YouTube Facebook Twitter RSS
23 Aug 2019, 0

Nusantara

Ratusan Orang Demo Ahok

Monday, 01 June 2015 | View : 751

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ratusan orang dari sejumlah organisasi massa kembali menggelar demontrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ratusan orang dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) itu berdemonstrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta sejak pukul 10.00 WIB. GMJ merupakan kumpulan ormas-ormas yang sudah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa menentang dan menolak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Rombongan itu antara lain berasal dari Generasi Cinta Negeri (Gentari), Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI) GOI, Front Betawi Rempug (FBR), Forum Betawi Bersatu (FBB), BARA API, Progres 98, REKAN IKBT, dan PERMATA Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI).

Massa mulai berkumpul pukul 10.00 WIB, Senin (1/6/2015). Massa GMJ di depan DPRD DKI semakin bertambah. Senin (1/6/2015) siang, ratusan massa terus berdatangan ke depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Sekitar 100-an orang dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) mulai berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Mereka berkumpul di Jalan Kebon Kacang Raya sambil membentangkan beberapa spanduk yang menyerang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa 'Ahok'. Tulisan dalam spanduk salah satunya yakni 'Lengserkan Ahok Sekarang Juga'. Selain itu, ada tulisan lainnya yang berisi SARA.

Massa diperkirakan akan terus bertambah. Massa yang sudah datang masih terlihat berkumpul di beberapa titik di Bundaran Hotel Indonesia.

Satu per satu demonstran yang mengenakan baju putih ini langsung memenuhi Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Semakin banyaknya massa membuat Jalan Kebon Sirih ditutup sebagian.

Sasaran tembak aksi unjuk rasa ini adalah Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka bergantian menyampaikan pendapat mengenai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam aksinya, GMJ menuntut Gubernur DKI Jakarta dilengserkan karena kebijakannya dinilai tidak pro terhadap rakyat kecil. Basuki Tjahaja Purnama dianggap arogan dan mirip preman. Mereka menilai seorang seperti itu tidak layak jadi pemimpin. Basuki Tjahaja Purnama dinilai sebagai minoritas yang sering menyakiti mayoritas, tidak tahu kearifan lokal, dan tidak Pancasilais.

Massa menuntut dan meminta Dewan agar anggota Dewan terhormat melengserkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) meminta Dewan terhormat melanjutkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Mereka berunjuk rasa untuk melengserkan orang nomor satu Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) sudah tiba di depan Gedung DPRD DKI. Massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) mulai bergerak dari Bundaran HI menuju Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/6/2015). Dalam perjalanan massa GMJ menuju Gedung DPRD tadi, massa tersebut membentuk tiga baris dan mengokupasi dua lajur Jalan MH Thamrin. Senin (1/6/2015), massa FPI membuat Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat nyaris tak bisa dilalui berbagai jenis kendaraan.

Kemacetan panjang arus lalu lintas Jalan Kebon Sirih tak terelakkan, Senin (1/6/2015), karena unjuk rasa ratusan orang dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) di depan Gedung DPRD DKI.

Demonstran menutup seluruh jalur di jalan tersebut. Dua jalur digunakan untuk menyuarakan aspirasi, sedangkan satu jalur beralih fungsi menjadi lahan parkir.

Berdasarkan pantauan, massa GMJ memenuhi dua lajur Jalan Kebon Sirih sehingga hanya satu lajur yang bisa digunakan oleh pengguna jalan. Laju kendaraan dari arah Jalan Jatibaru dan Jalan MH Thamrin mulai tersendat saat berada di Wisma Mandiri. Saat berada di depan Gedung Lemhanas, arus kendaraan semakin padat karena menyempit menjadi satu lajur.

Polisi menutup Jalan Kebon Sirih. Polisi menutup jalan dari perempatan Jalan Sabang dan Kebon Sirih. Petugas kepolisian melakukan pemberlakuan buka tutup lalu lintas. Polisi hanya menyisakan satu lajur untuk kendaraan dari dan dalam kantor di sepanjang jalan itu.

Berdasarkan pantauan, lalu lintas di Jalan MH Thamrin mulai padat karena hanya satu lajur kendaraan yang dapat dilintasi. Massa GMJ mengokupasi dua lajur di Jalan Kebon Sirih. Akibatnya hanya satu lajur kendaraan yang digunakan untuk melintas. Hal tersebut sempat membuat kemacetan di Jalan Kebon Sirih.

Sementara massa mengisi dua jalur jalan lainnya. Kendaraan mereka juga memenuhi jalan sebagai tempat parkir.

Bagi pengendaraan dari arah Tanah Abang menuju Senen, pengendara bisa melalui Jalan Medan Merdeka Selatan. Arus lalu lintas dialihkan menuju Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Sementara bagi pengguna sepeda motor diperbolehkan melintas Jalan MH Thamrin. Akibatnya banyak pengendara motor yang melewati trotoar di Jalan Kebon Sirih. Tak pelak beberapa pengendara motor sempat melanggar aturan. Beberapa pengendara sepeda motor yang tidak sabar akhirnya memilih untuk melintas di trotoar. Polisi yang melihat aksi para pengendara sepeda motor tersebur langsung menghentikan beberapa pengendara. Polisi langsung meminta pengendara kembali ke jalan utama.

Polisi terlihat melakukan penjagaan. Polisi tampak melakukan penjagaan di sepanjang Gedung DPRD DKI Jakarta. Polisi juga meminta para pengendara untuk tetap berjalan dan tidak berhenti untuk menyaksikan aksi unjuk rasa.

Koordinator aksi dari atas mobil komando juga berulang kali menyerukan massa agar tertib dan tidak memakan jalur lainnya. Massa pun langsung mengikuti arahan komando. Mengikuti komando, mereka juga menyerukan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dilengserkan.

Aksi GMJ tersebut dikawal ketat oleh polisi. Ratusan petugas kepolisian bersiaga mengamankan jalannya aksi. Mencegah tindakan anarkis, seratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng melakukan pengamanan. Sedikitnya 365 petugas kepolisian gabungan dari Polda Metro Jaya, Polrestro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek diterjunkan untuk mengamankan aksi.

Polisi juga tampak berjaga di depan belakang para pengunjuk rasa. Hal ini dilakukan agar para pengunjuk rasa melebar ke lajur lainnya. Polisi membentuk border sekitar lima meter di depan massa. Setidaknya, ada empat kendaraan sepeda motor pengurai massa yang mengawal di depan.

"Pasukan keamanan sudah saya kerahkan dari Polda, Polres, Polsek. Sekitar 100 orang," papar Kapolsek Menteng yang sebelumnya mantan Kapolsek Tambora, Komisaris Polisi (Kompol) Dedy Tabrani, S.iK., M.Si., saat ditemui di lokasi, Senin (1/6/2015).

"100 orang polisi gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng," tambah Kapolsek Menteng Komisaris Polisi (Kompol) Dedy Tabrani, S.iK., M.Si., di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015) pagi.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan oleh awak media, pada Jumat (29/5/2015), ada selebaran yang dibagikan di sebuah Masjid di kawasan Tanah Abang. Selebaran itu menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ). Dalam selebaran itu, mereka menyatakan, dalam rangka memperingari lahirnya Pancasila 1 Juni 2015, mereka mengajak para tokoh dan masyarakat Jakarta bersatu menolak Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam selebaran itu, Gerakan Masyarakat Jakarta menyebutkan lima hal yang membuat Basuki Tjahaja Purnama layak ditolak sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pertama, mereka menyebut Ahok arogan atau preman, lalu Ahok disebut tidak layak jadi pemimpin. Ketiga, mereka menyebut Ahok sering menyakiti mayoritas dan keempat mereka menyebut Ahok tidak tahu kearifan lokal. Terakhir, mereka menyebut Ahok tidak Pancasialis.

Unjuk rasa itu rencananya akan digelar di DPRD DKI Jakarta Senin (1/6/2015) siang. Titik kumpul massa adalah di Bundaran Hotel Indonesia untuk kemudian berjalan menuju Gedung DPRD DKI. Rencananya, massa GMJ akan berjalan menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta di Kebon Sirih. Mereka akan berunjuk rasa untuk menurunkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (lip/cnn/kom/oke)

See Also

Jelang HUT RI, Satgas TMMD Ajak Warga Bersihkan Lingkungan
Sejak Ada TMMD, Tidak Ada Lagi Kamus Takut Sama Tentara
Seberangkan Anak Sekolah Juga Dilakoni Satgas TMMD
Ngojek Anak Sekolah Di Desa TMMD Juga Dilakukan TNI
TNI Buka Biro Angkutan Antar Jemput Anak-Anak Sekolah
Danramil 01/Demak Kota Katakan Lega Rasanya Bisa Bantu Warga Mempunyai Rumah Layak Huni
Pelopori Peduli Kebersihan Lingkungan, TNI Gelar Jumat Bersih
TNI Ajarkan Anak-Anak SD Untuk Berperan Di Kebersihan Masjid
Ini Salah Satu Cara TNI Satgas TMMD Diidolakan Anak-anak
Terkait Upacara Penutupan TMMD Sudah Mulai Dirapatkan
Wawasan Kebangsaan Di Desa Sasaran TMMD Mulai Tampak
Sesibuk Apapun Kerja Di TMMD, TNI Satgas Tetap Tak Meninggalkan Ibadah
Dansatgas TMMD Kodim 0716/Demak Wujudkan Impian Warga Dukuh Duduk
Kami Guru Di Kalikondang Tak Pernah Lupa Dengan Jasa TNI
Sosok Prajurit TNI Yang Berandil Besar Di Pengecoran Jalan
Luar Biasa Saya Bisa Ngangsu Kawruh Dengan Banyak Ulama
Berkat TMMD, Lapangan Kalikondang Menjadi Kebanggaan Warga
Terus Didekati, Balita Di Desa TMMD Tak Takut Lagi Dengan Tentara
Sang Kapten Yang Sigap Di Lokasi TMMD
Danramil Yang Menjadi Tauladan Di Lokasi TMMD Kalikondang
Sinyal Pamitan Dibunyikan TNI Satgas, Warga Resah
TNI Memang Luar Biasa
12 RTLH Sudah Berhasil Direhab Tentara
Jelang Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Genjot Pekerjaan Tahap Akhir
Babinsa Yang Terus Dorong Warga Untuk Manunggal Dengan TNI
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.284.092 Since: 07.04.14 | 1.0559 sec