YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hukum

Bandar Besar Narkoba Lampung Tewas Tertembak

Wednesday, 25 February 2015 | View : 1856

siarjustisia.com-BANDAR LAMPUNG.

Banyak pihak yang selama ini menganggap tersangka bandar besar narkoba asal Menggala Kabupaten Tulang Bawang Hartoni alias Toni Sapujagat (49 tahun), tak bisa disentuh. Hal ini pula yang membuat petugas melumpuhkannya saat melakukan penangkapan karena melakukan perlawanan. Toni Sapujagat tewas dalam baku tembak dengan polisi saat penggerebekan di rumahnya di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

"Dia sudah lama jadi Target Operasi (TO) kami sejak 2012. Mengintai juga sudah lama dilakukan sebelum digrebek, kami dapat info dia sendirian dirumah. Hanya bersama anak-anak dan istrinya. Akhirnya langsung diadakan penggerebekan," kata Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Pol. Edi Swasono kepada awak media.

Toni Sapujagat yang beralamat di Jalan Cendana Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tersebut tinggal bersama tiga istri dan anak-anaknya, sambung Kombes Pol. Edi Swasono.

"Laporan Polisi di Polres Tulang Bawang sendiri yang mengarah ke tersangka saja sudah ada tiga. Jaringan Aceh yang selama ini pernah kita tangkap juga mengarah kepada tersangka," tutur perwira melati tiga dipundak itu.

Ia adalah bandar besar narkotika dan obat-obatan terlarang. Selain beredar di wilayah Lampung, narkoba dari Toni Sapujagat, yang tewas tertembak hari Selasa (24/2/2015), juga merambah ke Palembang, Sumatera Selatan. " Toni Sapujagat adalah bandar besar yang terutama memasok dan mengatur peredaran narkoba di wilayah Timur Lampung hingg Palembang," beber Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H. menuturkan Toni Sapujagat merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba jalur Aceh-Lampung-Jakarta. Pengiriman narkoba dari Aceh ke Jakarta diyakini diturunkan di beberapa lokasi, salah satunya di kediaman Toni Sapujagat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. "Tangkapan di Pelabuhan Bakauheni itu hanya sebagian. Narkoba jenis sabu yang diedarkan Toni itu pabrikan China, yang masuk ke Aceh setelah transit di Malaysia," papar Brigjen Pol. Heru Winarko.

Kombes Pol. Edi Swasono menyebut barang (sabu) berasal dari China dengan Malaysia sebagai negara transit sebelum masuk ke Indonesia dan sampai ke tersangka. “Pabrikannya rata-rata China dan tersangka memang spesial bermain sabu dan ekstasi," jelas Kombes Pol. Edi Swasono lagi.

Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Pol. Edi Swasono mengatakan kalau masyarakat sekitar cukup kooperatif membantu pihak kepolisian. "Masyarakat kooperatif karena masyarakat itu sendiri selama ini sudah resah dengan tindakan tersangka. Apalagi masyarakat menganggap tersangka untouchable (susah disentuh). Jadi sangat membantu apalagi saat tersangka melakukan perlawanan," kata Kombes Pol. Edi Swasono.

Kombes Pol. Edi Swasono menyebut kondisi penangkapan Toni Sapujagat sangat berbeda jauh dengan waktu mereka melakukan penggerebegan bandar besar sabu di Tegineneng tahun lalu yang berlangsung sengit karena warga sekitar justru ikutan melawan petugas dari kepolisian.

Tersangka Toni Sapujagat ditangkap dirumah mewahnya di Jalan Cendana Lingkungan Gunung Sakti RT02/RW03 Kecamatan Menggala Selatan Kabupaten Tulang Bawang. Kediaman tersangka pun tergolong mewah dan mencolok dibanding lingkungan sekitar karena dilengkapi kolam renang dan beberapa mobil mewah digarasi yang kini disita polisi.

"Kami sempat memberikan peringatan agar Toni menyerahkan diri karena rumahnya sudah dikepung. Namun, dia justru mencoba kabur melalui tembok belakang rumah. Saat itu, dia bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang," ungkap Wakil Direktur Narkoba Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yani Sudarto.

Menurut AKBP Yani Sudarto, yang memimpin penggerebekan tersebut, rumah Toni Sapujagat tertutup rapat. Rumah itu juga dilengkapi kamera pemantau (CCTV) di 16 lokasi. Rumah yang memiliki kolam renang itu ditengarai kerap digunakan untuk bertransaksi dan mengemas paket narkoba, khususnya sabu dalam ukuran lebih kecil.

Masih kata dia, penggerebekan dilakukan dua tim dengan dasar alat bukti yang telah mencukupi. " Anggota Ditnarkoba Polda Lampung ada dua tim yang turun. Sekitar 20 orang yang diback-up oleh anggota Polres Tulang Bawang," tambahnya.

Kombes Pol. Edi Swasono pun menunjukkan pesan singkat yang dikirimkan Bupati Tulang Bawang Hanan Razak kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Heru Winarko, S.H. tak lama usai penggerebekan. "Pak Bupati mengucapkan terima kasih karena penangkapan dan penggerekan tersebut berarti sudah menyelamatkan  generasi muda Tulang Bawang," katanya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Heru Winarko, di Bandar Lampung, Selasa (24/2/2015) malam, mengatakan, Hartoni alias Toni Sapujagat diburu polisi sejak 2012.

Kepala Polda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko menunjukkan sejumlah barang bukti milik bandar narkoba Hartoni alias Toni Sapujagat di kantor Direktorat Narkoba Polda Lampung, Selasa (24/2/2015).

Dalam penggerebekan itu, Direktorat Narkoba Polda Lampung juga menyita senjata api, senjata tajam, dan narkoba berbagi jenis. Seusai melumpuhkan Toni Sapujagat, polisi menggeledah rumah tersebut serta menyita sabu seberat 1,1 kilogram, timbangan elektronik, dan 110 butir ekstasi. Polisi juga menyita 2 pistol jenis FN, 1 airsoft gun, dan 1 senjata laras panjang beserta ratusan peluru berbagai jenis.

Kepala Polda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko memastikan bahwa senjata api yang ditemukan di rumah Toni Sapujagat itu bukan senjata rakitan. Senjata tersebut berasal dari pabrikan. Polisi sedang menyelidiki asal senjata itu.

Toni Sapujagat tewas dalam penggerebekan di rumahnya di Jalan Cendana, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang.

Mayat tersangka bandar besar sabu asal Menggala Kabupaten Tulang Bawang, Toni Sapujagat (49) akhirnya dibawa ke RSUD dr. H. Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Berdasarkan pantauan, pukul 23.15 WIB, satu unit ambulans hijau RS Bhayangkara tampak parkir didepan pintu utama ruang Unit Gawat Darurat menunggu mayat Toni yang ditutupi kain putih untuk dimasukkan ke dalam mobil. "Jenazah mau dipindahkan ke RSUDAM Lampung karena RS ini (Bhayangkara) tidak punya kamar pendingin untuk jenazah makanya malam ini mau dikirim kesana," kata Direktur RS Bhayangkara Drg Robert Tanjung yang mengawasi para staf UGD RS Bhayangkara mempersiapkan jenazah untuk dimasukkan ke ambulans yang telah menunggu.

Tepat pukul 23.25 WIB, ambulans bergerak meninggalkan RS Bhayangkara dengan dikawal tim dari Ditnarkoba Polda Lampung. 

"Tadi sampai disini sore habis magrib. Masih sempat mendapat penanganan medis.seperti oksigen dan sebagainya sebelum dinyatakan resmi meninggal dunia," tambah drg. Robert Tanjung.

Polisi menembak Toni Sapujagat di bagian punggung dalam penggerebekan yang berlangsung sekitar 1 jam itu karena ia melawan dan mencoba kabur. Toni Sapujagat juga menembak ke arah polisi. "Meninggal dengan satu tembakan dipinggang yang menembus dada. Proyektil peluru tidak ditemukan karena menembus dada," kata drg. Robert Tanjung.

Sebelum diantarkan ke RSUDAM Lampung, visum awal sudah dilakukan RS Bhayangkara. Toni Sapujagat yang terluka tembak lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung, yang berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari lokasi kejadian.

Adapun bercak darah dikasur pasien bekas dipakai jenazah, pinggang tersangka yang terkena tembakan adalah pinggang sebelah kiri.

Toni Sapujagat mati dalam perawatan di Rumah Sakit (RS). (saibumi/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.783.705 Since: 07.04.14 | 0.634 sec