YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Polisi Diduga Bunuh Diri Tewas Tertembak Di Kepala

Saturday, 16 May 2015 | View : 1650

siarjustisia.com-JAKARTA.

Seorang personel polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (15/5/2015) pukul 23.00 WIB ditemukan tewas dengan luka bekas tembak di kepala di salah satu perumahan kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2015) malam.

Seorang anggota Polri Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat tersebut diduga melakukan bunuh diri menembakkan senjata api miliknya.

Pria bernama Brigadir Wahyudi (29) tersebut menghabisi nyawanya sendiri di Perumahan Citra 2 Blok P5/3A, RT007/RW012, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 23.15 WIB.

Menurut keterangan para saksi, polisi itu bernama Brigadir Wahyudi (29).

“Iya, diduga dia bunuh diri,” terang Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Herru Julianto, saat dihubungi, Sabtu (16/5/2015).

Informasi yang dihimpun awak media, peristiwa itu terjadi di Citra 2 Blok P5 No.3A, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Anggota tersebut diketahui bernama Brigadir Wahyudi.

Brigadir Wahyudi (29), anggota polisi yang menembak diri sendiri, ternyata sudah mempunyai seorang istri. Padahal, anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, tersebut menembak diri sendiri karena bertengkar dengan sang kekasih.

"Dia sudah menikah dua tahun yang lalu. Setahu, saya istri dia saat ini sedang hamil. Istri dia bernama Ita," beber salah satu kerabat ditemui di rumah duka Jalan Attahiriyah II, Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Sabtu (16/5/2015).

Anggota Polri berpangkat Brigadir yang bertugas di Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat diduga bunuh diri menembakkan senjata api miliknya tepat di bagian pelipis kanan.

“Betul ada kejadian itu, tetapi kita belum tahu apa penyebabnya, masih coba kita dalami,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kalideres Ajun Komisaris Polisi (AKP) H. Khoiri, Sabtu (16/5/2015).

Menurut AKP H. Khoiri, polisi tersebut diduga sengaja melepaskan tembakan dari senjata api miliknya ke kepalanya sendiri.

Polisi tersebut diduga bunuh diri seusai bertengkar dengan kekasihnya.

Anggota polisi yang menembak diri sendiri, Brigadir Wahyudi (29), diduga melakukan hal tersebut seusai bertengkar dengan kekasihnya, DA (27). Hal itu diungkapkan oleh DA saat diperiksa oleh jajaran Polsek Kalideres setelah kejadian, Jumat (15/5/2015) malam.

"Dikatakan bahwa korban sering kali mengarahkan pistol ke kepalanya jika terjadi kesalahpahaman antara dia dan DA," tutur Kanit Reskrim Polsek Kalideres Ajun Komisaris Polisi (AKP) H. Khoiri, Sabtu (16/5/2015).

Malam itu dia menyambangi rumah kekasihnya, DA. Wahyudi datang menunggangi mobil Toyota Avanza berwarna silver nopol B 1884 TRE.

AKP Khoiri menjelaskan, Wahyudi sudah mengunjungi rumah DA yang berada di Perumahan Citra Garden 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, dari hari Jumat (15/5/2015) pagi.

Setelah dari sana, Wahyudi bersama DA sempat keluar rumah lalu kembali lagi ke sana sekitar pukul 23.00 WIB.

Tidak lama setelah mereka pulang, Wahyudi diketahui bertengkar dengan DA. Namun AKP H. Khoiri mengaku belum tahu apa yang memicu pertengkaran tersebut.

Hingga kemudian Wahyudi beberapa kali mengancam untuk bunuh diri dengan mengarahkan pistol ke kepalanya sendiri.

“Menurut pacarnya korban, sebelum Wahyudi bunuh diri, mereka sempat adu mulut. Keduanya saling cekcok," papar Kanit Reskrim Polsek Kalideres, Ajun Komisaris Polisi (AKP) H. Khoiri yang datang ke lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Adik DA, JR (20) juga berada di rumah. Menurut JR, Wahyudi bersama Dewi malam itu bermain kartu remi di lantai dua.

Tak berselang lama, dia dan DR (22) yang juga kakaknya mendengar suara letupan senjata api. Mendengar letusan itu mereka pun sontak lari ke lantai dua.

Keduanya melihat Wahyudi sudah terluka dengan luka di pelipis kanannya.

Temuan polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Wahyudi sudah tak bernyawa di lantai dua rumah tersebut dengan mengenakan kaus merah dan celana pendek.

Di samping kiri dekat kakinya ditemukan sebuah senjata api jenis Revolver. Sedangkan di bagian atas dekat kepala ditemukan juga satu proyektil peluru yang telah penyok di tembok.

Selain itu ada luka di pelipis kanan Wahyudi yang diduga merupakan luka tembak. "Kita perkirakan korban menembakkan pistol dari arah kiri tembus ke sebelah kanan kepala,” jelas AKP H. Khoiri.

AKP H. Khoiri pun sampai saat ini belum dapat memastikan motif menembak diri anggota polisi yang merupakan warga Jalan Attahiriyah 2, RT013/RW007 Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini.

Dewi juga belum banyak bercerita menjelaskan perihal keributan dengan Wahyudi semalam.

Kejadian bermula saat korban datang ke lokasi kejadian menggunakan mobil Toyota Avanza B 1884 TRE. Kemudian korban dengan kekasihnya bermain kartu remi di lantai dua.

Selang beberapa lama, terjadi cekcok mulut dan terdengar pula suara letusan senjata.

Kapolsek Kalideres, Kompol Darmawan Karosekali, membenarkan peristiwa seorang anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat yang ditemukan tewas dengan luka bekas tembak di kepala.

Pria bernama Brigadir Wahyudi (29) itu menghabisi nyawanya sendiri di Perumahan Citra 2 Blok P5/3A, RT007/RW012, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 23.15 WIB.

Namun, Kompol Darmawan Karosekali enggan menjelaskan secara detail bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Dia mengaku tidak bisa mengungkap kasus tersebut kepada wartawan karena ini menyangkut anggota kepolisian.

"Saya tidak bisa menjelaskan. Sebab, kasus ini menyangkut anggota kepolisian," kata Kompol Darmawan Karosekali saat dihubungi, Sabtu (16/5/2015).

Jenazah Wahyudi diperiksa anggota Identifikasi Polrestro Jakarta Barat kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah Wahyudi menembakkan senjata api miliknya, di Perumahan Citra 2 Blok P5/3A RT007/RW012 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 23.15 WIB, jenazah polisi tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diperiksa lebih lanjut.

Jenazah Wahyudi saat ini masih berada di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Atas kejadian ini, polisi memeriksa lima orang saksi. Atas peristiwa itu, sebanyak lima saksi sudah diperiksa untuk diambil keterangannya, termasuk kekasih korban. Sedangkan untuk kepentingan pemeriksaan, polisi membawa lima orang saksi yang kebanyakan merupakan anggota keluarga dari kekasih polisi tersebut. Sebagian besar saksi tersebut adalah anggota keluarga DA yang juga berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Mereka adalah dua adik DA, teman adiknya, dan ibu DA.

“Lima orang masih kita periksa. Ada pacarnya, adiknya, sama ibunya juga karena waktu kejadian keluarganya ada di sana semua," ucap AKP H. Khoiri singkat.

Barang bukti yang disita dari lokasi yakni satu pucuk Senpi Revover COP 792408 Sims/Rek:575/VII/2013/Restro Jakpus dan mobil Toyota Avanza B 1884 TRE.

Brigadir Wahyudi (29), seorang anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dikebumikan di Klaten, Jawa Tengah.

Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya tersebut.

Dia dimakamkan di dekat makam ayahnya yang bernama Samino. Ayah Brigadir Wahyudi telah meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. (tri/jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.782 Since: 07.04.14 | 0.7792 sec