YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Internasional

Pemerintah Indonesia Tidak Bergeming Diancam Boikot Australia

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah Australia mengancam akan memboikot wisatawan dari negaranya ke Indonesia jika eksekusi mati pada dua napi kasus narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tetap dilaksanakan. 

Meski demikian, ancaman itu tidak membuat keputusan Pemerintah Indonesia goyah.

Baik politikus Partai Liberal dan Partai Konservatif maupun oposisi, Partai Buruh di Australia berulangkali meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan duo Bali Nine tersebut, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari eksekusi mati. Namun Presiden Jokowi bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak mengampuni pelaku kejahatan narkotika, karena akibatnya sudah merusak generasi Indonesia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengaku Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum membahas masalah ancaman Australia itu dengan jajaran terkait. 

"Belum ada pembicaraan soal itu. Pembicaraan terakhir, Presiden meyakini bahwa ketegasan oleh Presiden untuk tidak memberi pengampunan terhadap kasus-kasus narkoba. Itu konsisten dengan minat Presiden untuk melakukan perang terhadap narkoba," tandas Seskab Andi Widjajanto di kompleks Istana Bogor, Jumat (13/2/2015).

Ancaman Australia ini dianggap akan membahayakan pariwisata di Indonesia. Namun, Andi Widjajanto memastikan hal itu tidak juga akan mengubah keputusan Presiden Joko Widodo dalam menolak grasi atas duo Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

"Semua kebijakan pasti ada resikonya dan presiden tetap dalam pendirian untuk tegas tidak memberikan pengampunan," tegas Seskab Andi Widjajanto.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengaku tidak khawatir terhadap pemboikotan. Arrmanatha Nasir menegaskan, keindahan wilayah dan kebudayaan Indonesia dengan berbagai fasilitas dan hotel yang bagus menjadi pertimbangan warga Negara lain mendatangi tempat-tempat wisata di Indonesia. “Karena itu kami tidak khawatir,” tegas Arrmanatha Nasir kepada awak media.

Pernyataan boikot itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop. Ia meminta pemerintah Indonesia untuk tidak meremehkan sikap publik di Australia yang menentang rencana eksekusi terpidana mati Bali Nine.

Dalam wawancara dengan radio lokal, Jumat (13/2/2015), Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Isabel Bishop menyebutkan para turis Australia bisa saja memboikot Indonesia jika rencana eksekusi jadi dilaksanakan.

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.186 Since: 07.04.14 | 0.6142 sec