YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Pernyataan Berbeda Antara Choel Mallarangeng Dan Wafid Muharram

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kehadiran adik kandung mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta diwarnai perdebatan panjang.

Hari ini, Selasa (6/5/2014), Choel Mallarangeng dicecar habis-habisan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dormian Simbolon soal pertemuan, pembicaraan fee 18 persen atau 15 persen, dan uang US$ 550.000 dan Rp 2 miliar yang diterimanya. Choel Mallarangeng pun dikonfrontir langsung dengan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharram.

Adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng dan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharram, saling membantah soal permintaan fee 15% proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Choel Mallarangeng hari ini dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa mantan Direktur Operasi I PT. Adhi Karya Teuku Bagus Mokhammad Noor.

Wafid Muharram pun dihadirkan Jaksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat dengan terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT. Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhammad Noor.

Dalam persidangan Choel Mallarangeng sempat ditegur Ketua Majelis Hakim Amin Ismanto karena Choel Mallarangeng menyilangkan kakinya.

Kejadian ini terjadi saat JPU menunjukan barang bukti kepada Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras Machfud Suroso dan Teuku Bagus Mokhammad Noor. "Saudara saksi kakinya jangan begitu. Hargai persidangan ini," tegur Hakim Amin Ismanto.

Seketika, Choel Mallarangeng langsung menurunkan kaki kanan yang disilangkan ke kiri sambil tersenyum. Kemudian adik kandung mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng ini memangku dagunya.

CEO Fox Indonesia ini tampil mengenakan batik bercorak warna warni abu-abu, coklat, dan orange dengan kedua lengan digulung, celana hitam, sepatu pantopel hitam, dipadu jam tangan di tangan kirinya. Dalam persidangan, tindakan atau 'ulah' Choel Mallarangeng bervariatif.

Saat Machfud Suroso, mantan Sesmenpora Wafid Muharram, mantan Ketua Panitia Lelang Hambalang Wisler Manalu, dan mantan staf Wafid Muharram, Poniran memberikan keterangan, Choel Mallarangeng berkali-kali seolah tak sabar.

Kadang melipat kedua tangan di depan dada.

Kadang meletakan tangan yang jari jemarinya digenggam.

Saat Wafid Muharram dan Machfud Suroso memberikan kesaksian, Choel Mallarangeng menundukkan kepala. Ada juga memiringkan kepala ke kanan. Tak lama kemudian dia menatap Majelis, JPU, dan terdakwa.

Sesekali dia meremas jemarinya, memperbaiki posisi duduk, dan menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang. Kadang juga mengulum dan menggigit bibirnya.

Dalam kesaksiannya, Choel Mallarangeng menampik pernah meminta fee terkait proyek itu. Dia juga menampik menyebut nama kakaknya Andi Alfian Mallarangeng pada saat bertemu dengan Wafid Muharram. "Seingat saya justru statement saya mengatakan, saya tidak pernah, bukan kakak saya ya! Saya tidak pernah menerima apa-apa itu statement pak, sekaligus menunjukkan saya memang sampai saat itu saya tidak pernah menerima apa-apa," cetus Choel Mallarangeng saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Choel Mallarangeng memaparkan, pertemuan tersebut adalah untuk sekedar berkenalan dengan Wafid Muharram.

Choel Mallarangeng membantah menyebut besaran fee 15% terkait proyek. "Saya kira di situ ada 4 orang bisa dikonfrontir, saya tidak pernah mengatakan saya meminta 15% dari proyek-proyek apapun," tegasnya.

Mendengar pernyataan itu, Jaksa KPK langsung mengkonfrontir kesaksian tersebut dengan Wafid Muharram yang turut dihadirkan sebagai saksi.

Dalam keterangannya, Wafid Muharram menyebut Choel Mallarangeng pernah meminta fee untuk diberikan ke Andi Alfian Mallarangeng yang saat itu menjabat sebagai Menpora. "Yang saya tahu, yang meminta fee Choel Mallarangeng waktu pertemuan," bebernya.

Menurut Wafid Muharram, Choel Mallarangeng saat itu menyinggung posisi Andi Alfian Mallarangeng yang sudah setahun menjabat. Namun, belum juga mendapatkan apa-apa dari kementerian yang ia pimpin. "Menyampaikan kakaknya sudah setahun menjadi Menteri tapi belum dapat apa-apa dan pak Menteri tidak langsung minta, tapi lewat Pak Choel," papar Wafid Muharram.

Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng juga mengeluarkan pernyataan berbeda soal isi pertemuan yang dilakukan di ruangan bekas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, lantai 10 kantor Kemenpora, Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Manajer Pemasaran PT. Adhi Karya, M. Arief Taufiqurrahman (MAT), staf khusus Andi M. Fakhrudin, dan mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wafid Muharram.

Adik kandung mantan Menpora tersebut, Choel Mallarangeng mengaku dalam pertemuan tersebut tak ada pembahasan mengenai proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) yang saat itu dalam proses lelang tender. "Tidak ada juga pembicaraan yang jelas karena serba kaku, tidak jelas apa yang mau disampaikan, yang mau diutarakan, agak gelisah-gelisah wajahnya juga. Pak MAT saja diperkenalkan disebutkan dia dari Adhi Karya, saya kira itu saja," cetus Choel Mallarangeng saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT. Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Kesaksian Choel Mallarangeng berbeda dengan dengan eks Sesmenpora Wafid Muharram ketika dikonfrontir oleh Jaksa KPK, Dormian Simbolon di ruang sidang yang sama. "Mohon izin konfrontasi Yang Mulia. Pak Wafid, pertanyaannya dengar ya pak tadi? Bapak bisa jelaskan, pertemuan tadi intinya apa?," tanya Jaksa Dormian Simbolon ke Wafid Muharram.

Wafid Muharram dengan tegas menceritakan bahwa di pertemuan tersebut Choel Mallarangeng sempat menyinggung masalah Hambalang. Antara lain, dengan menanyakan kemampuan atau kapasitas PT. Adhi Karya. "Kemudian MAT cerita mengenai kemampuan Adhi Karya. Disitu saya tanya (ke Choel) kira-kira masukin lelang? (kata Choel) Go on, gitu," kenang Wafid Muharram.

"Setelah itu (Choel dan MAT) berbicara mengenai alumni Jogja. Beliau kan sama-sama alumni Jogja, itu yang banyak," sambung terpidana suap wisma atlet ini. (sin/jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.203 Since: 07.04.14 | 0.6142 sec