YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Ekonomi

Indonesia Dicoret Dari Daftar Tinjauan Negara Perputaran Pendanaan Teroris

Thursday, 25 June 2015 | View : 551

siarjustisia.com-BRISBANE.

Indonesia akhirnya dipastikan bebas dari daftar negara yang dijadikan tempat pencucian uang dan pendanaan terorisme. Dengan kenaikan status ini diharapkan berbagai transaksi perbankan/keuangan dari dan ke Tanah Air menjadi lebih lancar.

Langkah maju Indonesia dalam menanggulangi pendanaan terorisme diakui oleh "Financial Action Task Force" (FATF) dengan mengeluarkan Indonesia secara keseluruhan dari daftar tinjauan negara yang memiliki kelemahan strategis dalam pemerintahan antipencucian uang dan pemberantasan pendanaan terorisme.

Kepastian status baru Indonesia ini diperoleh setelah hasil roses review International Cooperation Review Group (ICRG) FATF pada pertemuan pleno FATF yang dilaksanakan di Brisbane, Australia, 21-26 Juni 2015.

FATF mengumumkan Indonesia keluar dari daftar proses tinjauan "International Cooperation Review Group" (ICRG) pada pertemuan pleno FATF yang dilaksanakan di Brisbane, Australia pada 21-26 Juni 2015.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Senin (22/6/2015).

Mengutip keterangan tertulis kemlu.go.id, Selasa (23/6/2015), Indonesia telah menyampaikan sejumlah perkembangan yang dilakukan dalam memperkuat resmim pemberantasan pendnaan terorisme.

Pemerintah diantaranya melakukan penguatan legislasi nasional melalui pengesahan UU No.9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme serta pembuatan Peraturan Bersama antara Kemlu RI, Kepolisian RI, PPATK, BNPT, dan Mahkamah Agung yang telah diundangkan pada tanggal 11 Februari 2015 dan telah ditempatkan dalam Berita Negara RI Tahun 2015 Nomor 231. Peraturan Bersama ini berfungsi sebagai petunjuk teknis pelaksanaan UU No.9 Tahun 2013.

Dalam pertemuan FATF tersebut, delegasi RI yang dipimpin oleh Dirjen Multilateral Kemlu, Hasan Kleib menyampaikan kepada para negara anggota FATF berbagai upaya yang dilakukan Indonesia dalam memperkuat rezim pemberantasan pendanaan terorisme.

Hasan Kleib menyampaikan bahwa penguatan legislasi nasional Indonesia dilakukan melalui pengesahan Undang-Undang No.9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Selain itu, tambah Hasan Kleib, pemerintah Indonesia juga membuat Peraturan Bersama antara Kemlu RI, Kepolisian RI, PPATK, BNPT, dan Mahkamah Agung yang berfungsi sebagai petunjuk teknis pelaksanaan UU No.9 Tahun 2013.

"Upaya yang dilakukan Indonesia ini selain demi kepentingan nasional juga merupakan bentuk kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan dunia dengan memutus sumber pendanaan untuk kegiatan terorisme," ujar Dirjen Multilateral Kemlu itu.

Dalam pertemuan pleno FATF pada bulan Februari 2015, Indonesia telah berhasil dikeluarkan dari public statement/daftar hitam black list (PS) FATF ke daftar abu-abu/grey list area.

Indonesia masuk dalam daftar hitam/blacklist FATF sejak Februari 2012 karena dinilai memiliki kelemahan stratejik dalam rezim pendanaan terorisme.

Pernyataan publik FATF merupakan sumber terbuka yang memberikan peringatan kepada lembaga keuangan dari seluruh negara agar dapat bertransaksi dengan lebih hati-hati dalam melakukan transaksi keuangan dengan negara yang dimasukkan dalam daftar hitam tersebut.

PS FATF merupakan sumber terbuka yang berfungsi untuk memberikan peringatan kepada lembaga keuangan dari seluruh negara agar dapat bertransaksi dengan lebih hati-hati dalam melakukan transaksi keuangan dengan negara yang dimasukkan dalam PS tersebut.

Dengan berhasil dikeluarkannya Indonesia dari daftar proses tinjauan ICRG, maka diharapkan dapat semakin memperlancar berbagai transaksi perbankan dan keuangan dari dan ke Indonesia.

"Dengan berhasil dikeluarkannya Indonesia dari daftar dan keseluruhan proses review ICRG FATF, maka diharapkan dapat semakin memperlancar berbagai transaksi perbankan/keuangan dari dan ke Indonesia," ungkap Kemlu dalam keterangannya.

Indonesia bukan anggota FATF, namun keterlibatan dalam FATF adalah karena Indonesia merupakan anggota dari "Asia Pacific Group on Money Laundering", yang termasuk dalam anggota asosiasi dari FATF. (ant/jos)

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.097 Since: 07.04.14 | 0.659 sec