YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Nusantara

Wali Kota Surabaya Nilai Gubernur Jawa Tengah Kurang Galak

Thursday, 01 May 2014 | View : 435

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini yang menjabat sejak 28 September 2010 lalu dan Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng) H. Ganjar Pranowo, S.H. hadir dalam acara musyawarah rencana pembangunan nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014). Saat bertemu, keduanya tampak akrab dan saling melontarkan lelucon dalam bahasa Jawa.

Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Risma kemudian menyinggung soal aksi Ganjar Pranowo saat marah-marah di jembatan timbang, Batang, Jawa Tengah. "Pak Ganjar ini lucu, kelihatan aslinya. Tapi misuh-misuh (memaki-maki) kok halus," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010, Risma sambil tertawa lepas.

Ganjar Pranowo yang berada di sampingnya kemudian membalas Risma. "Ini terinspirasi ibu (Risma)," ujar Ganjar Pranowo sambil tertawa.

Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Risma yakin Ganjar Pranowo sudah memendam kekesalan lama karena melihat birokrasi korup dan tidak efisien. "Marah seperti itu tidak bisa karena terinspirasi. Sudah ngempet (menahan), kapan iso ngamuk (marah), nah dapat tempat, akhirnya keluar semua," kata wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98, Risma.

Dapat candaan seperti itu, Ganjar Pranowo akhirnya mengakui. Walaupun orang Karanganyar, yang relatif halus, kalau memang ada persoalan dia bisa galak. "Nek ketemon (kalau ketemu masalah), yo ngene iki. Metu sungune, ketok bantenge (keluar tanduknya, terlihat bantengnya)," canda Ganjar Pranowo.

Ditemui setelah pertemuan dengan Risma, Ganjar Pranowo mengakui marah-marahnya tidak bisa langsung menyelesaikan masalah. Dia menilai, persoalan pungli dan arus truk kelebihan muatan tidak bisa diselesaikan Jawa Tengah sendirian. "Ini juga harus kerja sama dengan Jatim. Tapi saya sudah ketemu Gubernur Jatim, dia juga belum bisa mengatasi, bagaimana dong,” jelas Ganjar Pranowo.

Sebanyak 281 petugas Dishubkominfo yang bertugas di jembatan di seluruh Jawa Tengah (Jateng) dipanggil untuk mengikuti evaluasi paska dipergokinya praktek pungli oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa hari lalu.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengatakan 281 petugas itu berasal dari 16 jembatan timbang yang berada di wilayah Jateng.

"Mereka akan dievaluasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk kembali bertugas di jembatan timbang. Yang tidak layak akan kita tempatkan di kantor," kata Urip Sihabudin Selasa (29/4/2014).

Urip Sihabudin merencanakan proses evaluasi terkait maraknya praktek pungli di jembatan timbang itu akan selesai dalam waktu dua hari.

"Jika dari 281 petugas ternyata hanya 200 yang mendapat nilai evaluasi yang layak, maka hanya 200 petugas saja yang dikembalikan ke jembatan timbang. Nanti dari hasil evaluasi akan ditentukan mana petugas yang siap dikembalikan ke posisinya," ungkapnya.

Selain itu, Urip Sihabudin menambahkan paska Ganjar Pranowo mengamuk karena memergoki praktek pungli yang dilakukan oleh kernet dan sopir truk yang kelebihan muatan kepada petugas Dishubkominfo di jembatan timbang, Jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah ditutup sementara hanya beberapa jam.

"Penutupan mulai pagi tadi dan hanya beberapa jam karena petugas masih dipanggil di kantor Dishubkominfo setempat. Petugas dipanggil di kantor, evaluasi dan dibriefing,” bebernya.

Seperti yang diberitakan Ganjar Pranowo mengamuk ketika memergoki seorang kernet truk yang kelebihan muatan meletakkan uang di meja petugas jembatan timbang Subah tanpa meminta kuitansi. Politisi PDIP itu pun semakin marah ketika menemukan amplop berisi uang di dalam laci meja petugas.

Keesokan harinya, Senin (28/4/2014) Ganjar Pranowo mendatangi kantor Dishubkominfo Jateng dan menemui Urip Sihabudin. Ganjar Pranowo meminta agar dilakukan evaluasi dan segera hilangkan praktik pungli karena menjadi faktor penyebab jalur pantura rusak parah. (mer/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.501 Since: 07.04.14 | 0.5645 sec