YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Hukum

Karyawati Yang Diperkosa Di Angkot D01 Alami Trauma

siarjustisia.com-JAKARTA.

Seorang karyawati yang bekerja di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi korban pemerkosaan sopir angkot D-01 jurusan Ciputat-Kebayoran di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2015) dini hari. Korban berinisial NA (35) tidak menyadari niat jahat pelaku yang menawarinya tumpangan.

Di Mapolres Metro Jakarta Selatan, NA menceritakan bahwa peristiwa itu bermula ketika ia menunggu angkot sepulang kerja pada Jumat (19/6/2015) sekitar pukul 23.30 WIB. Kemudian, muncullah angkot yang dikemudikan oleh DAS (21). Tanpa rasa curiga, NA naik angkot tersebut dan duduk di bangku depan bersama sopir.

Selama perjalanan, DAS sempat mengajak NA mengobrol, dari persoalan pekerjaan hingga keluarga. Saat perjalanan sampai di Lebak Bulus, DAS menawarkan tumpangan kepada NA hingga perempatan Fatmawati.

"Dia bilang alasannya sekalian mau ke tempat temannya. Saya tanya, 'Yang benar?' Dia bilang ya. Ya sudah, saya bilang enggak apa-apa," kata NA.

Sampai ke perempatan Fatmawati, DAS tidak menepati janjinya. Ia kembali membuat alasan lagi untuk mengantar hingga Terminal Kampung Rambutan. NA pun mulai curiga. Kepada pelaku, korban mengatakan tak usah diantar ke sana. Korban mengatakan bahwa dirinya hanya karyawan biasa dan tak sanggup membayar biaya carter. Namun, pelaku berkukuh mengantar hingga Kampung Rambutan. "Udah, Mbak bayar saja seperlunya," ujar NA menirukan kata pelaku.

Sampai di jalur atas flyover Tanjung Barat, korban meminta kepada pelaku untuk berhenti dan menurunkannya di sana. Korban mengatakan ingin melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan S-15 menuju arah Pasar Rebo. Saat itu, pelaku berpura-pura menuruti kemauan korban.

"Dia bilang mau kencing. Tetapi, dia memepetkan (pintu) mobil ke tembok flyover sehingga saya tidak bisa turun. Karena kalau saya tetap turun, sama saja saya bunuh diri lompat ke bawah (flyover)," ujar NA.

Ketika pelaku buang air kecil, NA berusaha mencari kesempatan untuk keluar dari pintu pengemudi. Namun, pelaku mendadak muncul dari samping pintu.

"Dia sudah nongol dan bilang, 'Kakak kira saya orang baik? Saya orang jahat.' Saya teriak, tapi enggak ada yang dengar," ujar NA.

DAS kemudian memacu angkotnya lagi. Korban kembali memohon agar pelaku untuk menurunkannya di depan Gedung Antam. "Kamu boleh ambil HP, dompet, dan kartu ATM saya, tapi jangan sakiti saya. Saya punya suami dan dua anak," ujar NA kepada pelaku.

Pelaku tak menggubrisnya. Angkot bernomor polisi B 1403 VTX itu melaju kencang dan memutar di putaran balik arah tak jauh dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sekitar 100 meter setelah berputar, pelaku menepikan mobil di tempat sepi dan melampiaskan nafsu bejatnya.

"Saya sempat mau keluar, tapi kunci pintunya sudah dicabut sama pelaku. Dia juga ancam saya di situ dengan kunci roda. Dia juga ngaku ada pisau di dasbor mobilnya. Saat kejadian itu, saya ngelawan, berontak terus," ujar NA.

Sampai akhirnya, bunyi suara motor warga yang terdengar dekat membuat pelaku menyudahi perbuatannya. Namun, DAS masih menyekap korban di dalam mobil. Korban kembali meminta pelaku melepasnya. Pelaku melepaskan korban sebelum lampu lalu lintas di kawasan Condet.

Setelah lepas dari pelaku, NA mencari taksi dan melapor ke kantor polisi saat itu juga.

Karyawati berinisial NA (35) yang menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan supir tembak angkot D01 jurusan Ciputat-Kebayoran Lama nomor polisi B 1403 VTX pada Sabtu (20/6/2015) dini hari, saat ini, Minggu (21/6/2015), masih trauma. NA (35), karyawati yang diperkosa oleh sopir angkot D01 Ciputat-Kebayoran di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, mengalami trauma. NA kerap termenung dan menangis sendiri.

"Sampai sekarang istri saya masih trauma atas kejadian pemerkosaan itu. Dia masih sering menangis sendiri dan bengong," ujar J, suami NA, kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Istri masih trauma, di rumah masih bengong, nangis sendiri, merasa dirinya kotor. Jadi, saya sebisa mungkin dampingi istri saya," tambah J (38), suami NA, yang mendampingi sang istri di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).

J menceritakan, ada dua shift kerja di kantor istrinya. Saat kejadian, NA tengah menjalani shift malam, mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00 WIB.

"Itu belum ditambah, biasanya, istri saya mesti buat laporan (kerja) lagi setelah tutup, hampir sekitar 2 jam," ujar J.

Biasanya, antara pukul 23.30 dan pukul 00.30 WIB kala shift malam, NA sudah bisa sampai di rumah. Kadang kalau dapat kesempatan, J yang bekerja sebagai sopir bus ini menyempatkan diri untuk menjemput.

"Mayoritas biasa pulang sendiri," kata J.

J berencana menanyakan kepada pihak di tempat kerja sang istri soal jam pulang yang larut malam itu. Ia berharap, pihak tempat kerja sang istri dapat memberikan jaminan keamanan pulang malam, seperti antar jemput.

J mengatakan istrinya akan mengambil cuti kerja mentalnya pulih dan kasusnya selesai ditangani polisi.

"Buat sekarang saya dan istri libur dulu dari kerjaan, istri juga masih trauma atas kejadian kemarin," katanya.

J mengatakan akan mendampingi istrinya melewati masa sulit pascaaksi bejat supir tembak.

Dari kejadian ini, J berharap agar aparat dapat memproses pelaku.

"Saya berharap, pelaku dapat dihukum seberat-beratnya, paling tidak sesuai undang-undang yang berlaku," tukas J.

NA naik angkot nomor D01 dari daerah Gandaria sepulang kerja pada Jumat (19/6/2015) malam.  Saat itu ia menumpang seorang diri.

Ketika NA ingin turun di Lebak Bulus, supir mencegah dan menawarkan akan mengantarkan sampai di daerah Fatmawati sekaligus ingin bermain ke rumah teman.

"Ketika sampai ke Fatmawati, dia bilang mau anter saya saja ke Pasar Rebo, di situ saya mulai curiga sama dia," kata NA.

Karena NA tidak bisa memaksa supir menghentikan kendaraan, dia terpaksa ikut kemauan supir.

Kecurigaan korban pun terbukti. Mobil kemudian berhenti di jembatan layang, dekat pertigaan Aneka Tambang, Jakarta Selatan.

Korban yang saat itu dalam keadaan bingung dan takut, sempat menawarkan kepada supir agar mengambil semua harta bendanya.

"Sudah ambil saja semua harta saya, ada handphone dan atm, tapi jangan sakiti saya," ujar NA.

Tapi, supir menolak.  "Saya tidak perlu harta kamu, saya cuma butuh badan kamu," ujar DAS seperti ditirukan NA.

Mobil angkot D01 Ciputat-Kebayoran yang diamankan polisi karena kasus pemerkosaan karyawati penumpang angkot tersebut.

Polisi menangkap pelaku pada Sabtu malam di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Kasus ini sedang ditangani Polres Jakarta Selatan. Supir bejat sudah dibekuk dan sekarang ditahan di kantor polisi.

Kini, pelaku meringkuk di Mapolres Jakarta Selatan. Tersangka pelaku dikenakan dan diancam Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.643 Since: 07.04.14 | 0.6644 sec