YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Editorial

Esthi Susanti Hudiono Raih Penghargaan Indihome Woman Award 2014

Sunday, 27 April 2014 | View : 664

siarjustisia.com-JAKARTA.

Akhirnya, pengabdi masyarakat lewat Yayasan Hotline Surabaya, Dra. Esthi Susanti Hudiono, M.Si. (53) bersama 20 perempuan yang lain terpilih menerima Kartini Award dari Telkomsel. Nama programnya Indihome Woman Award 2014. Penyerahan penghargaan ditayangkan oleh stasiun Metro TV tanggal 26 April 2014 pukul 21.00 WIB.

Sekali lagi terima kasih banyak atas dukungan yang diberikan kepada saya dalam bentuk memberikan suara dan bentuk dukungan lainnya. Saya menikmati komunikasi dan pembelajaran yang diberikan. Sungguh menyenangkan komunikasi dan interaksi yang terjadi sehingga memungkinkan saya memikirkan lebih mendalam Kartini, Cita-cita dan melakukan evaluasi satu abad lebih ide yang didukung. Terlebih saya melakukan refleksikan atas apa yang telah saya lakukan terkait dengan cita-cita Kartini dan rencana ke depan. Momentum penghargaan ini membuat saya berkonsentrasi sejenak berefleksi.

Pengambilan gambar dilakukan tanggal 25 April 2014 kemarin. Bertemu dengan 20 perempuan lain dan banyak pendukung acara. Cerita penerima penghargaan semakin menyakinkan saya bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti dan tidak mungkin dihentikan. Juga saya yakin banyak yang berhak mendapatkan penghargaan di luar yang terpilih. Maju terus teman-teman untuk ide memanusiakan manusia yang bernama perempuan dalam kerangka terciptanya keadilan sosial. Anda akan mendapatkan penghargaan melalui cara lain. Tuhan tidak tidur. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

Apresiasi saya berikan pada Telkomsel yang memberi penghargaan pada perempuan dalam rangka hari Kartini. Suatu penghargaan pada pekerjaan perempuan yang tidak nampak/dinampakkan. Suatu penghargaan pada perempuan yang sekalipun tidak didukung oleh sistem kekuasaan yang ada, tetap maju terus demi peradaban manusia Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, di awal memutuskan untuk mengabdi pada penderita AIDS, keluarga Esthi Susanti Hudiono memang tidak sepakat.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Hotline Surabaya Counseling Centre Kesehatan Reproduksi, Esthi Susanti Hudiono ditawarkan oleh USAID untuk menanggani proyek pencegahan HIV/AIDS di kalangan PSK di Surabaya pada 1992. Lulusan terbaik dalam angkatannya di Fakultas Keguruan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Jawa Tengah ini bertugas untuk membuat penelitian epidemologi dan kerentanan HIV/AIDS di lokalisasi Dolly, sekaligus bertujuan menyosialisasi penggunaan kondom. Program itulah yang merupakan cikal bakal Yayasan Hotline Surabaya.

Apalagi sang bunda, pada dasarnya lebih menginginkan anak kedua dari 10 bersaudara ini agar menjadi pengusaha ketimbang pengabdi masyarakat yang secara finansial kurang memberi banyak keuntungan.

“Pada akhirnya, saya bilang ke mama agar diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan saya sendiri. Setelah itulah baru mama saya memberikan restu,” tutur dia.

Saat ini, di usia Esthi Susanti Hudiono sudah menapaki kepala lima. Tapi perempuan kelahiran Salatiga ini masih melajang.

Situasi ini sempat menjadi ganjalan batin. Kultur masyarakat menganggap hidup melajang kelewat umur sebagai sesuatu yang ganjil.

Hal ini, dulunya kerap membuat dia ragu untuk secara total menenggelamkan diri pada pendampingan masyarakat penderita AIDS.

Namun semakin lama dijalani, justru orang-orang yang didampinginya itulah yang kemudian berperan melindungi dia. 

“Energi yang saya miliki, saya salurkan kepada masyarakat. Dengan begitu nanti masyarakat yang akan melindungi saya,” pungkas Dra. Esthi Susanti Hudiono, M.Si. (esthi susanti hudiono/jos)

See Also

UMK Rilis Buku Sedulur Sikep Menggugat
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.395.766 Since: 07.04.14 | 0.4356 sec