YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Hukum

Bandar Besar Narkoba Lampung Tewas Tertembak

Wednesday, 25 February 2015 | View : 1979

siarjustisia.com-BANDAR LAMPUNG.

Banyak pihak yang selama ini menganggap tersangka bandar besar narkoba asal Menggala Kabupaten Tulang Bawang Hartoni alias Toni Sapujagat (49 tahun), tak bisa disentuh. Hal ini pula yang membuat petugas melumpuhkannya saat melakukan penangkapan karena melakukan perlawanan. Toni Sapujagat tewas dalam baku tembak dengan polisi saat penggerebekan di rumahnya di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

"Dia sudah lama jadi Target Operasi (TO) kami sejak 2012. Mengintai juga sudah lama dilakukan sebelum digrebek, kami dapat info dia sendirian dirumah. Hanya bersama anak-anak dan istrinya. Akhirnya langsung diadakan penggerebekan," kata Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Pol. Edi Swasono kepada awak media.

Toni Sapujagat yang beralamat di Jalan Cendana Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tersebut tinggal bersama tiga istri dan anak-anaknya, sambung Kombes Pol. Edi Swasono.

"Laporan Polisi di Polres Tulang Bawang sendiri yang mengarah ke tersangka saja sudah ada tiga. Jaringan Aceh yang selama ini pernah kita tangkap juga mengarah kepada tersangka," tutur perwira melati tiga dipundak itu.

Ia adalah bandar besar narkotika dan obat-obatan terlarang. Selain beredar di wilayah Lampung, narkoba dari Toni Sapujagat, yang tewas tertembak hari Selasa (24/2/2015), juga merambah ke Palembang, Sumatera Selatan. " Toni Sapujagat adalah bandar besar yang terutama memasok dan mengatur peredaran narkoba di wilayah Timur Lampung hingg Palembang," beber Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H. menuturkan Toni Sapujagat merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba jalur Aceh-Lampung-Jakarta. Pengiriman narkoba dari Aceh ke Jakarta diyakini diturunkan di beberapa lokasi, salah satunya di kediaman Toni Sapujagat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. "Tangkapan di Pelabuhan Bakauheni itu hanya sebagian. Narkoba jenis sabu yang diedarkan Toni itu pabrikan China, yang masuk ke Aceh setelah transit di Malaysia," papar Brigjen Pol. Heru Winarko.

Kombes Pol. Edi Swasono menyebut barang (sabu) berasal dari China dengan Malaysia sebagai negara transit sebelum masuk ke Indonesia dan sampai ke tersangka. “Pabrikannya rata-rata China dan tersangka memang spesial bermain sabu dan ekstasi," jelas Kombes Pol. Edi Swasono lagi.

Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Pol. Edi Swasono mengatakan kalau masyarakat sekitar cukup kooperatif membantu pihak kepolisian. "Masyarakat kooperatif karena masyarakat itu sendiri selama ini sudah resah dengan tindakan tersangka. Apalagi masyarakat menganggap tersangka untouchable (susah disentuh). Jadi sangat membantu apalagi saat tersangka melakukan perlawanan," kata Kombes Pol. Edi Swasono.

Kombes Pol. Edi Swasono menyebut kondisi penangkapan Toni Sapujagat sangat berbeda jauh dengan waktu mereka melakukan penggerebegan bandar besar sabu di Tegineneng tahun lalu yang berlangsung sengit karena warga sekitar justru ikutan melawan petugas dari kepolisian.

Tersangka Toni Sapujagat ditangkap dirumah mewahnya di Jalan Cendana Lingkungan Gunung Sakti RT02/RW03 Kecamatan Menggala Selatan Kabupaten Tulang Bawang. Kediaman tersangka pun tergolong mewah dan mencolok dibanding lingkungan sekitar karena dilengkapi kolam renang dan beberapa mobil mewah digarasi yang kini disita polisi.

"Kami sempat memberikan peringatan agar Toni menyerahkan diri karena rumahnya sudah dikepung. Namun, dia justru mencoba kabur melalui tembok belakang rumah. Saat itu, dia bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang," ungkap Wakil Direktur Narkoba Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yani Sudarto.

Menurut AKBP Yani Sudarto, yang memimpin penggerebekan tersebut, rumah Toni Sapujagat tertutup rapat. Rumah itu juga dilengkapi kamera pemantau (CCTV) di 16 lokasi. Rumah yang memiliki kolam renang itu ditengarai kerap digunakan untuk bertransaksi dan mengemas paket narkoba, khususnya sabu dalam ukuran lebih kecil.

Masih kata dia, penggerebekan dilakukan dua tim dengan dasar alat bukti yang telah mencukupi. " Anggota Ditnarkoba Polda Lampung ada dua tim yang turun. Sekitar 20 orang yang diback-up oleh anggota Polres Tulang Bawang," tambahnya.

Kombes Pol. Edi Swasono pun menunjukkan pesan singkat yang dikirimkan Bupati Tulang Bawang Hanan Razak kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H. tak lama usai penggerebekan. "Pak Bupati mengucapkan terima kasih karena penangkapan dan penggerekan tersebut berarti sudah menyelamatkan  generasi muda Tulang Bawang," katanya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Heru Winarko, di Bandar Lampung, Selasa (24/2/2015) malam, mengatakan, Hartoni alias Toni Sapujagat diburu polisi sejak 2012.

Kepala Polda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko menunjukkan sejumlah barang bukti milik bandar narkoba Hartoni alias Toni Sapujagat di kantor Direktorat Narkoba Polda Lampung, Selasa (24/2/2015).

Dalam penggerebekan itu, Direktorat Narkoba Polda Lampung juga menyita senjata api, senjata tajam, dan narkoba berbagi jenis. Seusai melumpuhkan Toni Sapujagat, polisi menggeledah rumah tersebut serta menyita sabu seberat 1,1 kilogram, timbangan elektronik, dan 110 butir ekstasi. Polisi juga menyita 2 pistol jenis FN, 1 airsoft gun, dan 1 senjata laras panjang beserta ratusan peluru berbagai jenis.

Kepala Polda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko memastikan bahwa senjata api yang ditemukan di rumah Toni Sapujagat itu bukan senjata rakitan. Senjata tersebut berasal dari pabrikan. Polisi sedang menyelidiki asal senjata itu.

Toni Sapujagat tewas dalam penggerebekan di rumahnya di Jalan Cendana, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang.

Mayat tersangka bandar besar sabu asal Menggala Kabupaten Tulang Bawang, Toni Sapujagat (49) akhirnya dibawa ke RSUD dr. H. Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Berdasarkan pantauan, pukul 23.15 WIB, satu unit ambulans hijau RS Bhayangkara tampak parkir didepan pintu utama ruang Unit Gawat Darurat menunggu mayat Toni yang ditutupi kain putih untuk dimasukkan ke dalam mobil. "Jenazah mau dipindahkan ke RSUDAM Lampung karena RS ini (Bhayangkara) tidak punya kamar pendingin untuk jenazah makanya malam ini mau dikirim kesana," kata Direktur RS Bhayangkara Drg Robert Tanjung yang mengawasi para staf UGD RS Bhayangkara mempersiapkan jenazah untuk dimasukkan ke ambulans yang telah menunggu.

Tepat pukul 23.25 WIB, ambulans bergerak meninggalkan RS Bhayangkara dengan dikawal tim dari Ditnarkoba Polda Lampung. 

"Tadi sampai disini sore habis magrib. Masih sempat mendapat penanganan medis.seperti oksigen dan sebagainya sebelum dinyatakan resmi meninggal dunia," tambah drg. Robert Tanjung.

Polisi menembak Toni Sapujagat di bagian punggung dalam penggerebekan yang berlangsung sekitar 1 jam itu karena ia melawan dan mencoba kabur. Toni Sapujagat juga menembak ke arah polisi. "Meninggal dengan satu tembakan dipinggang yang menembus dada. Proyektil peluru tidak ditemukan karena menembus dada," kata drg. Robert Tanjung.

Sebelum diantarkan ke RSUDAM Lampung, visum awal sudah dilakukan RS Bhayangkara. Toni Sapujagat yang terluka tembak lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung, yang berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari lokasi kejadian.

Adapun bercak darah dikasur pasien bekas dipakai jenazah, pinggang tersangka yang terkena tembakan adalah pinggang sebelah kiri.

Toni Sapujagat mati dalam perawatan di Rumah Sakit (RS). (saibumi/jos)

See Also

Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.117.752 Since: 07.04.14 | 0.6033 sec