YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Nusantara

Ahok Tegaskan Dirinya Bukan Tipe Pejabat Lari Dari Warga

Saturday, 21 February 2015 | View : 1125

siarjustisia.com-JAKARTA.

Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang mulai menjabat sejak 19 November 2014, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa 'Ahok' menyatakan bakal meladeni semua pengaduan warga yang datang kepadanya. Hanya, mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini berharap warga secara baik-baik berbicara kepadanya.

Selain itu, lanjut mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005, bentuk aduan yang disampaikan kepadanya sebaiknya permasalahan yang merupakan wewenang Pemprov DKI.

Mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006, Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, dirinya selalu terbuka terhadap keluhan warga-warganya. Sebagai bukti, dia menaruh kursi di depan lobi ruang kerjanya, tujuannya agar mereka tidak kelelahan. Sehingga tidak mungkin mantan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Golongan Karya (Golkar) ini akan naik pitam kepada warganya.

"Saya bukan tipe (Gubernur) yang mau lari dari (aduan) warga. Saya kasih kursi untuk orang duduk ngomong dan bicara masalah mereka," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Pemprov DKI saat ini menyediakan fasilitas berupa empat set kursi di pendapa Balai Kota DKI. Pemandangan ini tak pernah terlihat saat pemerintahan Gubernur DKI sebelumnya. Tiap satu set-nya terdiri dari empat kursi khas Betawi lengkap dengan meja bundar. Kursi ini, lanjut Basuki Tjahaja Purnama, khusus disediakan bagi warga yang ingin menemuinya setiap pagi sebelum ia berkantor guna menyampaikan masalahnya secara langsung kepadanya.

"Kalau saya mau marahi warga, pasti orang sudah enggak mau datang lagi, kalau persoalannya gak diurus. Ini namanya menyandera orang buat dapetin surat," kata Basuki Tjahaja Purnama.

Sebelum melakukan tinjauan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama ternyata sempat marah besar terjadi pada Rabu lalu. Peristiwa kemarahannya itu diakibatkan oleh ulah seorang bapak yang membawa wanita paruh baya di kursi roda. Saat itu Basuki Tjahaja Purnama hendak mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan.

Mereka yang telah menunggu Basuki Tjahaja Purnama sejak pukul 12.00 WIB di pintu samping Balai Kota DKI akan mengadu ke Basuki Tjahaja Purnama terkait sengketa tanah yang tak kunjung usai. Mereka mempermasalahkan lahan mereka yang kini dibangun Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta Barat.

Dia menambahkan, tanah garapan tidak dapat menjadi hak milik. Tapi pengacara ini menawarkan dapat memenangkan kasus tersebut di pengadilan kepada warga tersebut. Sehingga memerlukan kesaksian dari Camat dan Lurah di pengadilan. "Ya Camat dan Lurah kami gak mau kasih dong. Dia minta tolong sama saya, ya saya gak bisa kasih. Terus dia ngancam kalau bapak gak mau paksa Camat, Lurah bapak ketemu kami, kami taruh nenek di depan mobil bapak, biar kami mati," terang mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

"Etis gak dia? Saya bukan marah sama warganya. Jadi dia sudah kayak teroris, kamu mau gak digituin? Ya sudah saya lawan, itu namanya menyandera nenek-nenek yang sudah gak ngerti apa-apa, supaya kami kasih dia surat," tambahnya.

Kemudian Basuki Tjahaja Purnama tidak memedulikan aduan tersebut karena sengketa lahan itu bukan wewenang Pemprov DKI Jakarta. "Kalau permasalahan tanah bukan di saya, tetapi di Pengadilan," kata Basuki Tjahaja Purnama dengan nada tinggi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Apabila ada oknum yang mengadu sebagai warga dan mengadu dengan nada tinggi, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak akan memedulikannya, seperti saat Rabu (18/2/2015) lalu ketika ia didatangi oleh seorang pengacara yang membawa seorang nenek untuk memenangkan sengketa lahan di pengadilan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Rabu (18/2/2015) lalu sempat naik pitam dan adu mulut kepada salah seorang warga. Ternyata Basuki Tjahaja Purnama tengah emosi dengan seorang pengacara.

Ceritanya, pengacara tersebut ingin memenangkan kasus sengketa tanah.

Pengacara yang diketahui bernama Khaerudin itu membentak Basuki Tjahaja Purnama dan memanfaatkan keberadaan nenek untuk menghalangi kepergian Basuki Tjahaja Purnama.

Kemudian, pengacara itu langsung balik memarahi Basuki Tjahaja Purnama. Tak hanya memarahi Basuki Tjahaja Purnama, ia juga menunjuk-nunjuk Basuki Tjahaja Purnama. Laki-laki yang diketahui bernama Khaerudin itu terlibat adu mulut dengan Gubernur DKI Jakarta.

Keributan antarkeduanya membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI serta Satpol PP dan staf pengamanan dalam (pamdal) DKI langsung berlari mendekat ke arah mereka. Suara keduanya yang tinggi terdengar hingga ke ruang wartawan, yang jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

"Tanah kami juga sering digugat orang dan kami juga sering dinyatakan kalah di pengadilan," teriak Basuki Tjahaja Purnama sambil menggebrak mobil dinas, Land Cruiser, bagian depan.

Nenek pengadu yang duduk di kursi roda itu pun hanya terlihat terdiam dan pasrah melihat keduanya adu mulut. Staf pamdal dan Satpol PP pun menjaga nenek itu dari keributan tersebut.

Saat seorang pamdal ingin mengamankan sang nenek, tiba-tiba saja Khaerudin justru membentak nenek itu. "Sudah ibu diam saja di situ (depan mobil dinas Basuki). Biar dia (Basuki) enggak bisa jalan," bentak Khaerudin.

"Bapak jangan jadikan ibu ini sebagai alat, kasihan ibunya sudah tua," kata staf pamdal itu.

"Ini contoh pemimpin enggak benar urus warganya," ucap Khaerudin dengan nada tinggi dengan terus menunjuk ke arah Basuki Tjahaja Purnama.

Tak tahan mendengar teriakan Khaerudin, salah seorang pengawal pribadi Basuki Tjahaja Purnama, Ivan, langsung meraih dan "mengunci" tangan Khaerudin hingga membuatnya terjatuh. Staf pamdal langsung membawa Khaerudin ke ruang pamdal yang berada di gerbang Balai Kota DKI.

Sementara nenek yang sejak awal hanya diam juga turut diamankan.

"Itu bukan warga, tapi pengacara yang mau memenangkan kasus tanah girik garapan orang. Lalu itu dia bagi hasil pasti umumnya. Nenek itu yang saya salamin enggak buka mata, sudah saking lemes gitu," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Setelah melihat kondisi aman, Basuki Tjahaja Purnama bergegas naik ke mobilnya. "Tunggu saya jadi Presiden, baru saya bisa selesaikan," kata Basuki Tjahaja Purnama.

Terkait permasalahan sengketa lahan ini, Basuki Tjahaja Purnama meminta warga menyelesaikan permasalahannya di kantor Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI. Menurut dia, badan yang baru dibentuk DKI ini telah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sehingga permasalahan sengketa lahan warga juga bisa diselesaikan di kantor BPTSP DKI.

"Solusinya datang ke PTSP saja untuk urusi surat. Tapi, ini (kejadian hari Rabu) enggak ada hubungannya sama sertifikat. Ini kasus dia ingin menangi tanah yang menurut dia kakek neneknya pernah garap. Lu enggak boleh kayak gitu," tukas Basuki Tjahaja Purnama. (kom/jos)

See Also

Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.790 Since: 07.04.14 | 0.687 sec