YouTube Facebook Twitter RSS
24 Apr 2019, 0

Nusantara

Presiden Kunjungi Galangan Kapal Di Batam

Sunday, 21 June 2015 | View : 527

siarjustisia.com-BATAM.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" didampingi Ibu Negara Iriana Widodo mengunjungi galangan kapal milik PT. Anggrek Hitam di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (21/6/2015).

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (21/6/2015) berdialog dengan kalangan pengusaha galangan kapal di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Para pengusaha mengungkapkan berbagai keluhan, baik terkait Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait pembayaran dalam mata uang rupiah mulai 1 Juli 2015, kebiasaan BUMN membeli pipa di luar negeri, izin pelayanan, hingga otoritas Dewan Kawasan Industri.

Preside‎n Jokowi menanggapi positif keluhan para pengusaha yang mengaku terus menurun produktivitasnya.

"Saya minta list, kemampuan industri galangan kapal kita berapa. Jenis kapalnya apa saja," kata Presiden Jokowi.

‎Dia mengaku takjub menyaksikan kemampuan industri galangan kapal nasional, yang jumlahnya mencapai 250 perusahaan dan khusus di Batam sebanyak 104 perusahaan.

"Baru terbuka mata saya bahwa industri galangan kapal Indonesia mampu bangun sendiri. Hampir semua jenis kapal kita mampu bangun, apakah kapal cargo, kapal penumpang, kapal tanker, hingga kapal roro kita bisa," katanya.

Saat meninjau galangan kapal yang merupakan anak perusahaan Holotan Pte Ltd Singapura, Kepala Negara didampingi Menteri Kabinet Kerja yang turut hadir antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani.

ADVERTISING
 
 
 

Menperin Saleh Husin berada di Batam untuk mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi industri galangan kapal di Kepulauan Riau.

Industri galangan kapal nasional terus diperkuat seiring program poros maritim yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kemampuan galangan nasional membangun kapal bakal ditopang industri komponen kapal dalam negeri. Untuk mempercepat, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong industri di luar perkapalan melakukan diversifikasi dan ikut memproduksi komponen kapal.

"Strateginya, kita rangkul dan dorong pelaku industri mobil, logam, produsen mesin untuk juga memproduksi komponen kapal. Mereka sudah memiliki keahlian dan peralatan," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Batam, Minggu (21/6/2015).

ADVERTISING
 
 
 

Industri komponen ini diharapkan mengiringi penguatan industri galangan kapal. Saat ini, industri galangan kapal nasional terus tumbuh sejalan penguatan sektor maritim. "PT. Pertamina (Persero) sudah memasukkan pesanan kapal ke galangan-galangan kita. Begitu juga kapal ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan). Ini menggerakkan industri kita," kata Menperin.

Di galangan PT. Anggrek Hitam misalnya, tengah dibangun dua kapal tanker milik Pertamina, MT Parigi dan MT Pattimura, masing-masing berbobot mati 17.500 DWT.

Galangan kapal Anggrek Hitam yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare (ha), ‎memiliki spesifikasi untuk membuat floating cranes, accommodation barges, work barges, tug boats, self propelled barges, dan supply vessels.

Saat ini, pengerjaan proyek terakhir adalah kapal milik PT. Pertamina (Persero) yang berkapasitas 17.500 LTDW.

Saat ini, Pertamina sedang membangun 10 kapal tanker di beberapa galangan kapal di Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap industri perkapalan.

Soal program penguatan industri perkapalan nasional, Menperin memaparkan program insentif fiskal yang berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen kapal yang tertuang dalam PMK nomor 249/PMK011/2014. Selain itu, melalui Peraturan Pemerintah (PP) 146/2000 jo PP 38/2003 tentang fasilitas fiskal untuk impor dan/atau penyerahan kapal laut, pesawat udara, kereta api dan suku cadangnya.

"Saat ini sedang diproses pembentukan RPP pengganti PP 38/2003 yang akan mengubah fasilitas pajak pertambahan nilai (PPn) dari dibebaskan menjadi tidak dipungut," ujarnya.

Meskipun fasilitas tetap diberikan hanya kepada pengguna armada kapal, imbuh Menperin, namun galangan kapal dapat menikmati fasilitas ini dengan mengkreditkan pajak masukan.

Terkait RPP tersebut, Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Hasbi Assiddiq Syamsuddin mengatakan draft sudah berada di Setneg. "Kita optimistis, segera menjadi PP dan mulai berlaku untuk mengakselerasi industri kita," pungkas Menteri Perindustrian Saleh Husin. (sp/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.704.899 Since: 07.04.14 | 0.658 sec