YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hukum

Kasus TPPU Anas Urbaningrum, Mantan Waka BIN Diperiksa KPK

siarjustisia.com-JAKARTA.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) As`ad Said Ali. Adapun dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara proyek Hambalang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus pengurus PBNU As'ad Said Ali.

Pada Kamis (10/4/2014) kemarin, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali.

As'ad Said Ali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. "Ada panggilan atas nama As'ad Said Ali, yang bersangkutan akan diperiksa untuk TPPU AU (Anas Urbaningrum) sebagai saksi,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha,  pada Kamis (10/4/2014).

As'ad Said Ali jadi saksi buat terdakwa Anas Urbaningrum atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum)," tambah Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).

Tak diketahui pasti, apa hubungan Anas Urbaningrum dengan As'ad Said Ali. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa keterkaitan As’ad Said Ali dengan kasus TPPU yang menjerat Anas Urbaningrum. Namun, penyidik KPK menganggap As’ad Said Ali mengetahui informasi soal itu.

Pesantren Karapyak yang dipimpin mertua Anas Urbaningrum yakni Kiai Attabik Ali disebut-sebut sempat menjadi tempat badan intelijen melakukan deradikalisasi terhadap mantan aktivis Negara Islam Indonesia. Kiai Attabik Ali pun sebelumnya pernah diperiksa terkait dugaan TPPU atas tersangka Anas Urbaningrum.

Diduga, pemanggilan As'ad Said Ali berkaitan dengan salah satu tanah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan TPPU Anas Urbaningrum. Soal itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengaku tak tahu pasti. "Yang jelas, mereka dipanggil untuk melengkapi berkas penyidikan," tegasnya.

Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.55 WIB, Jumat (11/4/2014). Suami Athiyyah Laila itu mengenakan rompi tahanan oranye.

Sebelum memasuki lobi Gedung KPK, Anas Urbaningrum ditanya soal pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali terkait kasus pencucian uangnya.

Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu dan tidak mengenal As'ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Justru Anas Urbaningrum hanya mengenal nama Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden RI “Saya nggak tahu. Saya tidak kenal, karena yang saya kenal Pak SBY dan Mas Ibas,” tukas Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Dalam kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lain ini, Anas Urbaningrum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mengacu pada pasal tersebut, Anas Urbaningrum terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut diduga menerima hadiah mobil Toyota Harrier dari PT. Adhi Karya dalam proses perencanaan proyek Hambalang.

Selain gratifikasi, dalam pengembangannya penyidik KPK juga menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat ini suami Athiyyah Laila itu telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut ditahan sejak 10 Januari 2014. (ant/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.038 Since: 07.04.14 | 0.6215 sec