YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Wali Kota Surabaya Nilai Gubernur Jawa Tengah Kurang Galak

Thursday, 01 May 2014 | View : 371

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini yang menjabat sejak 28 September 2010 lalu dan Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng) H. Ganjar Pranowo, S.H. hadir dalam acara musyawarah rencana pembangunan nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014). Saat bertemu, keduanya tampak akrab dan saling melontarkan lelucon dalam bahasa Jawa.

Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Risma kemudian menyinggung soal aksi Ganjar Pranowo saat marah-marah di jembatan timbang, Batang, Jawa Tengah. "Pak Ganjar ini lucu, kelihatan aslinya. Tapi misuh-misuh (memaki-maki) kok halus," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010, Risma sambil tertawa lepas.

Ganjar Pranowo yang berada di sampingnya kemudian membalas Risma. "Ini terinspirasi ibu (Risma)," ujar Ganjar Pranowo sambil tertawa.

Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Risma yakin Ganjar Pranowo sudah memendam kekesalan lama karena melihat birokrasi korup dan tidak efisien. "Marah seperti itu tidak bisa karena terinspirasi. Sudah ngempet (menahan), kapan iso ngamuk (marah), nah dapat tempat, akhirnya keluar semua," kata wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98, Risma.

Dapat candaan seperti itu, Ganjar Pranowo akhirnya mengakui. Walaupun orang Karanganyar, yang relatif halus, kalau memang ada persoalan dia bisa galak. "Nek ketemon (kalau ketemu masalah), yo ngene iki. Metu sungune, ketok bantenge (keluar tanduknya, terlihat bantengnya)," canda Ganjar Pranowo.

Ditemui setelah pertemuan dengan Risma, Ganjar Pranowo mengakui marah-marahnya tidak bisa langsung menyelesaikan masalah. Dia menilai, persoalan pungli dan arus truk kelebihan muatan tidak bisa diselesaikan Jawa Tengah sendirian. "Ini juga harus kerja sama dengan Jatim. Tapi saya sudah ketemu Gubernur Jatim, dia juga belum bisa mengatasi, bagaimana dong,” jelas Ganjar Pranowo.

Sebanyak 281 petugas Dishubkominfo yang bertugas di jembatan di seluruh Jawa Tengah (Jateng) dipanggil untuk mengikuti evaluasi paska dipergokinya praktek pungli oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa hari lalu.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengatakan 281 petugas itu berasal dari 16 jembatan timbang yang berada di wilayah Jateng.

"Mereka akan dievaluasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk kembali bertugas di jembatan timbang. Yang tidak layak akan kita tempatkan di kantor," kata Urip Sihabudin Selasa (29/4/2014).

Urip Sihabudin merencanakan proses evaluasi terkait maraknya praktek pungli di jembatan timbang itu akan selesai dalam waktu dua hari.

"Jika dari 281 petugas ternyata hanya 200 yang mendapat nilai evaluasi yang layak, maka hanya 200 petugas saja yang dikembalikan ke jembatan timbang. Nanti dari hasil evaluasi akan ditentukan mana petugas yang siap dikembalikan ke posisinya," ungkapnya.

Selain itu, Urip Sihabudin menambahkan paska Ganjar Pranowo mengamuk karena memergoki praktek pungli yang dilakukan oleh kernet dan sopir truk yang kelebihan muatan kepada petugas Dishubkominfo di jembatan timbang, Jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah ditutup sementara hanya beberapa jam.

"Penutupan mulai pagi tadi dan hanya beberapa jam karena petugas masih dipanggil di kantor Dishubkominfo setempat. Petugas dipanggil di kantor, evaluasi dan dibriefing,” bebernya.

Seperti yang diberitakan Ganjar Pranowo mengamuk ketika memergoki seorang kernet truk yang kelebihan muatan meletakkan uang di meja petugas jembatan timbang Subah tanpa meminta kuitansi. Politisi PDIP itu pun semakin marah ketika menemukan amplop berisi uang di dalam laci meja petugas.

Keesokan harinya, Senin (28/4/2014) Ganjar Pranowo mendatangi kantor Dishubkominfo Jateng dan menemui Urip Sihabudin. Ganjar Pranowo meminta agar dilakukan evaluasi dan segera hilangkan praktik pungli karena menjadi faktor penyebab jalur pantura rusak parah. (mer/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.364 Since: 07.04.14 | 0.6573 sec