YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Nusantara

Bandara Supadio Terganggu Kabut Asap

Wednesday, 08 July 2015 | View : 821

siarjustisia.com-PONTIANAK.

Kota Pontianak diguyur abu tipis akibat kebakaran lahan gambut yang terjadi sejak hari Kamis (2/7/2015) yang lalu. Selain itu kabut asap dampak dari kebakaran yang terjadi lahan yang terletak di Km 21 Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu diduga dibakar oleh pemilik lahan.

Dari pantauan, kondisi kabut asap tipis yang mulai menyelimuti sebagian kota Pontianak termasuk Bandar Udara Internasional Supadio/Supadio International Airport semakin meningkat dibanding sehari sebelumnya.

Hampir semua wilayah Pontianak diselimuti kabut asap. Kabut asap berasal dari kebakaran atau pembakaran lahan. Hal itu terlihat dari pantauan udara pada Minggu (6/7/20150 kemarin saat pesawat hendak mendarat di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Sepanjang Minggu (6/7/2015) malam hingga Senin (7/7/2015) pagi, kabut asap menyelimuti Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Pada Minggu (6/7/2015) sore hingga malam, endapan abu yang terbang terbawa angin bersama asap, menempel di pohon, kendaraan yang diparkir, dan berbagai barang tak bergerak.

Abu bekas terbakarnya lahan terlihat sangat jelas jatuh berguguran. Abu tersebut sangat jelas terlihat di kendaraan yang sedang terparkir. Butiran abu tipis bahkan terlihat jelas seperti rintik hujan gerimis, dan terasa mengganggu saat berkendara. Asap semakin jelas terlihat saat malam hari dan menyebabkan mata terasa perih. Beberapa warga juga terlihat menggunakan masker saat berkendara.

Kondisi itu mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan. Udara di Kota Pontianak terasa tidak segar, selama diselimuti kabut asap karena terasa hangus.

Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran di daerah Rasau Jaya itu terjadi setiap tahun. Angin yang berembus ke arah Pontianak membuat kota tersebut diselimuti asap.

Puluhan polisi dari Direktorat Sabhara Polda Kalbar membagikan masker gratis kepada pengendara di bundaran tugu Digulis, komplek Universitas Tanjungpura, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/7/2015) sore. Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada setiap pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.

Puluhan polisi yang didominasi polisi wanita (polwan) disambut antusias oleh pengendara. Ribuan masker yang dibagikan pun ludes dalam sekejap.

Aksi yang dimulai dari pukul 16.00 itu hanya berlangsung sekitar 30 menit. Bripda Bunga, salah satu polwan yang turut dalam aksi simpati tersebut mengatakan, kegiatan ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga kabut asap reda.

"Kegiatan ini sekaligus mengisi waktu sambil menanti saat berbuka puasa dengan membagikan masker kepada pengendara" kata Bunga kepada awak media usai aksi membagikan masker, Senin (6/7/2015).

Kepala Kepolisian Daerah/Polda (Kapolda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Arief Sulistiyanto mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Dampak dari kebakaran lahan dapat mengganggu lalu lintas penerbangan, mengingat lokasi kebakaran dekat dengan bandara. Selain itu, asap dari kebakaran lahan juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Jadi semua akan dirugikan" pungkas Brigjen Pol. Arief Sulistiyanto.

Polda Kalbar pun sudah menetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Direktur Dit Sabhara Polda Pontianak, Kombes Pol Badya Wijaya mengatakan, aksi simpati yang dilakukan oleh anggotanya itu menyikapi dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kota Pontianak diselimuti kabut asap.

Sebanyak dua Satuan Setingkat Pleton (SST) atau setara dengan 60 personil Dit Sabhara dilibatkan dalam aksi simpatik tersebut. "Aksi ini sesuai instruksi lisan Kapolda Kalbar dalam menyikapi kebakaran lahan yang masih terjadi sejak beberapa hari terakhir ini" ujar Kombes Pol. Badya Wijaya, Senin (6/7/2015).

Kondisi saat ini, lanjut Kombes Pol. Badya Wijaya, menurut pengamatan harus mendapat penanganan yang komprehensif dalam penanganan kabut asap. Kepolisian tidak bisa bekerja sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memastikan, pihaknya akan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Saat ini, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang sebagai saksi.

Di samping itu juga, penyidik Polresta Pontianak telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang. Hasilnya, polisi menemukan adanya dugaan bahwa ada unsur kesengajaan dan pembiaran terhadap kobaran api.

"Memang betul, dugaan adanya unsur kesengajaan serta pembiaran," beber Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

Pada kesempatan itu, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Hal ini dapat mengganggu arus lalu lintas penerbangan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Pelaku pembakaran lahan dapat dijerat tindak pidana Pasal 69 huruf H Pasal 108 UU No.32 Tahun 2009, yaitu larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ancaman pidana 3 tahun sampai dengan 10 tahun penjara,” tegas Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.410 Since: 07.04.14 | 0.6309 sec