YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Nusantara

Komedian Mpok Nori Wafat

Friday, 03 April 2015 | View : 1196

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kabar duka terus menyelimuti dunia entertainment Indonesia. Baru sepekan dunia entertainment berduka karena kepergian pelawak sekaligus presenter Olga Syahputra, dunia hiburan Tanah Air kembali berduka.

Kini publik pun dibuat menangis dengan kabar meninggalnya salah satu komedian legendaris, Mpok Nori pada Jumat (3/4/2015) pagi di usianya yang ke-84 tahun.

Belum kering air mata publik atas kepergian Olga Syahputra, komedian Nuri Sarinuri atau akrab disapa Mpok Nuri berpulang pada hari Jumat (3/4/2015) pagi ini sekitar pukul 8.00 WIB di usianya yang telah 84 tahun.

Satu lagi komedian senior Indonesia meninggal dunia, kali ini sosok legendaris Nuri Sarinuri atau lebih dikenal dengan nama Mpok Nori.

Kabar kepergian komedian senior Mpok Nori menghadap Sang Maha Kuasa cukup mengejutkan. Karena selama ini Mpok Nori tidak pernah mengeluhkan sakit yang ia derita, ia pun selalu terlihat segar dan bugar di layar kaca.

Kabar duka ini datang dari broadcast BlackBerry Massenger (BBM) pada awak media pagi tadi sekitar pukul 8.10 WIB.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia salah satu seniman Betawi Senior Indonesia Emak Hajjah Nori, pada pagi hari ini (3 April 2015) pukul 8.10 WIB di RS Pasar Rebo Jakarta Timur," bunyi pesan tertulis yang diterima awak media.

Mpok Nori diberitakan tutup usia hari ini sekitar pukul 8.10 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pemilik nama asli Nuri Sarinuri itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jum'at (3/4/2015). Komedian yang dikenal dengan gaya lugas dan logat betawi kental ini meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Untuk sementara masih belum ada keterangan langsung dari pihak keluarga apakah penyakit yang sama yang menyebabkan meninggalnya Mpok Nori. Belum ada penjelasan dari pihak keluarga terkait apa penyebab almarhum meninggal dunia.

Mpok Nori sendiri memang dikenal begitu aktif, malah beliau sempat menghadiri acara Festival Budaya Betawi pertengahan tahun lalu. Saat itu ia juga terlihat masih segar dan tetap energik seperti biasanya.

Selama beberapa tahun terakhir Mpok Nori memang sudah kerap dihinggapi penyakit. Di akhir 2013 ia pernah diberitakan terkena penyakit lambung, infeksi usus dan batu ginjal serta memilih pengobatan alternatif.

Tahun lalu, Mpok Nori memang sempat sakit gangguan batu ginjal. Namun setelah melakukan pengobatan alternatif dan menjalaninya hingga sembuh di akhir tahun 2013, wanita 84 tahun itu, Mpok Nori nampak kembali sehat dan bisa berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh.

Setelah ditelusuri, penyebab kematian Mpok Nori ternyata lantaran asma yang sudah lama ia derita. Hal tersebut disampaikan oleh Marwan, cucu Mpok Nori yang ditemui di rumah duka, Jl. Daman 1 RT08/RW02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

"Asmanya kadang kambuh, kadang hilang. Kadang kumat, kadang nggak. Dia nggak boleh kesal sedikit," beber Marwan.

Diungkapkan pihak keluarga, Mpok Nori memang memiliki sakit paru-paru sejak kecil. Berawal dari batuk kering, komedian yang khas dengan Lenong itu sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya tutup usia.

"(Mpok Nori) dibawa ke RS Pasar Rebo pukul 11 malem. Sempet enakan sebentar. Trus meninggal pukul 7.40 WIB," lanjutnya.

Mpok Nori meninggal dunia pada usia 84 tahun. Mpok Nori sendiri memiliki 13 orang anak, beberapa orang cucu, dan beberapa cicit serta beberapa cagah yang ditinggalkan.

Siang ini diperkirakan jenazah Mpok Nori akan dibawa pulang ke rumah kediamannya di Jalan Daman 1, RT08/RW02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dan disalatkan di Masjid Al Ikhlas dekat kediamannya. Setelah itu, ia akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon usai salat Jumat (3/4/2015).

Mpok Nori, lahir di Jakarta, 10 Agustus 1930 ini dikenal sebagai seniman Betawi tulen. Selama hidupnya sosok Mpok Nori dikenal sebagai seorang seniman Betawi yang masih terus aktif dengan kegiatan kebudayaan hingga usia senja.

Lenong dan Topeng adalah dua kesenian asli Betawi yang dilestarikannya puluhan tahun dari panggung ke panggung sejak tahun 70-an.

Ia mengawali karir dari pentas Lenong Betawi sejak usia 14 tahun. Meski ketika akhirnya komedian senior tersebut terjun ke dunia sinetron, kesenian Betawi tidak pernah ia tinggalkan.

"Ngelenong dari umur 14 tahun. Nggak pernah bosen," ujar Mpok Nori ketika mendapat penghargaan di Penganugerahan dan Pargelaran Komedi Betawi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, beberapa tahun silam.

Begitu juga ketika digelar Festival Budaya Betawi, pada bulan Juni 2014 silam, komedian yang saat itu sudah berusia 83 tahun tersebut masih tetap energik untuk menampilkan bodoran Betawi. Selain itu Mpok Nori memiliki sanggar untuk mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya.

Nama Mpok Nori baru dikenal di dunia sinetron ketika ia bermain di “Pepesan Kosong” di usia yang sudah tidak muda lagi. Aksi Mpok Nori mulai dikenal luas setelah bersama sejumlah seniman Betawi lainnya seperti Malih, Bolot, Bodong, Nirin, membintangi sinetron “Pepesan Kosong” yang tayang di salah satu televisi swasta di era 90-an.

Ia juga pernah terlibat program komedi seperti OVJ dan selalu menampilkan gaya bicara dengan logat Betawi yang kental.

Mpok Nori juga eksis membintangi beberapa sinetron dan tampil di beberapa film meski perannya tidak terlalu besar. Walah termasuk sepuh, Mpok Nori dikenal dengan gayanya yang centil dan tawanya yang membahana dalam penampilannya. Apalagi ketika dia sudah berdandan ala gadis ABG dengan wig berwarna mencolok.

Kepergiannya tidak hanya membuat keluarga berduka, namun juga seluruh rakyat Indonesia.

Selamat tinggal Mpok Nori, sumbangsihmu dalam melestarikan kebudayaan Betawi tidak akan dilupakan.

Selamat jalan Mpok Nori, semoga tenang di sana. Canda dan tawamu semasa hidup yang akan selalu kami kenang. (mer/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.735 Since: 07.04.14 | 0.5527 sec