YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Internasional

Walmart Minta Maaf Jual Kue Bendera ISIS

Tuesday, 30 June 2015 | View : 1488

siarjustisia.com-SLIDELL.

Seorang pria di Lousiana mengeluhkan karena tak bisa memperoleh kue dengan gambar bendera Konfederasi di atasnya. Kue pesanan yang diminta Chuck Netzhammer itu ditolak Wal-Mart Stores karena bendera Konfederasi dianggap melambangkan kebencian terhadap kulit hitam.

Sejak pekan lalu perusahaan seperti Wal-Mart Stores Inc., Amazon.com Inc., eBay Inc. serta Etsy Inc. mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menghentikan penjualan benda berlambang Konfederasi menyusul pembantaian yang dilakukan terhadap sembilan warga berkulit hitam di Charleston, South Carolina, Rabu (17/6/2015) lalu.

Menariknya Chuck Netzhammer yang memesan kue dengan desain bendera Konfederasi bertuliskan "Kebudayaan bukan kebencian" di Walmart yang berada di Slidell, Lousiana juga memesan kue dengan bendera ISIS setelah permintaannya itu ditolak. Ternyata kue dengan desain bendera ISIS itu tak ditolak pihak Wal-Mart Stores Inc.

Keanehan tersebut sontak diunggah Chuck Netzhammer ke YouTube. Dia memertanyakan mengapa ISIS yang merupakan kelompok teroris justru tidak dilarang Wal-Mart Stores Inc.

"Seorang petugas yang bekerja di toko lokal tidak mengetahui apa arti dari desain itu dan membuat kesalahan. Kue itu tidak seharusnya dibuat dan kami meminta maaf karenanya," kata Juru Bicara Wal-Mart Stores Inc. (abcnews)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.745 Since: 07.04.14 | 0.5311 sec