YouTube Facebook Twitter RSS
22 Feb 2020, 0

Nusantara

Kronologis Kericuhan Rapat Golkar Kubu Agung Laksono Di Medan

Saturday, 11 April 2015 | View : 1023

siarjustisia.com-MEDAN.

Rapat konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) versi Munas Ancol di Tiara Convention Center, Hotel Tiara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/4/2014) diwarnai kericuhan.

Rapat konsolidasi Partai Golkar Sumatera Utara yang dihadiri H. R. Agung Laksono di salah satu hotel berbintang di Medan berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi saat Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, H. R. Agung Laksono, berpidato dalam Rapat Konsolidasi partai berlambang pohon beringin itu di Tiara Convention Center, Hotel Tiara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/4/2015) siang.

Sekelompok pemuda yang menyatakan diri sebagai kader partai berlambang beringin itu berteriak-teriak tidak mengakui Agung Laksono sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Suara teriakan yang memprotes rapat tersebut terdengar, dan menuding rapat tersebut tidak sah. "Rapat ini tidak sah, Agung Laksono sebagai Wakil Ketua Umum," teriak seorang kader.

Seperti peserta rapat konsolidasi lainnya, puluhan pemuda itu juga mengenakan atribut Partai Golkar. Mereka masuk sebelum rapat yang dihadiri langsung Agung Laksono itu dimulai.

Kedatangan mereka langsung disambut dengan teriakan dari seorang peserta rapat konsolidasi. "Keluar kalian, jangan buat rusuh di sini," katanya sambil menghalangi di eskalator.

Meski dihalangi, para pemuda itu tetap berhasil masuk ke ruang rapat. Mereka ikut hadir di ruangan itu.

Sekitar 5 menit setelah acara dimulai, setelah Agung Laksono ditepuktangani, para pemuda itu kembali buka suara. Mereka berteriak-teriak.

"Kami hargai anda Pak Agung, tapi bukan sebagai Ketua Golkar, tapi sebagai Wakil Ketua Golkar," teriak Muhammad Ziad Ananta, pemuda yang mengaku sebagai Ketua Golkar Kecamatan Perbaungan, Sedang Bedagai.

Potensi kericuhan dimulai ketika beberapa peserta rapat menyebut Ketua Panitia Rapat Konsolidasi, sekaligus Plt Sekretaris Partai Golkar Sumut Yasir Ridho Lubis sebagai pengkhianat. Suasana semakin ricuh usai Ketua Panitia Rapat Konsolidasi Yasir Ridho Lubis berpidato. "Ridho, pengkhianat Kau," teriak pemuda yang datang menggeruduk.

Kericuhan meninggi ketika Leo Nababan sekaligus Plt Ketua Partai Golkar Sumut memberikan sambutan. Sejumlah peserta beratribut Partai Golkar berteriak dan mengatakan kepengurusan Agung Laksono tidak sah. Bukan hanya itu, para pemuda itu juga meneriaki Leo Nababan yang sedang berpidato. Mereka tidak mengakui jabatannya sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut. "Kau bukan ketua kami, ketua kami Ajib Shah," teriak Muhammad Ziad Ananta.

Leo Nababan yang berada di podium emosi mendengar teriakan tersebut. Dia bahkan meminta seluruh kader dapat menghormati rapat konsolidasi yang tengah berlangsung.

Leo Nababan kemudian mempersilakan massa yang tidak mengakuinya sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut untuk keluar. "Kalau menganggap ini tidak sah. Silakan keluar," ucapnya.

“Silakan anda keluar kalau ini dianggap tidak sah," tegas dia, Sabtu (11/4/2015), seperti dilansir dari Antara.

Permintaan itu tidak digubris, mereka kembali berteriak dan menyebut dualisme kepengurusan sedang menjalani proses hukum di PTUN.

Leo Nababan langsung menanggapinya, dia mengklaim kepengurusan Golkar yang sah sesuai dengan keputusan Menkum HAM Yasonna H. Laoly. “Silakan ke PTUN, tetapi kami menghormati keputusan Menkum HAM RI," tukas Leo Nababan.

Pernyataan Leo Nababan dianggap kurang memuaskan sehingga puluhan kader yang memprotes kepengurusan Agung Laksono itu maju hingga mendekati podium. Upaya itu dihalangi sejumlah personel polisi berbaju preman dan mencegah mereka mendekati kursi Agung Laksono.

Agung Laksono yang duduk bersama senior Partai Golkar Sumut Dharma Indra Siregar terlihat hanya tersenyum melihat suasana tersebut.

Sempat terjadi saling teriak antara kedua pihak. Wakil ketua DPD Partai Golkar Sumut versi Munas Ancol, Chaidir Ritonga berusaha menenangkan massa. "Nanta, Nanta, sudah damai kita ya," katanya sambil berpelukan dengan Muhammad Ziad Ananta.

Agung Laksono sempat pidato membuka ajang rapat konsolidasi itu.

Agung Laksono berusaha meneruskan pidatonya. Mantan Menko Kesra ini pun berupaya menenangkan keadaan, kemudian menyampaikan arahan kepada kadernya. Namun, situasi semakin ricuh di lokasi rapat konsolidasi tersebut.

"Kita menghargai saudara-saudara kita yang sedang berorasi. Perbedaan pendapat itu sudah biasa. Dan, kita taat kepada hukum," tutur Agung Laksono

Usai berpidato di tengah keriuhan mantan Menko Kesra itu langsung bergegas keluar. Usai memberikan kata sambutan, Agung Laksono keluar dari lokasi pertemuan melalui jalur evakuasi dengan pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian.

Berdasarkan pantauan awak media, aparat kepolisian yang berada di seputaran lokasi, terlihat melakukan pengamanan. Polisi berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya benturan fisik antarkader Golkar di lokasi rapat konsolidasi itu.

Sebagian dari kader partai terlihat berkumpul di luar dan di dalam gedung. Sebagian di antara mereka seakan memperlihatkan wajah ketidakpuasan atas konflik yang merambat ke daerah tersebut. (ant/mer/jos)

See Also

Presiden Joko Widodo Tegaskan Pemerintah Tak Akan Pulangkan ISIS Eks WNI
Laksdya TNI Aan Kurnia Dilantik Jadi Kabakamla
Menpan RB Sebut Pemerintah Tanpa Pers Tidak Ada Gunanya
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Panglima TNI Tunggu Perintah Menlu Evakuasi WNI Di China
Presiden Joko Widodo Hadiri Perayaan Imlek Nasional
Pengerjaan Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan
Presiden Joko Widodo Katakan Pemerintah Belum Bisa Evakuasi WNI Dari China
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Alasan Pemkab Purworejo Akan Tutup Keraton Agung Sejagat
Keraton Agung Sejagat Akan Ditutup
Polda Jateng Tugaskan Tim Khusus Ke Keraton Agung Sejagat
Polda Jateng Dalami Motif Klaim Berdirinya Keraton Agung Sejagat
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
TNI Tambah 4 KRI Jaga Natuna
Gempa 6,4 SR Guncang Sinabang
TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16 Ke Natuna
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Kebakaran Di Mal Lokasari
Ruko Di Jalan Gajah Mada Terbakar
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.256.729 Since: 07.04.14 | 0.9664 sec