YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Internasional

Pemerintah Indonesia Tidak Bergeming Diancam Boikot Australia

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah Australia mengancam akan memboikot wisatawan dari negaranya ke Indonesia jika eksekusi mati pada dua napi kasus narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tetap dilaksanakan. 

Meski demikian, ancaman itu tidak membuat keputusan Pemerintah Indonesia goyah.

Baik politikus Partai Liberal dan Partai Konservatif maupun oposisi, Partai Buruh di Australia berulangkali meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan duo Bali Nine tersebut, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari eksekusi mati. Namun Presiden Jokowi bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak mengampuni pelaku kejahatan narkotika, karena akibatnya sudah merusak generasi Indonesia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengaku Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum membahas masalah ancaman Australia itu dengan jajaran terkait. 

"Belum ada pembicaraan soal itu. Pembicaraan terakhir, Presiden meyakini bahwa ketegasan oleh Presiden untuk tidak memberi pengampunan terhadap kasus-kasus narkoba. Itu konsisten dengan minat Presiden untuk melakukan perang terhadap narkoba," tandas Seskab Andi Widjajanto di kompleks Istana Bogor, Jumat (13/2/2015).

Ancaman Australia ini dianggap akan membahayakan pariwisata di Indonesia. Namun, Andi Widjajanto memastikan hal itu tidak juga akan mengubah keputusan Presiden Joko Widodo dalam menolak grasi atas duo Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

"Semua kebijakan pasti ada resikonya dan presiden tetap dalam pendirian untuk tegas tidak memberikan pengampunan," tegas Seskab Andi Widjajanto.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengaku tidak khawatir terhadap pemboikotan. Arrmanatha Nasir menegaskan, keindahan wilayah dan kebudayaan Indonesia dengan berbagai fasilitas dan hotel yang bagus menjadi pertimbangan warga Negara lain mendatangi tempat-tempat wisata di Indonesia. “Karena itu kami tidak khawatir,” tegas Arrmanatha Nasir kepada awak media.

Pernyataan boikot itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop. Ia meminta pemerintah Indonesia untuk tidak meremehkan sikap publik di Australia yang menentang rencana eksekusi terpidana mati Bali Nine.

Dalam wawancara dengan radio lokal, Jumat (13/2/2015), Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Isabel Bishop menyebutkan para turis Australia bisa saja memboikot Indonesia jika rencana eksekusi jadi dilaksanakan.

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.728 Since: 07.04.14 | 0.5827 sec