YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Kasus TPPU Anas Urbaningrum, Mantan Waka BIN Diperiksa KPK

siarjustisia.com-JAKARTA.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) As`ad Said Ali. Adapun dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara proyek Hambalang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus pengurus PBNU As'ad Said Ali.

Pada Kamis (10/4/2014) kemarin, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali.

As'ad Said Ali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. "Ada panggilan atas nama As'ad Said Ali, yang bersangkutan akan diperiksa untuk TPPU AU (Anas Urbaningrum) sebagai saksi,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha,  pada Kamis (10/4/2014).

As'ad Said Ali jadi saksi buat terdakwa Anas Urbaningrum atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum)," tambah Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).

Tak diketahui pasti, apa hubungan Anas Urbaningrum dengan As'ad Said Ali. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa keterkaitan As’ad Said Ali dengan kasus TPPU yang menjerat Anas Urbaningrum. Namun, penyidik KPK menganggap As’ad Said Ali mengetahui informasi soal itu.

Pesantren Karapyak yang dipimpin mertua Anas Urbaningrum yakni Kiai Attabik Ali disebut-sebut sempat menjadi tempat badan intelijen melakukan deradikalisasi terhadap mantan aktivis Negara Islam Indonesia. Kiai Attabik Ali pun sebelumnya pernah diperiksa terkait dugaan TPPU atas tersangka Anas Urbaningrum.

Diduga, pemanggilan As'ad Said Ali berkaitan dengan salah satu tanah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan TPPU Anas Urbaningrum. Soal itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengaku tak tahu pasti. "Yang jelas, mereka dipanggil untuk melengkapi berkas penyidikan," tegasnya.

Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.55 WIB, Jumat (11/4/2014). Suami Athiyyah Laila itu mengenakan rompi tahanan oranye.

Sebelum memasuki lobi Gedung KPK, Anas Urbaningrum ditanya soal pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali terkait kasus pencucian uangnya.

Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu dan tidak mengenal As'ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Justru Anas Urbaningrum hanya mengenal nama Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden RI “Saya nggak tahu. Saya tidak kenal, karena yang saya kenal Pak SBY dan Mas Ibas,” tukas Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Dalam kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lain ini, Anas Urbaningrum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mengacu pada pasal tersebut, Anas Urbaningrum terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut diduga menerima hadiah mobil Toyota Harrier dari PT. Adhi Karya dalam proses perencanaan proyek Hambalang.

Selain gratifikasi, dalam pengembangannya penyidik KPK juga menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat ini suami Athiyyah Laila itu telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut ditahan sejak 10 Januari 2014. (ant/jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.763 Since: 07.04.14 | 0.619 sec