YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Duo Bali Nine Sudah Di Nusakambangan

Wednesday, 04 March 2015 | View : 477

siarjustisia.com-SEMARANG.

Hujan deras mengiringi keberangkatan kedua terpidana mati asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang dikenal sebagai anggota kelompok "Bali Nine" dari Bandar Udara Ngurah Rai Bali, Denpasar, Rabu (4/3/2015) pagi.

Dua sindikat Bali Nine itu kini sudah dipindahkan dari Lapas Kelas II A Kerobokan Badung, Bali ke pulau “penjara itu” Nusakambangan Rabu (4/3/2015) pagi.

Berdasarkan berita yang dilansir Antara, dengan pengamanan ketat, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dibawa dari Lapas Kerobokan ke Bandara Ngurah Rai Badung dengan pengamanan ketat personel Brimob dan TNI. Pengamanan di dalam pesawat itu juga sangat ketat. Selain personil kepolisian, ada juga TNI yang ikut mengamankan pemindakan dua warga negara Australia itu.

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran lantas dimasukkan ke pesawat carter jenis ATR 72-600 milik Wings Air. Pesawat carter Wings Air dengan nomor penerbangan ATR-72-600 PK-WGO lepas landas pada pukul 6.50 WITA untuk menuju Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah.

Pesawat tersebut diperkirakan dijadwalkan tiba mendarat di bandara tujuan, Bandara Tunggul Wulung pukul 6.50 WIB. Duo Bali Nine itu lantas langsung dibawa ke Pulau Nusakambangan.

Dalam pemindahan dari Lapas Kelas II-A Krobokan, Kabupaten Badung, menuju Bandara Ngurah Rai, petugas menggunakan pengamanan ketat dari TNI dan Polri.

Selain itu, sterilisasi juga dilakukan di sepanjang jalur lalu lintas yang dilalui oleh kendaraan yang membawa kedua terpidana mati tersebut.

Sementara itu, di dalam pesawat kedua terpidana mendapat pengawalan ketat sebanyak 20 personel Brimob Polda Bali.

Dua terpidana mati kasus narkoba yang dikenal dengan kelompok "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dipastikan tiba di Nusakambangan setelah diterbangkan dari Denpasar ke Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

"Ya, keduanya sudah berada di Nusakambangan sekitar pukul 9.00 WIB tadi, tapi saya lupa persisnya," ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Ign Liliek Darmanto kepada awak media, Rabu (4/3/2015) pagi.

Menurut Kombes Pol. Ign. Liliek Darmanto, pengamanan terhadap kedua terpidana mati itu ketat karena kasusnya menyita perhatian dunia internasional, khususnya Australia yang menolak eksekusi mati tersebut.

"Pengamanan pasti ketat karena ada sorotan Internasional," ujar Kombes Pol. Ign. Liliek Darmanto tanpa menyebutkan jumlah personil yang diterjunkan. (ant/jos)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.176.154 Since: 07.04.14 | 0.6021 sec