YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Pemerintah Australia Mengancam Akan Memboikot Indonesia

siarjustisia.com-CANBERRA.

Hubungan diplomatik antar 2 negara, Indonesia dan Australia memanas. Dalam beberapa minggu terakhir, perkembangan mengenai kasus Andrew Chan dan Myuran Sukumaran banyak menghiasi media Australia terutama berkenaan dengan kemungkinan duo Bali Nine tersebut akan dieksekusi.

Situasi di Australia, Jumat (13/2/2015) ini memang disibukkan dengan segala macam upaya Pemerintah Negeri Kanguru tersebut menunda hingga menggagalkan eksekusi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga mereka yang masuk dalam gang Bali Nine, terpidana mati kasus narkoba.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Isabel Bishop menggambarkan hubungan dua negara tetangga ini menjadi tegang menyusul Pemerintah Indonesia kembali menegaskan tidak memberikan ampunan sedikit pun terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

"Rakyat Australia bisa memboikot Indonesia jika Pemerintah Indonesia tetap mengeksekusi dua terpidana mati kasus penyelundupan narkoba," cetus Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop, Jumat (13/2/2015).

Jelang eksekusi mati dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia, Pemerintah Negeri Kanguru mengeluarkan imbauan kepada warganya agar tidak usah lagi liburan ke Indonesia. "Saya pikir orang-orang (warga) Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka dalam aksi (eksekusi) ini. Termasuk dengan membuat keputusan tentang di mana mereka ingin liburan," tukas Julie Bishop.

Sehingga, sambung Julie Bishop, jika dua terpidana mati tersebut tetap menghadapi eksekusi, insiden itu bisa mempengaruhi suasana kebatinan warga Australia yang bisa berimbas terhadap sektor pariwisata Indonesia. "Saya pikir warga Australia akan menunjukkan penolakan yang dalam terhadap aksi (eksekusi) ini, termasuk mengambil keputusan soal destinasi liburan mereka."

Hal itu dia katakan karena Pulau Bali telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi utama liburan warga Australia.

Komentar Julie Bishop ini memberi sinyal bahwa Pemerintah Australia sudah terkesan frustrasi untuk menyelamatkan dua Bali Nine itu. Sebelumnya, parlemen di Australia juga menggodok segala macam upaya untuk menyelamatkan dua warganya tersebut.

Politisi Partai Liberal tersebut, Julie Bishop, yang memperjuangkan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di parlemen, Kamis (12/2/2015), mengatakan situasi semakin memanas karena otoritas Indonesia berencana mentransfer kedua terpidana itu ke penjara yang dekat dengan lokasi eksekusi.

"Ini adalah situasi yang sangat tegang," kata politikus asal Subiaco, Western Australia ini, Julie Bishop saat diwawancarai Radio Fairfax.

Sejumlah upacara penyalaan lilin sebagai tanda solidaritas telah digelar di seluruh Australia untuk berharap adanya pengampunan bagi dua warga Australia itu.

Wakil Pemimpin Partai Liberal sejak tahun 2007 ini memperingatkan pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap remeh kekuatan perasaan warga Australia terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

"Saya kewalahan menerima email dan pesan singkat, saya tahu banyak orang telah melakukan acara solidaritas bagi kedua terpidana itu," kata anggota Parlemen Australia sejak 1998, Julie Bishop.

Saat ditanya apakah Australia akan mempertimbangkan menarik para diplomatnya di Indonesia jika kedua warganya tetap dieksekusi, Julie Bishop mengatakan, "Ini adalah hal yang masih dipertimbangkan."

"Perhatian saya adalah kami ingin adanya komunikasi antara duta besar kami dan pemerintah Indonesia tetap terbuka," ujarnya.

Alumnus University of Adelaide tahun 1978 ini, Julie Bishop mengatakan dia masih belum menyerah berharap bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua pentolan jaringan "Bali Nine" penyelundup heroin yang ditangkap pada 2005 dan divonis hukuman mati pada 2006.

Politisi federal terus menyuarakan dukungan kepada dua warga Australia yang akan dihukum mati di Indonesia.

Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33) tengah menghabiskan hari-hari terakhir mereka di penjara Kerobokan, Bali. Di penjara itu, mereka menjalani hukuman selama 10 tahun terakhir setelah kedapatan menyelundupkan heroin dari Indonesia.

Pihak berwenang telah diberi izin untuk memindahkan mereka ke penjara di Nusakambangan, tempat dimana kemungkinan mereka akan dieksekusi.

Kedua koalisi dan politisi Labor telah berulangkali mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan mereka dari eksekusi mati.

Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan luar.

Tapi Menlu Australia juga menyadari bahwa setelah lima tahun tak ada eksekusi di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan terang-terangan bahwa pihaknya akan melanjutkan eksekusi bagi para terpidana mati.

Berbicara Sabtu (14/2/2015), juru bicara Labor Foreign Affairs Tanya Plibersek menegaskan dukungannya kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Dia mengatakan, keduanya layak mendapatkan kesempatan kedua.

Kepada Network Seven, dia mengatakan, mereka pantas dihukum, tapi mereka juga pantas "mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat."

Tanya Plibersek juga mengatakan, pihaknya berpikir memboikot Bali tidak akan membantu situasi ini. Hal itu dikemukakan setelah Menteri Luar Negeri Julie Bishop memperingatkan Indonesia akan mendapatkan reaksi jika eksekusi tetap dilakukan.

"Saya tidak yakin dengan memboikot Bali akan membuat banyak perbedaan sikap di Jakarta," katanya.

Selain itu, lebih dari 55 menteri dan representasi perdana menteri, para pejabat dan anggota komunitas bisnis Australia telah membuat "tawaran bijaksana kepada kontak berpengaruh mereka di Indonesia."

Politikus asal Perth, Western Australia, Julie Bishop mengatakan Australia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan eksekusi dilakukan di Indonesia.

"Mengeksekusi dua pria muda ini tidak akan menyelesaikan persoalan peredaran narkoba di Indonesia," kata anggota Federal untuk Curtin, Julie Bishop.

Kamis (12/2/2015), izin untuk memindahkan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Badung, Bali, sebagai persiapan pelaksanaan eksekusi, telah diberikan. Namun pengacara dua warga Australia itu mengatakan, pihaknya tidak mempunyai informasi tentang pemindahan itu.

"Ada banyak pembicaraan di media tentang apakah mereka harus dipindahkan atau tidak. Saya tidak tahu soal itu," kata Julian McMahon, di luar penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Badung, Bali.

Seniman terkenal Australia, Ben Quilty, yang menjadi dekat dengan kedua terpidana mati itu selama empat tahun terakhir, mengatakan situasi semakin pelik setelah pemerintah Indonesia mengatakan bahwa keduanya akan ditransfer sesegera mungkin ke lokasi eksekusi. Pemerintah Indonesia mengatakan kedua terpidana itu akan dieksekusi di luar Bali, yaitu di Pulau Nusakambangan, yang merupakan lokasi lembaga permasyarakatan dengan sistem keamanan paling ketat. "Saya pikir harapan mulai hilang bagi mereka saat ini dan mereka hanya mencoba menghadapi kejadian yang akan terjadi," kata Ben Quilty.

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.125 Since: 07.04.14 | 0.63 sec