YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Roger Danuarta Bebas

Wednesday, 18 February 2015 | View : 1986

siarjustisia.com-LIDO.

Kabar baik datang dari Roger Danuarta. Pesinetron Siapa Takut Jatuh Cinta ini tak lama lagi bakal pulang ke rumah.

Setelah tujuh bulan direhabilitasi sejak putusan Hakim dijatuhkan, Roger Danuarta rencananya akan menghirup udara bebas pada hari Selasa (17/2/2015).

Roger Danuarta Selasa (17/2/2015) diperbolehkan pulang, meninggalkan penghuni panti rehabilitasi narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Bogor, Jawa Barat.

“Memang bulan ini (bebas) direncanakan pada 17 Februari 2015. Tapi, bisa saja tanggal segitu atau beberapa hari lebih cepat. Karena kan terhitung satu tahunnya itu saat ditahan pada 17 Februari 2014. Tapi, kami pastikan bahwa bulan ini dia bebas," ungkap penasihat Hukum Roger Danuarta, Jufrry Maykel Mannus, saat dihubungi, Selasa (3/2/2015).

“Kalau acara pesta enggak. Paling keluarga kumpul-kumpul saja. Beberapa waktu sebelum keluar, dia dikasih waktu berbaur dengan masyarakat atau home life. Rencananya, dia dijemput sama keluarga,” jelas advokat Jufrry Maykel Mannus.

“Dia pernah saat Natal diberi kesempatan untuk pulang beberapa minggu. Jadi, dia enggak kaget lihat dunia luar. Pelan-pelan dilepas ke masyarakat. Kemarin, Roger bilang bahwa dia mendapat kesempatan untuk hidup lebih baik,” lanjut advokat Jufrry Maykel Mannus.

Rencananya, Roger Danuarta akan dijemput langsung oleh pihak keluarga. Roger Danuarta dijemput keluarga dan sahabatnya, artis yang juga pembawa acara Annastya Yuntya Eka Wardhani yang nama populernya Asty Ananta, yang setia menemaninya sejak sebelum sidang.

Sejak awal kasus narkoba yang menyeret Roger Danuarta, Asty Ananta menjadi salah satu artis wanita yang 'rajin' menyambangi Roger Danuarta.

Roger Danuarta tersipu ketika melihat Asty Ananta menjadi salah satu dari rombongan sahabatnya yang menjemput di panti rehabilitasi Lido, Jawa Barat.

Kemudian, keluarga juga akan mengadakan kumpul bersama sebagai tanda syukur atas bebasnya mantan pacar Shandy Aulia tersebut.

Ketika ditemui di salah satu rumah makan di kawasan Bogor, Roger Danuarta tampak ceria. Roger Danuarta terlihat seru saat ngobrol dengan Asty Ananta. Mereka juga saling melempar canda hingga membuat Roger Danuarta tertawa. Terlihat sangat dekat, keduanya menyatakan hanya saling dukung sebagai teman.

Ketika bertemu di sebuah rumah makan, Asty Ananta dengan sabar menanti Roger Danuarta yang tengah melayani wawancara. Setelah selesai, Roger Danuarta langsung mendekati Asty Ananta dan mengecup kedua pipinya.

Sudah bukan rahasia lagi jika Asty Ananta menjadi salah satu wanita yang terbilang dekat dengan Roger Danuarta. Betapa tidak, Asty Ananta kerap mengunjungi Roger Danuarta saat ia menjadi penghuni sel Polsek Pulogadung.

Ketika Roger Danuarta menjalani proses sidang, Asty Ananta juga terlihat beberapa kali hadir. Soal perhatian lebih yang diberikan Asty Ananta kepada Roger Danuarta, Asty Ananta sempat dikabarkan menjalin hubungan dengan Roger Danuarta, tapi buru-buru ia tampik.

Saat Roger Danuarta dipindahkan ke Balai Medis Pusat Rehabilitasi di Lido, Asty Ananta memang tak pernah mengunjungi, dengan alasan agar Roger Danuarta berkonsentrasi dengan proses penyembuhannya. Tapi, meski tak berkunjung, Asty Ananta tetap memantau perkembangan Roger Danuarta melalui keluarga.

Sesekali, Roger Danuarta dan Asty Ananta berkomunikasi dan saling curhat. "Komunikasi ada, intens akhir-akhir ini, ada lah," kata Asty Ananta.

Selama berkomunikasi, Roger Danuarta banyak bercerita soal kehidupan barunya di Lido. Menurut pengakuan Roger Danuarta, ia betah dan senang bisa melalui semua tahapan penyembuhan dengan baik.

"Kondisi dia baik di sana, senang dengan semua prosesnya, syukur, sabar, bahagia. Program disana dilakukan dengan baik," kata Asty Ananta. Dari hasil curhatan Roger Danuarta, Asty Ananta juga tahu kalau fisik Roger Danuarta kini sudah jauh berbeda. "Berat badannya bertambah. Dia merasa fresh, tampilannya baru, potong rambut katanya," kata Asty Ananta seraya tertawa.

"Kelihatan ya perubahannya, lebih fresh, badannya lebih keren, kekar, karena rajin olahraga. Terus tidurnya cukup, wajahnya berseri, dan siap syuting," puji Asty Ananta saat dijumpai di kawasan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (17/2/2015).

Mendengar pujian Asty Ananta bertubi-tubi, wajah Roger Danuarta langsung memerah. Bahasa tubuh Roger Danuarta memperlihatkan ia malu mendapatkan sanjungan itu.

Makanya, tak aneh jika akhirnya ada kabar soal kedekatan Roger Danuarta dan Asty Ananta, dalam hal asmara. Ketika ditanyakan hal itu, Roger Danuarta tersipu.

Namun, pria berwajah oriental itu menegaskan kalau tak ada hubungan asmara antara dirinya dengan Asty Ananta, seperti yang diberitakan.

"Hubungan pertemanan, sudah kenal lama, pernah kerja bareng juga," terang Roger Danuarta saat dijumpai di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/2/2015).

Meski kedatangan Asty Ananta diakui Roger Danuarta bukan sebagai seorang kekasih, Roger Danuarta tetap bahagia karena masih ada teman yang mau mendekatinya di saat ia jatuh.

Tanpa membalas pujian Asty Ananta, Roger Danuarta cuma mengungkapkan kalau ia senang karena masih mendapat dukungan dari sahabat, meski sempat terperosok jauh.

"Senang banget dapat support dari teman, banyak yang support dari awal, semoga selalu saling dukung lah. Mungkin saya enggak akan bisa seperti ini, kalau saya enggak ada teman dan keluarga yang support saya. Ya (Asty) memang sahabat," kata Roger Danuarta. Roger Danuarta menuturkan, dirinya bersyukur sekali bisa bebas.

Pernyataan Roger Danuarta soal gambaran hubungannya dengan Asty Ananta, ditegaskan kembali oleh Asty Ananta. Meski ia menjawab sambil malu-malu, Asty Ananta mengamini kalau tak ada hubungan asmara di antara mereka.

"Masya Allah, buat saya, Kak Roger itu teman yang baik. Saat suka cita akan banyak yang nemenin. Kalau ada musibah, ya harus nemenin. Pasti dibela-belain (menjemput) ya," urai gadis kelahiran Semarang pada 19 Juni 1984 itu, Asty Ananta.

Asty Ananta membeberkan kalau kedekatannya dengan Roger Danuarta sudah terjalin lama. Bahkan Asty Ananta sudah terbilang dekat dengan orangtua Roger Danuarta. "Saya kenal kental sama keluarga Kak Roger. Sudah kenal dari dulu, kenal sama om dan tante, sudah kayak keluarga," kata Asty Ananta menegaskan.

Sejak menjalani rehabilitasi, banyak hal yang berubah dalam hidupnya. Mulai pola makan dan jam tidur yang menjadi sangat teratur. Dia menuturkan awalnya berat menjalani pola hidup seperti itu.

Sebab, apa yang diberlakukan di pusat rehabilitasi merupakan kebalikan yang dilakukan sehari-hari. Namun, Roger Danuarta lama-lama bisa mengikuti prosesnya.

Pemain sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta tersebut menceritakan, selama di panti, banyak kegiatan yang diikuti. Misalnya, mengajari sesama penghuni berakting dan bermain drama musikal. "Semua di dalam (panti rehabilitasi) baik-baik. Ini proses panjang yang saya syukuri," bebernya.

Setelah bebas, Roger Danuarta yang divonis bersalah karena kepemilikan 15,7 gram ganja dan 1,5 gram heroin tersebut ingin melepas rindu pada keluarga. Dia juga kangen dengan kamarnya di rumah. "Sudah sangat rindu dengan keluarga. Apalagi sebentar lagi Imlek," ucap mantan kekasih Shandy Aulia itu.

Roger Danuarta ditemukan tak sadarkan diri dalam mobil Mercedes Benz E 320 dengan nopol B 368 RY pada Februari 2014 di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta Timur.

Meski tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terbilang ringan, yaitu hanya menuntut dengan pada Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman 1 tahun 6 bulan, pihak Roger Danuarta berharap hukuman itu diganti dengan rehabilitasi, mengingat kondisi kesehatan artis berwajah oriental itu.

Melalui penasihat hukumnya, Juffry Maykal Mannus, Roger Danuarta menyatakan keberatannya jika harus dipenjara selama 1,6 tahun. Apalagi keterangan pemeriksaan dari RSKO bahwa Roger Danuarta harus menjalankan rehabilitasi. "RSKO menyatakan Roger harus direhab, makanya kami akan melakukan pledoi dan Roger juga ada pembelaan secara pribadi. Walau kami sepakat menggunakan Pasal 127, tapi kami tidak setuju dia dipenjara," ungkap advokat Juffry Maykal Mannus ketika dihubungi, Kamis (12/6/2014).

Di sidang selanjutnya, advokat Juffry Maykal Mannus mengatakan siap mengajukan pembelaan keberatan mereka atas tuntutan JPU. Dia akan menjelaskan alasan kenapa kliennya layak menjalani rehabilitasi.

"Kami akan ajukan alasan kenapa Roger perlu direhab, kita harus menyembuhkan pengguna. Kalau dipenjara nanti dia bakal enggak baik. Seorang pecandu tempatnya di panti rehab bukan dipenjara," paparnya.

Meski begitu, advokat Juffry Maykal Mannus menilai kliennya siap dengan segala keputusan terburuk yang bakal diterimanya dalam persidangan nanti. Hanya saja, kliennya ingin mendapatkan keputusan yang seadil-adilnya.

"Apapun keputusannya, Roger siap. Tapi mari kita dukung para korban narkotika untuk mendapat kesempatan dilakukan pembinaan dan kesehatan, supaya lebih baik lagi," tandasnya.

Gerakan Anti Narkoba Nasional (Ganas) akan mengupayakan agar Roger Danuarta dipindahkan dari tahanan Polsek Pulogadung ke tempat rehabilitasi narkoba di Lido, Bogor, Jawa Barat.

Permintaan Ganas tersebut berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 54, 55, dan PP No.25 Tahun 2011 ayat (3) dan (4).

"Kedatangan kami semata-mata untuk memberi support dan bantuan sekuat-kuatnya dan sesegera mungkin Roger Danuarta direhabilitasi ke Lido sambil menunggu proses pengadilan. Kita akan koordinasi ke Kapolsek," tegas Wakil Ganas, I Nyoman di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (20/2/2014).

Dalam kesempatan tersebut, I Nyoman juga mengaku telah bertemu langsung dengan Roger Danuarta. Hal itu dilakukan karena pihaknya ingin memastikan agar kondisi mantan kekasih Sheila Marcia baik-baik saja.

"Kami juga sudah ketemu Roger dipenjara. Kami sampaikan ke dia, Ganas support dan bantu yang terbaik agar kesembuhan bisa segera diwujudkan," pungkasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mendakwa Roger Danuarta dengan dua pasal sekaligus atas kasus narkoba yang menimpanya. Roger Danuarta dijerat Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, atau Pasal 127 ayat (1) huruf A UU No.35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 4 tahun kurungan penjara. Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan bahwa Roger Danuarta terbukti melanggar Pasal 127 UU Narkotika. Dia dituntut hukuman 1,5 tahun penjara. Namun, Hakim memutuskan untuk merehabilitasinya selama satu tahun. (jppn/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.307 Since: 07.04.14 | 0.6204 sec