YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

Kasus TPPU Anas Urbaningrum, Mantan Waka BIN Diperiksa KPK

siarjustisia.com-JAKARTA.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) As`ad Said Ali. Adapun dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara proyek Hambalang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus pengurus PBNU As'ad Said Ali.

Pada Kamis (10/4/2014) kemarin, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali.

As'ad Said Ali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. "Ada panggilan atas nama As'ad Said Ali, yang bersangkutan akan diperiksa untuk TPPU AU (Anas Urbaningrum) sebagai saksi,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha,  pada Kamis (10/4/2014).

As'ad Said Ali jadi saksi buat terdakwa Anas Urbaningrum atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum)," tambah Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).

Tak diketahui pasti, apa hubungan Anas Urbaningrum dengan As'ad Said Ali. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa keterkaitan As’ad Said Ali dengan kasus TPPU yang menjerat Anas Urbaningrum. Namun, penyidik KPK menganggap As’ad Said Ali mengetahui informasi soal itu.

Pesantren Karapyak yang dipimpin mertua Anas Urbaningrum yakni Kiai Attabik Ali disebut-sebut sempat menjadi tempat badan intelijen melakukan deradikalisasi terhadap mantan aktivis Negara Islam Indonesia. Kiai Attabik Ali pun sebelumnya pernah diperiksa terkait dugaan TPPU atas tersangka Anas Urbaningrum.

Diduga, pemanggilan As'ad Said Ali berkaitan dengan salah satu tanah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan TPPU Anas Urbaningrum. Soal itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengaku tak tahu pasti. "Yang jelas, mereka dipanggil untuk melengkapi berkas penyidikan," tegasnya.

Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.55 WIB, Jumat (11/4/2014). Suami Athiyyah Laila itu mengenakan rompi tahanan oranye.

Sebelum memasuki lobi Gedung KPK, Anas Urbaningrum ditanya soal pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali terkait kasus pencucian uangnya.

Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu dan tidak mengenal As'ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Justru Anas Urbaningrum hanya mengenal nama Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden RI “Saya nggak tahu. Saya tidak kenal, karena yang saya kenal Pak SBY dan Mas Ibas,” tukas Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Dalam kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lain ini, Anas Urbaningrum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mengacu pada pasal tersebut, Anas Urbaningrum terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut diduga menerima hadiah mobil Toyota Harrier dari PT. Adhi Karya dalam proses perencanaan proyek Hambalang.

Selain gratifikasi, dalam pengembangannya penyidik KPK juga menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat ini suami Athiyyah Laila itu telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut ditahan sejak 10 Januari 2014. (ant/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.020 Since: 07.04.14 | 0.5697 sec