YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Nusantara

Ketua Umum FPI Sebut Para Ketua DPRD DKI Pengecut

Monday, 01 June 2015 | View : 879

siarjustisia.com-JAKARTA.

Massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menyebut anggota DPRD DKI Jakarta pengecut. Mereka menyebut hal itu sebab massa GMJ yang bertandang ke Gedung DPRD tidak bisa bertemu dengan Ketua DPRD DKI Jakarta.

Massa GMJ gabungan dari Generasi Cinta Negeri (Gentari), Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI) GOI, Front Betawi Rempug (FBR), Forum Betawi Bersatu (FBB), BARA API, Progres 98, REKAN IKBT, dan PERMATA Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI).

Perwakilan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang berdemonstrasi menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak puas meski telah berhasil menemui beberapa anggota DPRD DKI untuk menyampaikan aspirasi mereka, Senin (1/6/2015).

Salah satu perwakilan pendemo yang ikut bertemu anggota DPRD DKI ialah Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab atau lebih dikenal dengan nama Habib Rizieq Shihab.

Tahu Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tidak ada di tempat, pimpinan FPI Habieb Rizieq Shihab, emosi. Dia marah karena menganggap semua pimpinan DPRD melarikan diri saat akan ditemui perwakilan FPI.

"Ternyata semua pimpinan DPRD melarikan diri kurang ajar," teriak Habib Rizieq Shihab di salah satu ruangan, Senin (1/6/2015).

Habib Rizieq Shihab tak terima dengan perlakuan DPRD yang terkesan menghindari kehadiran GMJ. Saking kesalnya, Habib Rizieq Shihab mengaku sempat mengecek ruangan pimpinan Dewan terhormat satu per satu.

Padahal, kata Habib Rizieq Shihab, dia sudah mengirim pesan singkat kepada anggota DPRD dan Ketua DPRD untuk menggelar pertemuan dengan GMJ.

"Karena saya sudah SMS Ketua DPRD. Saya sempat sweeping ke dalam ruangan kantor hanya ada dua orang yang ada di situ," ucapnya kesal.

Tetapi GMJ ternyata hanya bisa menemui Wakil Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Haji Syarifuddin dan anggota Fraksi PAN Johan Musyawa.

"Setelah kita masuk ternyata tidak ada anggota Dewan semua. Para Ketua (para pimpinan) DPRD DKI tidak ada. Pengecut, tidak? Pengecut," teriak pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih No.18, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab menyebut, saat bertandang, ia tidak menemukan anggota DPRD. Habib Rizieq Shihab pun akhirnya memutuskan untuk menelusuri keberadaan mereka di Gedung DPRD DKI.

"Akhirnya sweeping dari kamar ke kamar. Dapat dua 'ekor' (anggota Dewan) dan menerima diskusi," kata Habib Rizieq Shihab.

Usai pertemuan dengan anggota Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan rekannya dari Partai Amanat Nasional (PAN), delegasi ormas-ormas yang tergabung dalam GMJ satu per satu keluar dari dalam Gedung DPRD untuk menyampaikan hasil pembicaraan mereka.

Habib Rizieq Shihab mengatakan, keinginannya sudah disampaikan dalam diskusi tersebut. Para anggota Dewan juga berjanji akan mengakomodasi tuntutan dari massa GMJ.

"Kami sudah berdiskusi dengan dua anggota DPRD dan menyampaikan keinginan kami untuk melengserkan Ahok. Kami sudah cek ke dalam gedung, semua anggota Dewan kabur, cuma ada dua orang saja," tukas Habib Rizieq Shihab.

Saat menyampaikan tuntutan kepada DPRD DKI Jakarta, Habib Rizieq Shihab mendesak Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Basuki Tjahaja Purnama segera disampaikan oleh DPRD dalam waktu dekat. "Salah satunya mengenai hak angket dan harus diteruskan dengan menggelar Hak Menyatakan Pendapat terhadap Ahok (Gubernur DKI)," ungkap Habib Rizieq Shihab.

Pimpinan FPI itu juga mendorong DPRD DKI untuk menurunkan orang nomor satu di Ibu Kota, Basuki Tjahaja Purnama. "Kesalahan Ahok begitu banyak. Ini perlu ditindaklanjuti DPRD sampai Ahok dilengserkan. Kalau Ahok dibiarkan, di mana eksistensi wakil rakyat?" ketus Habib Rizieq Shihab.

Habib Rizieq Shihab mengatakan jika DPRD DKI tidak juga menggelar sidang paripurna untuk menanggapi permintaan mereka menurunkan Basuki Tjahaja Purnama lewat penyampaian Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap sang Gubernur, GMJ siap menduduki Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Begitu keluar dari dalam Gedung DPRD, ia langsung melontarkan ancaman. "Jangan salahkan kalau kami main kasar dan tegas," kata Habib Rizieq Shihab.

Atas perlakuan DPRD, dia mengancam akan membawa massa GMJ lebih banyak ke Balai Kota DKI dan DPRD DKI Jakarta. "Kalau DPRD mempermainkan rakyat, jangan salah kan kami kalau kami panggil massa yang banyak menduduki Balai Kota. Lebaran nanti saya bawa pasukan 9.900 pasukan seluruh Jakarta untuk lengserin Ahok," tutupnya.

Sebelumnya, di sela berdemo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, dua puluhan perwakilan massa GMJ menemui pimpinan.

Massa GMJ meminta Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Prasetio Edi Marsudi, S.H. dan Ketua Fraksi Hanura yang sebelumnya menjadi Ketua Pansus Angket Muhammad Ongen Sangadji untuk menemui mereka. Mereka mengaku hanya ingin bertemu dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dan Ketua Fraksi Hanura Mohammad Ongen Sangadji saja. Kalau tidak, massa mengancam bermalam di DPRD.

"Kami hanya ingin temui Pak Ongen (panggilan Sangaji) dan Ketua DPRD, yaitu Prasetio," ujar juru bicara Forum Betawi Bersatu (FBB), Rahmat, yang menjadi perwakilan massa GMJ, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih No.18, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).

"Rencana awal kita kita akan bertahan di sini sampai bertemu Ongen dan Prasetio. Kami akan bermalam di sini. Tapi itu semua situasional, tergantung kondisi dan musyawarah kita," kata Juru Bicara aksi dari Forum Betawi Bersatu (FBB) Rahmat.

Tapi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, yang mereka cari ternyata tidak di tempat. Prasetio Edi Marsudi diketahui berada dalam acara peresmian kantor DPP PDIP yang baru di Jalan Diponegoro No.58, Jakarta Pusat. Meski sudah tahu agenda itu, mereka tetap memaksa.

"Terlepas dari itu kan bisa dia datang beberapa menit. Kami kan rakyat mau bertanya ke wakil rakyat," imbuh Rahmat.

Massa ingin bertemu Prasetio Edi Marsudi dan Muhammad Ongen Sangadji karena keduanya menolak melanjutkan Angket ke Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Sikap itulah yang membuat mereka penasaran dan ingin penjelasan langsung.

"Nah justru kami akan tanya kenapa mereka tolak HMP, sementara Ahok sudah nggak layak jadi pemimpin kita. Ongen sebagai ketua angket dan Prasetio sebagai ketua DPRD harusnya dukung rakyat. Kami sebagai rakyat akan tanya kepada wakil rakyat. Anggota yang lain nggak mewakili karena Ongen sebagai ketua angket dulu. Kenapa dia sekarang menolak," urai Rahmat.

Juru bicara FBB, Rahmat pun menjelaskan alasan mereka hanya ingin ditemui oleh Muhammad Ongen Sangadji dan Prasetio Edi Marsudi. Mereka mengaku akan bertanya kepada Muhammad Ongen Sangadji sebagai Ketua Tim Angket yang lalu. Sebab, kini Muhammad Ongen Sangadji berbalik tidak mendukung Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Mereka juga akan mempertanyakan kepada Prasetio Edi Marsudi yang tidak mendukung HMP. Sebab, menurut dia, sebagai Ketua DPRD, Prasetio Edi Marsudi harus mendengar keinginan masyarakat. "Kami kan rakyat mau bertemu dengan wakil rakyat," tukas Rahmat.

"Bukan kami menolak. Tapi, kami tadi belum confirm kalau Prasetio dan Ongen tidak bisa hadir," ujar Rahmat.

Mengenai tindakan yang tidak konsisten saat ini, Rahmat pun malah mengatakan bahwa mereka tidak pernah menolak Mohammad Taufik sebelumnya. Dia mengatakan, mereka bersedia diterima siapa pun anggota Dewan jika Prasetio Edi Marsudi dan Muhammad Ongen Sangadji tidak bisa menerima mereka. Padahal, sebelumnya mereka bersikeras hanya ingin diterima oleh Prasetio Edi Marsudi dan Muhammad Ongen Sangadji. (cnn/kom)

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.023.197 Since: 07.04.14 | 0.7567 sec