YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2018, 0

Nusantara

Mendagri Menilai Ada Upaya Makar Di Balik Isu Beras Plastik

Saturday, 23 May 2015 | View : 657

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merasa perlu ikut berkomentar tentang persoalan beras plastik yang dalam beberapa hari ini membuat warga waswas.

Menurutnya, persoalan beras plastik tidak semata-mata demi keuntungan tetapi sudah ada motif lain di luar ekonomi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyatakan, bahwa keberadaan beras plastik adalah masalah serius karena beras merupakan konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

Tjahjo Kumolo mengatakan, beras memang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Karenanya, hal itu mengundang pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan dengan mengoplos beras.

Namun, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan itu juga mensinyalir adanya motif politik di balik kasus beras plastik.

Bahkan diduga peredarannya merupakan bagian dari makar terhadap negara. “Saya menilai peredaran beras plastik tidak semata mencari keuntungan saja dari jualan atau oplos beras plastik, tapi sudah ada motif politik. Ada usaha makar terhadap negara dan sabotase kepada Pemerintah,” tegas Mendagri Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat ke media, Sabtu (23/5/2015).

Karenanya, Tjahjo Kumolo mendorong intelijen dan kepolisian untuk mengungkap otak di balik beras plastik. "Harus diusut tuntas dan pasti ketemu siapa pelaku otak ini semua," imbuhnya.

Kata Mendagri, dirinya percaya Badan Intelijen Negera (BIN) dan Polri pasti bisa mengusut tuntas. “Harus diusut tuntas. Kita percayakan kepada BIN (Badan Intelijen Negara) dan Kepolisian, pasti ketemu pelaku dan otak ini semua. Karena sejak Januari tak ada impor beras, berarti ada penyelundupan dengan masuknya beras-beras itu ke Indonesia,” tandasnya.

Sebab, katanya, Menteri Perdagangan maupun Bulog sudah berkali-kali membuat pernyataan bahwa sejak Januari lalu tidak ada impor beras. Sejauh ini, Menteri Perdagangan dan Bulog sudah membuat pernyataan bahwa sejak Januari 2015, tidak ada impor beras. "Berarti ada penyelundupan atau masuknya beras ke Indonesia secara ilegal," tukas Mendagri.

Tjahjo Kumolo menegaskan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan impor pangan ditata ulang. Menurutnya, hal itu juga mencakup pemberantasan mafia pangan yang sering membuat masyarakat sengsara.

Dia melanjutkan, sudah saatnya tata kelola perberasan nasional dan tata kelola impor ditata ulang. Juga harus ada pembersihan terkait oknum-oknum yang bermain masalah pangan yang berakibat pada sengsaranya petani dan masyarakat luas yang mengonsumsi beras.

"Menteri Perdagangan dan Kapolri sudah proaktif, kita apresiasi," cetus Mendagri Tjahjo Kumolo.

Karenanya Tahjo Kumolo selaku Mendagri juga sudah mengeluarkan instruksi ke para Kepala Daerah untuk waspada.

Kemendagri sendiri sudah membuat instruksi kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota se-Indonesia untuk waspada dan mencermati gelagat ini dengan serius.

“Cermati gelagat ini dengan serius. Kami juga melakukan koordinasi, cek lapangan langsung dan pastikan karena keselamatan warga masyarakat harus diutamakan,” pungkas Tjahjo Kumolo. (jos/sp/jpnn)

See Also

Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
Apel Akbar HUT Ke-73 Dan Peringatan Hari Pramuka Ke-57 Kwartir Cabang Demak Digelar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.775.254 Since: 07.04.14 | 0.5902 sec