YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Nusantara

Mendagri Menilai Ada Upaya Makar Di Balik Isu Beras Plastik

Saturday, 23 May 2015 | View : 606

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merasa perlu ikut berkomentar tentang persoalan beras plastik yang dalam beberapa hari ini membuat warga waswas.

Menurutnya, persoalan beras plastik tidak semata-mata demi keuntungan tetapi sudah ada motif lain di luar ekonomi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyatakan, bahwa keberadaan beras plastik adalah masalah serius karena beras merupakan konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

Tjahjo Kumolo mengatakan, beras memang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Karenanya, hal itu mengundang pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan dengan mengoplos beras.

Namun, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan itu juga mensinyalir adanya motif politik di balik kasus beras plastik.

Bahkan diduga peredarannya merupakan bagian dari makar terhadap negara. “Saya menilai peredaran beras plastik tidak semata mencari keuntungan saja dari jualan atau oplos beras plastik, tapi sudah ada motif politik. Ada usaha makar terhadap negara dan sabotase kepada Pemerintah,” tegas Mendagri Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat ke media, Sabtu (23/5/2015).

Karenanya, Tjahjo Kumolo mendorong intelijen dan kepolisian untuk mengungkap otak di balik beras plastik. "Harus diusut tuntas dan pasti ketemu siapa pelaku otak ini semua," imbuhnya.

Kata Mendagri, dirinya percaya Badan Intelijen Negera (BIN) dan Polri pasti bisa mengusut tuntas. “Harus diusut tuntas. Kita percayakan kepada BIN (Badan Intelijen Negara) dan Kepolisian, pasti ketemu pelaku dan otak ini semua. Karena sejak Januari tak ada impor beras, berarti ada penyelundupan dengan masuknya beras-beras itu ke Indonesia,” tandasnya.

Sebab, katanya, Menteri Perdagangan maupun Bulog sudah berkali-kali membuat pernyataan bahwa sejak Januari lalu tidak ada impor beras. Sejauh ini, Menteri Perdagangan dan Bulog sudah membuat pernyataan bahwa sejak Januari 2015, tidak ada impor beras. "Berarti ada penyelundupan atau masuknya beras ke Indonesia secara ilegal," tukas Mendagri.

Tjahjo Kumolo menegaskan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan impor pangan ditata ulang. Menurutnya, hal itu juga mencakup pemberantasan mafia pangan yang sering membuat masyarakat sengsara.

Dia melanjutkan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan tata kelola impor ditata ulang. Juga harus ada pembersihan terkait oknum-oknum yang bermain masalah pangan yang berakibat pada sengsaranya petani dan masyarakat luas yang mengonsumsi beras.

"Menteri Perdagangan dan Kapolri sudah proaktif, kita apresiasi," cetus Mendagri Tjahjo Kumolo.

Karenanya Tahjo Kumolo selaku Mendagri juga sudah mengeluarkan instruksi ke para Kepala Daerah untuk waspada.

Kemendagri sendiri sudah membuat instruksi kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota se-Indonesia untuk waspada dan mencermati gelagat ini dengan serius.

“Cermati gelagat ini dengan serius. Kami juga melakukan koordinasi, cek lapangan langsung dan pastikan karena keselamatan warga masyarakat harus diutamakan,” pungkas Tjahjo Kumolo. (jos/sp/jpnn)

See Also

Basarnas Telah Mengetahui Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Radius Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperluas
Kementerian Sosial Sediakan Logistik Untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun
Kecelakaan Tragis Mobil Menabrak Baja Pembatas Jalan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara
Nahkoda KM Sinar Bangun Diamankan
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas Dalam Apel Pengecekan Personel Jelang Pilkada
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba
Kodim 0716/Demak Gelar Apel Pengecekan Usai Cuti Lebaran
Arus Balik Di Jalan Arteri Karawang Padat Merayap
Daftar Korban Hilang KM Sinar Bangun
Mendagri Lantik Plt Gubernur Jawa Barat
Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Sanca
Perempuan Ditelan Ular Sanca
Kronologi Perempuan Tewas Dimakan Ular
Truk Sampah Dinas LH DKI Hampir Jatuh Dari Jalan Tol Layang
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, Koramil 01/Demak Buat Jamban Sehat
Babinsa Koramil 02/Bonang Bantu Bagikan Sembako Saat Jelang Lebaran
Koramil 02/Bonang Bersama FKU Dan Umaroh Bersinergi Ciptakan Kebaikan Dan Kedamaian
Prajurit Kodim 0716/Demak Tes Urine Secara Acak
Babinsa Terus Dampingi Petani Saat Pengubinan
Tausiyah Gus Ghofur Dalam Peringatan Nuzulul Quran Di UMK
Danramil 05/Mijen Tekankan Pentingnya Membaca Dan Mengamalkan Al-Quran Dalam Kehidupan Sehari-hari
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.118 Since: 07.04.14 | 0.5749 sec