YouTube Facebook Twitter RSS
23 Aug 2019, 0

Nusantara

Presiden Kunjungi Galangan Kapal Di Batam

Sunday, 21 June 2015 | View : 559

siarjustisia.com-BATAM.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" didampingi Ibu Negara Iriana Widodo mengunjungi galangan kapal milik PT. Anggrek Hitam di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (21/6/2015).

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (21/6/2015) berdialog dengan kalangan pengusaha galangan kapal di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Para pengusaha mengungkapkan berbagai keluhan, baik terkait Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait pembayaran dalam mata uang rupiah mulai 1 Juli 2015, kebiasaan BUMN membeli pipa di luar negeri, izin pelayanan, hingga otoritas Dewan Kawasan Industri.

Preside‎n Jokowi menanggapi positif keluhan para pengusaha yang mengaku terus menurun produktivitasnya.

"Saya minta list, kemampuan industri galangan kapal kita berapa. Jenis kapalnya apa saja," kata Presiden Jokowi.

‎Dia mengaku takjub menyaksikan kemampuan industri galangan kapal nasional, yang jumlahnya mencapai 250 perusahaan dan khusus di Batam sebanyak 104 perusahaan.

"Baru terbuka mata saya bahwa industri galangan kapal Indonesia mampu bangun sendiri. Hampir semua jenis kapal kita mampu bangun, apakah kapal cargo, kapal penumpang, kapal tanker, hingga kapal roro kita bisa," katanya.

Saat meninjau galangan kapal yang merupakan anak perusahaan Holotan Pte Ltd Singapura, Kepala Negara didampingi Menteri Kabinet Kerja yang turut hadir antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani.

ADVERTISING
 
 
 

Menperin Saleh Husin berada di Batam untuk mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi industri galangan kapal di Kepulauan Riau.

Industri galangan kapal nasional terus diperkuat seiring program poros maritim yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kemampuan galangan nasional membangun kapal bakal ditopang industri komponen kapal dalam negeri. Untuk mempercepat, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong industri di luar perkapalan melakukan diversifikasi dan ikut memproduksi komponen kapal.

"Strateginya, kita rangkul dan dorong pelaku industri mobil, logam, produsen mesin untuk juga memproduksi komponen kapal. Mereka sudah memiliki keahlian dan peralatan," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Batam, Minggu (21/6/2015).

ADVERTISING
 
 
 

Industri komponen ini diharapkan mengiringi penguatan industri galangan kapal. Saat ini, industri galangan kapal nasional terus tumbuh sejalan penguatan sektor maritim. "PT. Pertamina (Persero) sudah memasukkan pesanan kapal ke galangan-galangan kita. Begitu juga kapal ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan). Ini menggerakkan industri kita," kata Menperin.

Di galangan PT. Anggrek Hitam misalnya, tengah dibangun dua kapal tanker milik Pertamina, MT Parigi dan MT Pattimura, masing-masing berbobot mati 17.500 DWT.

Galangan kapal Anggrek Hitam yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare (ha), ‎memiliki spesifikasi untuk membuat floating cranes, accommodation barges, work barges, tug boats, self propelled barges, dan supply vessels.

Saat ini, pengerjaan proyek terakhir adalah kapal milik PT. Pertamina (Persero) yang berkapasitas 17.500 LTDW.

Saat ini, Pertamina sedang membangun 10 kapal tanker di beberapa galangan kapal di Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap industri perkapalan.

Soal program penguatan industri perkapalan nasional, Menperin memaparkan program insentif fiskal yang berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen kapal yang tertuang dalam PMK nomor 249/PMK011/2014. Selain itu, melalui Peraturan Pemerintah (PP) 146/2000 jo PP 38/2003 tentang fasilitas fiskal untuk impor dan/atau penyerahan kapal laut, pesawat udara, kereta api dan suku cadangnya.

"Saat ini sedang diproses pembentukan RPP pengganti PP 38/2003 yang akan mengubah fasilitas pajak pertambahan nilai (PPn) dari dibebaskan menjadi tidak dipungut," ujarnya.

Meskipun fasilitas tetap diberikan hanya kepada pengguna armada kapal, imbuh Menperin, namun galangan kapal dapat menikmati fasilitas ini dengan mengkreditkan pajak masukan.

Terkait RPP tersebut, Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Hasbi Assiddiq Syamsuddin mengatakan draft sudah berada di Setneg. "Kita optimistis, segera menjadi PP dan mulai berlaku untuk mengakselerasi industri kita," pungkas Menteri Perindustrian Saleh Husin. (sp/jos)

See Also

Jelang HUT RI, Satgas TMMD Ajak Warga Bersihkan Lingkungan
Sejak Ada TMMD, Tidak Ada Lagi Kamus Takut Sama Tentara
Seberangkan Anak Sekolah Juga Dilakoni Satgas TMMD
Ngojek Anak Sekolah Di Desa TMMD Juga Dilakukan TNI
TNI Buka Biro Angkutan Antar Jemput Anak-Anak Sekolah
Danramil 01/Demak Kota Katakan Lega Rasanya Bisa Bantu Warga Mempunyai Rumah Layak Huni
Pelopori Peduli Kebersihan Lingkungan, TNI Gelar Jumat Bersih
TNI Ajarkan Anak-Anak SD Untuk Berperan Di Kebersihan Masjid
Ini Salah Satu Cara TNI Satgas TMMD Diidolakan Anak-anak
Terkait Upacara Penutupan TMMD Sudah Mulai Dirapatkan
Wawasan Kebangsaan Di Desa Sasaran TMMD Mulai Tampak
Sesibuk Apapun Kerja Di TMMD, TNI Satgas Tetap Tak Meninggalkan Ibadah
Dansatgas TMMD Kodim 0716/Demak Wujudkan Impian Warga Dukuh Duduk
Kami Guru Di Kalikondang Tak Pernah Lupa Dengan Jasa TNI
Sosok Prajurit TNI Yang Berandil Besar Di Pengecoran Jalan
Luar Biasa Saya Bisa Ngangsu Kawruh Dengan Banyak Ulama
Berkat TMMD, Lapangan Kalikondang Menjadi Kebanggaan Warga
Terus Didekati, Balita Di Desa TMMD Tak Takut Lagi Dengan Tentara
Sang Kapten Yang Sigap Di Lokasi TMMD
Danramil Yang Menjadi Tauladan Di Lokasi TMMD Kalikondang
Sinyal Pamitan Dibunyikan TNI Satgas, Warga Resah
TNI Memang Luar Biasa
12 RTLH Sudah Berhasil Direhab Tentara
Jelang Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Genjot Pekerjaan Tahap Akhir
Babinsa Yang Terus Dorong Warga Untuk Manunggal Dengan TNI
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.284.148 Since: 07.04.14 | 1.1165 sec