YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Hukum

Kasus TPPU Anas Urbaningrum, Mantan Waka BIN Diperiksa KPK

siarjustisia.com-JAKARTA.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) As`ad Said Ali. Adapun dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara proyek Hambalang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus pengurus PBNU As'ad Said Ali.

Pada Kamis (10/4/2014) kemarin, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali.

As'ad Said Ali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. "Ada panggilan atas nama As'ad Said Ali, yang bersangkutan akan diperiksa untuk TPPU AU (Anas Urbaningrum) sebagai saksi,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha,  pada Kamis (10/4/2014).

As'ad Said Ali jadi saksi buat terdakwa Anas Urbaningrum atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum)," tambah Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).

Tak diketahui pasti, apa hubungan Anas Urbaningrum dengan As'ad Said Ali. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa keterkaitan As’ad Said Ali dengan kasus TPPU yang menjerat Anas Urbaningrum. Namun, penyidik KPK menganggap As’ad Said Ali mengetahui informasi soal itu.

Pesantren Karapyak yang dipimpin mertua Anas Urbaningrum yakni Kiai Attabik Ali disebut-sebut sempat menjadi tempat badan intelijen melakukan deradikalisasi terhadap mantan aktivis Negara Islam Indonesia. Kiai Attabik Ali pun sebelumnya pernah diperiksa terkait dugaan TPPU atas tersangka Anas Urbaningrum.

Diduga, pemanggilan As'ad Said Ali berkaitan dengan salah satu tanah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan TPPU Anas Urbaningrum. Soal itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengaku tak tahu pasti. "Yang jelas, mereka dipanggil untuk melengkapi berkas penyidikan," tegasnya.

Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.55 WIB, Jumat (11/4/2014). Suami Athiyyah Laila itu mengenakan rompi tahanan oranye.

Sebelum memasuki lobi Gedung KPK, Anas Urbaningrum ditanya soal pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali terkait kasus pencucian uangnya.

Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu dan tidak mengenal As'ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Justru Anas Urbaningrum hanya mengenal nama Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden RI “Saya nggak tahu. Saya tidak kenal, karena yang saya kenal Pak SBY dan Mas Ibas,” tukas Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Dalam kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lain ini, Anas Urbaningrum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mengacu pada pasal tersebut, Anas Urbaningrum terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut diduga menerima hadiah mobil Toyota Harrier dari PT. Adhi Karya dalam proses perencanaan proyek Hambalang.

Selain gratifikasi, dalam pengembangannya penyidik KPK juga menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat ini suami Athiyyah Laila itu telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut ditahan sejak 10 Januari 2014. (ant/jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.404.322 Since: 07.04.14 | 0.5932 sec