YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Hukum

KPK Geledah Rumah Di Surabaya

Thursday, 19 March 2015 | View : 1124

siarjustisia.com-SURABAYA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bekerja untuk menyidik kasus dugaan tindak pencucian uang dengan tersangka Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron. Fuad Amin Imron juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan.

Selain menyita sejumlah aset mantan Bupati Bangkalan tersebut, Fuad Amin Imron di kawasan Jakarta Timur, penyidik KPK juga menggeledah rumah milik H. Chodin beralamat di Jalan Sidorame, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/3/2015) malam. Rumah milik pengusaha besi tua itu digeledah terkait proses penyidikan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Fuad Amin Imron.

"Penggeledahan oleh penyidik KPK di rumah milik H. Chodin di Surabaya terkait kasus TPPU FAI," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Kamis (19/3/2015) malam.

Berdasar informasi, H. Chodin disebut-sebut merupakan kerabat Fuad Amin Imron. Saat dikonfirmasi, Priharsa Nugraha mengaku tak mengetahui latar belakang H. Chodin. Namun, H. Chodin diketahui merupakan salah satu saksi kasus TPPU Fuad Amin Imron.

"H. Chodin adalah salah satu saksi dalam kasus ini," jelas Priharsa Nugraha.

Sebelum menggeledah rumah Chodin, penyidik KPK telah memasang plang dan menyita sejumlah bidang tanah di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, penyidik menyita sebanyak sembilan bidang tanah yang diketahui atas nama Siti Masnuri.

"Terkait dengan penyidikan kasus TPPU dengan tersangka FAI, pada hari ini penyidik memasang plang di beberapa lokasi, setelah sebelumnya dilakukan penyitaan terhadap sejumlah aset tersebut, yaitu sembilan bidang tanah di Jalan Dewi sartika atas nama Siti Masnuri," urai Priharsa Nugraha.

Siti Masnuri merupakan istri muda Fuad Amin Imron. Sejumlah uang yang diberikan Direktur PT. Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko kepada Fuad Amin Imron diketahui ditransfer kembali salah satunya ke rekening Siti Masnuri. Uang dari Antonius Bambang Djatmiko diberikan kepada Fuad Amin Imron atas jasanya untuk Perjanjian Konsorsium dan Perjanjian Kerjasama antara PT. Media Karya Sentosa dan PD Sumber Daya serta telah memberikan dukungan untuk PT. MKS kepada Kodeco terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Selain menyita tanah atas nama Siti Masnuri, penyidik KPK juga menyita sebuah rumah di Jalan Cipinang Cempedak II No.25A atas nama Kusnadi, dan sebidang tanah serta bangunan lainnya di Cipinang Cempedak IV No.26 atas nama Fuad Amin Imron yang juga mantan Bupati Bangkalan tersebut.

"Rumah di Cipinang Cempedak II No.25A atas nama Kusnadi dan tanah serta bangunan di Cipinang Cempedak IV No.26 atas nama FAI," jelas Priharsa Nugraha.

Penyitaan ini dilakukan oleh sekitar lima orang petugas KPK didampingi petugas dari kepolisian, dan pihak Kecamatan Jatinegara sekitar pukul 11.30 WIB. Camat Jatinegara, Syofian Taher menyatakan, pihaknya mendampingi penyidik KPK untuk menjadi saksi atas penyegelan terhadap aset milik Fuad Amin Imron tersebut.

"Tadi pihak kecamatan menjadi saksi penyegelan papan yang dipasang di rumah itu. Tidak ada barang yang disita dari dalam rumah," beber Camat Syofian Taher, Kamis (19/3/2015).

Penyegelan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor: Sprin-Sita 75/01/12/2014 tanggal 22 Desember 2014 yang menerangkan penyitaan terhadap tanah dan bangunan terkait perkara TPPU dengan tersangka Fuad Amin Imron.

Sebelum penyitaan ini, penyidik telah menyita sejumlah aset Fuad Amin Imron lainnya. Total aset Fuad Amin Imron yang disita sejak Januari 2015 sebesar Rp 250 miliar serta 14 rumah dan apartemen. Selain uang dan rumah, KPK juga menyita 70 bidang tanah dan bangunan, termasuk butik milik istri Fuad Amin Imron dan kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bangkalan. Sejumlah aset Fuad Amin Imron yang disita KPK tersebar di Jakarta, Bangkalan, Surabaya, dan Bali. Tidak hanya itu, sebanyak 19 mobil milik Fuad Amin Imron pun tak luput dari penyitaan. Sejumlah mobil itu disita KPK di Jakarta, Surabaya, dan Bangkalan.

Dalam kasus pencucian uang, Fuad disangkakan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 Ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 KUH Pidana. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur yang juga menjerat Fuad Amin Imron. KPK menangkap Fuad Amin Imron pada Selasa (2/12/2014) dini hari di rumahnya di Bangkalan.

Saat penangkapan, KPK juga menyita tiga koper besar berisi uang lebih dari Rp 3 miliar yang diduga suap dari PT. Media Karya Sentosa. PT. Media Karya Sentosa bermitra dengan PD Sumber Daya dalam menyalurkan gas hasil pembelian dari PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore untuk pembangkit listrik tenaga gas di Gili Timur Bangkalan dan Gresik. (sp)

See Also

Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.775 Since: 07.04.14 | 0.597 sec