hanura setuju jika Wiranto terpilih kembali memimpin Partai Hanura. Pasalnya, mereka melihat sosok Wiranto yang tegas masih sangat dibutuhkan dalam membangun Partai Hanura yang masih terbilang baru dalam meniti prestasi di dunia politik.

"Secara pribadi, saya masih ke Pak Wiranto (Ketum Hanura mendatang). Sosok Pak Wiranto masih diperlukan di Hanura. Pribadi saya kenal karena lembut, dan bersahaja," kata Perempuan Hanura Kalbar Patmi kepada wartawan di Gedung Diamond Converention Center, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2015).

Semua peserta Munas sudah sepakat untuk kembali memilih politikus Indonesia dan tokoh militer Indonesia, yang juga mantan Ketua Umum Partai Hanura pada periode 2006-2010, Wiranto sebagai Ketum.

Kader lainnya, Yordan Yornia, anggota DPC Partai Hanura Lampung Tengah pun beranggapan sama. Ia menilai tidak ada lagi sosok selain Wiranto yang mampu memimpin Partai Hanura. Ia meyakini bahwa Wiranto masih sangat dibutuhkan oleh Hanura.

"Kalau ada yang bisa melebih beliau dan mampu mempersatukan Hanura kenapa tidak. Kalau ada tokoh lain. Tapi, sampai saat ini belum ada yang bisa membimbing Hanura seperti Pak Wiranto," pungkas dia.

Menurutnya, Wiranto merupakan sosok pemimpin yang tegas, jujur, sangat berwibawa dan berjiwa besar. Jika menghadapi suatu masalah, Yordan Yornia menilai Wiranto dapat memberikan keputusan yang bijak. Hal itulah yang dikagumi kebanyakan kader Partai Hanura terhadap Wiranto.

Sejumlah pengurus teras partai itu telah mengonfirmasi kepastian pemilihan Wiranto secara aklamasi tersebut.

Partai itu belum punya figur pemersatu selain Wiranto. Ketua DPP Partai Hanura, Syarifuddin Sudding, mengatakan bahwa di Hanura belum ada figur pemersatu selain Wiranto.

Menurutnya, meski banyak kader muda potensial yang pantas menjadi Ketum, akan tetapi kalau dipaksakan rawan memicu perpecahan internal partai.

"Ketika mau dipaksakan, saya khawatir partai ini akan terjadi konflik. Itu yang tidak kami inginkan. Kami ingin partai ini hanya tinggal nama," kata Syarifuffin Sudding.

Ketua DPP Hanura Saleh Husin mengatakan seluruh elemen di Hanura sudah sepakat Wiranto akan kembali duduk sebagai ketum. Mantan Panglima ABRI itu masih menjadi simbol perekat Hanura, dan perannya belum tergantikan.

"Beliau daya perekat buat partai. Tentu kami sebagai kader partai akan mendukung guna keterpilihan beliau," tukas Menteri Perindustrian ini, Saleh Husin.

Hal senada diungkapkan Ketua DPP Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Menurut politisi yang akrab disapa Nuning itu, pemilihan Wiranto sebagai Ketua Umum akan dilakukan secara aklamasi.

Menurut Nuning, isu yang hangat dibicarakan di kalangan internal adalah siapa yang akan menjadi Sekjen mendampingi Wiranto. Pertarungan di Munas II Solo kali ini adalah memperebutkan kursi Sekjen.

Kata Nuning, ada dua nama yang beredar saat ini, yaitu Dossy Iskandar dan Miryam S. Harini. Dossy Iskandar adalah Sekjen saat ini. Sementara Miryam S. Harini yang kini menjabat Ketum Srikandi Hanura itu diusung kalangan perempuan untuk mendapatkan peran di partai yang lebih besar.

"Mungkin yang akan ramai adalah siapa yang akan menjadi Sekjen mendampingi Pak Wiranto 5 tahun ke depan," tambah Ketua DPP Hanura Saleh Husin kepada wartawan, Jumat (13/2/2015).

"Selamat bermunas dengan selalu mengedepankan hati nurani," tutup Saleh Husin.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.960.103 Since: 07.04.14 | 0.6491 sec