YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2018, 0

Nusantara

Citilink Tergelincir Di Bandara Internasional Minangkabau

siarjustisia.com-PADANG.

Pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG970 rute Jakarta-Padang yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (2/8/2015), membawa 178 penumpang.

Pesawat Citilink QG970 tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 19.27 WIB, Minggu (2/8/2015).

Penumpang pun panik. Namun, pintu darurat cepat terbuka, sehingga penumpang bisa keluar segera.

Tiba di luar, penumpang disambut hujan deras dan banjir. Penumpang terlihat basah kuyup saat dievakuasi ke Terminal.

Informasi dari awak kabin, cuaca buruk. Penumpang diminta menggunakan sabuk pengaman.

Bandara Internasional Minangkabau akhirnya ditutup sementara. Penyebabnya, pesawat Citilink QG970 rute Jakarta-Padang tergelincir pada Minggu (2/8/2015) malam.

Pejabat Humas PT. Angkasa Pura II BIM Padang, Yoserizal, mengatakan badan pesawat jenis Airbus A320 yang tergelincir itu masih berada di landasan pacu. Makanya, bandara tersebut ditutup hingga evakuasi.

"Kita belum bisa mengevakuasi badan pesawat ke luar runway sebelum tim dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) tiba," tutur Yoserizal pada Minggu (2/8/2015) malam.

Diperkirakan, beber Yoserizal, Bandara Internasional Minangkabau akan tutup hingga Senin (3/8/2015), pukul 7.00 WIB. Namun, jika masih belum bisa ditarik ke luar runway, penutupan bisa diperpanjang.

Penutupan tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan. Dari informasi yang didapatkan Yoserizal, malam ini ada enam penerbangan yang dibatalkan. Yaitu penerbangan pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Padang dan sebaliknya, Lion Air rute Padang-Medan, Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya Air. "Karena ada crash, pesawat yang akan landing di Padang kita alihkan ke Medan," imbuh Yoserizal.

Juru Bicara Citilink Benny Butarbutar membenarkan pesawat Citilink QG 970 dengan rute Jakarta-Padang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (2/8/2015). Saat pesawat Airbus A320 itu tergelincir di Padang sedang turun hujan.

Benny Butarbutar menuturkan, penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau sempat terganggu lantaran badan pesawat menutup landasan pacu, Runway 33. "Kami sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk mengevakuasi badan pesawat," kata Benny Butarbutar melalui sambungan telepon.

Benny Butarbutar menjelaskan, pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta/SHIA (Soetta), Cengkareng, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten, pada pukul 18.00 WIB. Pesawat tersebut, lanjut Benny Butarbutar, membawa 174 penumpang.

Dari 174 penumpang, menurut Benny Butarbutar, ada 2 penumpang yang terkejut atau shock akibat peristiwa tersebut. Ada empat penumpang yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS), di antaranya tidak sadarkan diri. Namun, seluruh penumpang telah dievakuasi. "Evakuasi berjalan lancar dan 2 penumpang yang shock sudah kami bawa ke rumah sakit," ungkap Benny Butarbutar.

Benny Butarbutar belum bisa menjelaskan penyebab dari tergelincirnya Citilink QG 970. Saat ini, sambung dia, lembaganya tengah berkoordinasi dengan Angkasa Pura serta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab tergelincirnya pesawat itu.

Menurut Pusat Informasi Bandara Internasional Minangkabau, pesawat dengan kode penerbangan QG 970 dengan rute dari Jakarta menuju Padang itu tergelincir di saat landing/mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat pada pukul 19.27 WIB.

"Semua penumpang sudah dievakuasi. Saya bisa memberikan informasi lanjuta, karena berada di ruangan informasi," ujar petugas yang enggan menyebutkan namanya itu

Junior Manager Pelayanan Bandara Suparman mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi. Sehingga belum bisa memberikan informasi. "Kami sedang evakuasi. Nanti kami sampaikan datanya," papar Suparman.

Berdasarkan pantauan di Bandara Minangkabau, para penumpang Citilink terlihat basah kuyup. Para penumpang diberi kain selimut. Beberapa dari para penumpang juga terlihat keluar dari pintu kedatangan tanpa menggunakan baju. (tem/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.973.910 Since: 07.04.14 | 0.6638 sec