YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Internasional

Jaksa Agung Tutup Peluang Barter Narapidana

siarjustisia.com-JAKARTA.

Australia terus bermanuver demi menyelamatkan dua warganya, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dari hukuman mati. Dua gembong narkoba yang dikenal dengan sebutan Bali Nine itu kini sudah di Lapas Besi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah untuk menunggu pelaksanaan eksekusi.

Manuver terbaru Australia adalah menawarkan barter antara duo Bali Nine dengan WNI yang menjadi napi di Negeri Kanguru itu. Namun, Kejaksaan Agung Indonesia menutup peluang yang disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop itu.

Bagi Jaksa Agung H.M. Prasetyo, wacana yang disampaikan Menlu Julie Bishop itu cukup ditampung saja. "Rasanya begitu, sulit untuk bisa diterima," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Kejagung, Kamis (5/3/2015).

Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan, dirinya memang belum pernah diajak bicara soal itu dengan Australia. Sebab, pembicaraan soal itu ada pada level Menteri Luar Negeri kedua negara.

"Saya tidak pernah komunikasi Menlu yang di sana (Julie Bishop). Tentunya Menlu sama Menlu ya. Saya katakan itu sulit dan saya rasa tidak perlu dipertimbangkan," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo.

Jaksa Agung H. Muhammad Prasetyo meyakini penolakan tawaran barter terpidana dari Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop tak mengganggu hubungan Indonesia dengan Australia.

Dia pun kembali mengingatkan bahwa sebenarnya Indonesia dan Australia pernah melakukan semacam kesepakatan bersama. Inti kesepakatan itu, tegas Jaksa Agung H.M. Prasetyo, kedua negara akan menghargai kedaulatan hukum masing-masing. Jaksa Agung H.M. Prasetyo menegaskan, penolakan tawaran tak akan mengganggu hubungan bilateral karena sudah ada kesepakatan antara Indonesia dan Australia untuk menghargai kedaulatan hukum masing-masing negara. "Mestinya komitmen itu harus dihargai, harus menjadi acuan," tegas Jaksa Agung H.M. Prasetyo.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo pun mengingatkan, apa yang terjadi ini bukanlah pertarungan head to head Indonesia-Australia. "Bukan berarti kami head to head dengan Australia,” kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung, Kamis (5/3/2015).

"Bukan. Ini (narkotika) serious crime kan?" tuntas Jaksa Agung H.M. Prasetyo. “Komitmen itu harus dihargai. Lagi pula, kejahatan narkotik itu most serious crime yang harus ditangani,” tambah Jaksa Agung H.M. Prasetyo.

Barter tahanan yang ditawarkan pemerintah Australia kepada Indonesia merupakan suatu hal di luar kelaziman.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo menolak tegas isu barter yang diusulkan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop itu. Menlu Julie Bishop menawarkan pertukaran narapidana dua anggota Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (Bali Nine) dengan tiga terpidana asal Indonesia di Australia.

"Saya hanya dengar isu-isunya. Saya rasa tidak lazim," tegas Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kamis (5/3/2015).

Jaksa Agung H.M. Prasetyo menegaskan, tawaran itu tidak relevan dengan upaya Indonesia untuk menghukum mati para terpidana narkotika.

"Sekarang Anda sendiri, saya tanya, rela nggak orang yang sudah meracuni bangsa kita kemudian kita tukar? Tidak seimbang juga," tukas Jaksa Agung.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo pun tak setuju jika tawaran itu disebut menjadi kesempatan Indonesia untuk menyelamatkan warga negaranya yang terancam hukuman mati di luar negeri.

"Ya case by case, tidak seperti itu. Tapi yang pasti itu tidak pernah dilaksanakan, dan tidak pernah terpikirkan," ujar H.M. Prasetyo.

Dia pun menegaskan hukuman mati terhadap terpidana narkotika tetap dijalankan. Apalagi, bagi mereka yang sudah terpenuhi hak-hak hukumnya. "Itu yang akan kita jalankan," tegas Jaksa Agung H.M. Prasetyo. (jos/jpnn)

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.086 Since: 07.04.14 | 0.5889 sec