YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Nusantara

Mendagri Menilai Ada Upaya Makar Di Balik Isu Beras Plastik

Saturday, 23 May 2015 | View : 622

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merasa perlu ikut berkomentar tentang persoalan beras plastik yang dalam beberapa hari ini membuat warga waswas.

Menurutnya, persoalan beras plastik tidak semata-mata demi keuntungan tetapi sudah ada motif lain di luar ekonomi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyatakan, bahwa keberadaan beras plastik adalah masalah serius karena beras merupakan konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

Tjahjo Kumolo mengatakan, beras memang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Karenanya, hal itu mengundang pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan dengan mengoplos beras.

Namun, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan itu juga mensinyalir adanya motif politik di balik kasus beras plastik.

Bahkan diduga peredarannya merupakan bagian dari makar terhadap negara. “Saya menilai peredaran beras plastik tidak semata mencari keuntungan saja dari jualan atau oplos beras plastik, tapi sudah ada motif politik. Ada usaha makar terhadap negara dan sabotase kepada Pemerintah,” tegas Mendagri Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat ke media, Sabtu (23/5/2015).

Karenanya, Tjahjo Kumolo mendorong intelijen dan kepolisian untuk mengungkap otak di balik beras plastik. "Harus diusut tuntas dan pasti ketemu siapa pelaku otak ini semua," imbuhnya.

Kata Mendagri, dirinya percaya Badan Intelijen Negera (BIN) dan Polri pasti bisa mengusut tuntas. “Harus diusut tuntas. Kita percayakan kepada BIN (Badan Intelijen Negara) dan Kepolisian, pasti ketemu pelaku dan otak ini semua. Karena sejak Januari tak ada impor beras, berarti ada penyelundupan dengan masuknya beras-beras itu ke Indonesia,” tandasnya.

Sebab, katanya, Menteri Perdagangan maupun Bulog sudah berkali-kali membuat pernyataan bahwa sejak Januari lalu tidak ada impor beras. Sejauh ini, Menteri Perdagangan dan Bulog sudah membuat pernyataan bahwa sejak Januari 2015, tidak ada impor beras. "Berarti ada penyelundupan atau masuknya beras ke Indonesia secara ilegal," tukas Mendagri.

Tjahjo Kumolo menegaskan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan impor pangan ditata ulang. Menurutnya, hal itu juga mencakup pemberantasan mafia pangan yang sering membuat masyarakat sengsara.

Dia melanjutkan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan tata kelola impor ditata ulang. Juga harus ada pembersihan terkait oknum-oknum yang bermain masalah pangan yang berakibat pada sengsaranya petani dan masyarakat luas yang mengonsumsi beras.

"Menteri Perdagangan dan Kapolri sudah proaktif, kita apresiasi," cetus Mendagri Tjahjo Kumolo.

Karenanya Tahjo Kumolo selaku Mendagri juga sudah mengeluarkan instruksi ke para Kepala Daerah untuk waspada.

Kemendagri sendiri sudah membuat instruksi kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota se-Indonesia untuk waspada dan mencermati gelagat ini dengan serius.

“Cermati gelagat ini dengan serius. Kami juga melakukan koordinasi, cek lapangan langsung dan pastikan karena keselamatan warga masyarakat harus diutamakan,” pungkas Tjahjo Kumolo. (jos/sp/jpnn)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.216 Since: 07.04.14 | 0.6308 sec