YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Nusantara

Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion

Thursday, 16 April 2015 | View : 1124

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Sejumlah organisasi masyarkat (ormas) Islam Yogyakarta memprotes rencana "Perayaan Paskah Bersama Umat Nasrani" di Stadion Kridosono berada di wilayah Kotabaru, Jl. Yos Sudarso, Yogyakarta yang akan digelar Kamis (16/4/2015).

Dalam protes tertulis yang dilayangkan ke Polda DIY, mereka mencurigai ada misi lain dari perayaan itu.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Erwin Triwanto yang baru menggantikan Brigjen Pol Oerip Sobagyo, Selasa (17/3/2015) di Rupatama Mabes Polri mengatakan, dari hasil tatap mukanya terhadap ormas Islam yang mengajukan keberatan. Mereka mengaku keberatan perayaan itu dihadiri oleh Pendeta Stephen Tong.

Karena ada kekhawatiran kegiatan tersebut hanya sebatas kedok semata. Disinyalir, acara itu juga mengadakan acara pemurtadan agama yang diskenariokan melalui testimoni yang disampaikan di acara tersebut.

"Saya sampaikan ke mereka jika kami menerima keberatan mereka tapi tidak bisa memutuskan. Akan kami cari formulasi terbaik. Karena  kegiatan ibadah atau agama dilindungi oleh Undang-undang," kata Brigjen Pol Erwin Triwanto usai berdialog bersama Ustadz Umar Said dan Koordinator Forum Umat Islam M. Fuad, Selasa (14/4/2015).

Brigjen Pol Erwin Triwanto berjanji akan mengundang panitia acara tersebut guna menanyakan agenda kegiatan. Pasalnya untuk kegiatan agama tidak perlu izin. "Karena ini dilematis buat Polri, kalau kami larang apa dasarnya. Itulah sebabnya saya sampaikan ke mereka kami akan bicara dengan panitia," terang mantan Kabagjiansosmas Bid PPITK STIK Lemdikpol ini, Brigjen Pol Erwin Triwanto.

Penasehat Panitia perayaan Paskah Bersama umat Kristiani Yogyakarta, Chang Wendrinto saat dihubungi awak media mengatakan tidak ada yang perlu diikhawatirkan dari kegiatan Paskah bersama yang menghadirkan Pendeta Stephen Tong. "Saya jamin tidak ada acara seperti yang dikhawatirkan oleh kawan-kawan. Ini adalah kegiatan internal umat Kristiani dan kami hanya kebaktian dan doa saja," kata Chang Wendrinto.

Chang Wendrinto mengatakan, pihaknya sangat menghormati Ngarsa Dalem yang berharap Jogja tetap menjadi kota toleransi. "Apalagi kegiatan ibadah dilindungi Undang-undang. Kami percaya aparat kepolisian dan kawan-kawan dari ormas akan menerima kegiatan kami," tutur Chang Wendrinto. (viva/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.714 Since: 07.04.14 | 0.5649 sec