YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jul 2018, 0

Olahraga

Praveen Jordan/Debby Susanto Terhenti Di Semifinal All England

Saturday, 07 March 2015 | View : 719

siarjustisia.com-BIRMINGHAM.

Kiprah apik ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berakhir antiklimaks. Sensasi semangat juang salah satu ganda campuran Indonesia  yakni Praveen Jordan dan Debby Susanto harus berakhir di babak semifinal All England Open 2015.

Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto harus terhenti di babak semi final setelah keok dari ganda nomor satu dunia, pasangan ganda campuran asal Negeri Panda, China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Negeri Tirai Bambu, China lolos ke final usai di partai semifinal, Zhang Nan/Zhao Yunlei menundukkan ganda campuran Indonesia lainnya Praveen Jordan/Debby Susanto. Ganda campuran peringkat pertama dunia ini lolos ke final All England setelah menang dari campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto dalam pertandingan dua set dengan skor 21-15, 21-10 di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris.

Walau telah berhasil menumbangkan unggulan ketiga yakni Xu Chen dan Ma Jin di babak pertama ternyata lain cerita bila bertemu dengan unggulan satu yaitu Zhang Nan dan Zhao Yunlei.

Dalam waktu 41 menit keduanya mencoba mengimbangi permainan wakil Negeri Tembok Raksasa tersebut.

Bukannya tampil tanpa beban, Praveen Jordan/Debby Susanto justru bermain dalam tekanan harus menang. Akibatnya, permainan yang mengantar mereka ke babak delapan besar pun tak keluar.

Atlet yang bertandem sejak Januari 2014 itu berulang kali melakukan kesalahan sehingga duet China unggul 11-5 di gim pertama. Di gim pertama, Praveen Jordan dan Debby Susanto langsung tertinggal 5-14. Praveen Jordan/Debby Susanto mencoba mengejar  menjadi 11-19.

Zhang Nan/Zhao Yunlei semakin jauh memimpin lewat permainan yang semakin kompak, baik saat bertahan maupun menyerang.

Dengan proses yang cukup cepat, ganda nomor satu dunia tersebut unggul 20-11.

Setelah Zhang Nan/Zhao Yunlei meraih skor 20-11, pasangan Indonesia ini masih mencoba bangkit dan meraih empat poin berturut-turut. Praveen Jordan/Debby Susanto berupaya bangkit dan meraih empat poin beruntun. Namun, itu sudah terlambat. Setelah itu juara superseries finals 2014 inilah yang berhasil mengunci pertandingan menjadi 21-15.

Di gim kedua, cerita tak jauh berbeda. Berlanjut di gim kedua, tak ada perubahan yang berarti. Kedua pasangan kekasih asal China tersebut tetap terus memimpin jauh dalam perolehan poin.

Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang sudah di atas angin, tampak menikmati pertandingan. Sebaliknya, Praveen Jordan/Debby Susanto yang butuh kemenangan, justru tidak tenang dan tampil terburu-buru.

Hanya, dalam waktu kurang dari 15 menit, duet China itu unggul 15-10. Skor itu menjadi akhir perjalanan Praveen Jordan/Debby Susanto di All England. Tekanan gencar lawan membuat poin Praveen Jordan/Debby Susanto "terkunci" di angka 10. Hingga permainan harus berakhir dengan skor 21-10 sekaligus mengukuhkan Zhang Nan dan Zhao Yunlei lah yang berhak ke babak puncak turnamen ini.

Hasil pertandingan tersebut menambah rekor kekalahan Praveen Jordan/Debby Susanto dari pasangan ganda campuran nomor satu dunia tersebut. Ini menjadi kekalahan ketiga Praveen Jordan/Debby Susanto dari tiga pertemuan dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sebelumnya, Praveen Jordan/Debby Susanto dua kali kalah dalam pertandingan sengit di Yonex Sunrise India Open pada 2014 dan Yonex Denmark Open 2014.

Melansir halaman Badmintonindonesia.org baik Praveen Jordan dan Debby Susanto mengaku tidak puas dengan hasil yang dicapai hari ini. Praveen Jordan mengaku bahwa "mereka lebih dulu ditekan oleh wakil China tersebut dan tidak bisa keluar dari tekanan tersebut, padahal mereka telah tiga kali bertemu sejatinya  perlawanan mereka harus lebih baik," terangnya.

Namun walaupun kalah dan belum puas, namun keduanya tetap bersyukur akan kemajuan permainan mereka. Mengingat tahun lalu di turnamen yang sama mereka langsung gugur di babak kualifikasi saat berhadapan dengan  Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl asal Denmark.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Indonesia tersebut, Praveen Jordan dan Debby Susanto berhasil melewati putaran dua All England 2015 setelah menundukkan pasangan Hong Kong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet lewat pertarungan rubber set.

Jalannya set pertama juga cukup ketat, sempat memimpin 12-10, Praveen Jordan/Debby Susanto tersusul dan balik kalah 21-15.

Di set kedua permainan berjalan ketat hingga kedudukan 5-5 sebelum akhirnya peraih medali perunggu ASIAN GAMES 2014 itu memimpin hingga akhir 21-16 sekaligus memaksakan rubber game

Di set penentuan, sempat unggul jauh 11-2, Praveen Jordan/Debby Susanto malah tersusul, meskipun pada akhirnya berhasil menggenggam kemenangan dengan skor 21-15.

Berhasil ke perempat final, Praveen Jordan/Debby Susanto sudah ditunggu wakil Eropa, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl.

Pertemuan hari ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya tahun lalu di turnamen yang sama Praveen Jordan/Debby Susanto harus kalah di babak kualifikasi dua set langsung, 12-21, 14-21.

Dua pemain Denmark ini perlu diwaspadai karena postur tubuh mereka yang sangat tinggi sehingga Praveen Jordan/Debby Susanto harus punya strategi untuk mengakali hal tersebut. Juga performa keduanya sedang bagus-bagusnya, apalagi minggu lalu baru saja menjuarai German Open.

Namun ganda Indonesia ini juga datang dengan semangat yang membara untuk tampil baik, apalagi setelah mampu mengalahkan unggulan tiga Xu Chen dan Ma Jin.

Praveen Jordan/Debby Susanto sendiri kepada BadmintonIndonesia.org mengatakan akan tampil fokus dan jangan sampai lengah dan justru kalah dari non unggulan.

Praveen Jordan/Debby Susanto sukses melaju ke semi final setelah berhasil menaklukan pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl, dalam pertandingan cukup sengit pada Jumat (6/3/2015) kemarin. (jos)

See Also

Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
Jepang Lolos Ke Babak 16 Besar Karena Minim Kartu
Kosta Rika Tahan Imbang Swiss 2-2
Singkirkan Serbia 2-0, Brasil Lolos Ke Babak 16 Besar
Swedia Juara Grup F Setelah Hajar Meksiko 3-0
Korea Selatan Singkirkan Jerman 2-0
Kroasia Sempurna Di Fase Grup D Setelah Tundukkan Islandia 2-1
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.273.774 Since: 07.04.14 | 0.602 sec