YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Nusantara

Citilink Tergelincir Di Bandara Internasional Minangkabau

siarjustisia.com-PADANG.

Pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG970 rute Jakarta-Padang yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (2/8/2015), membawa 178 penumpang.

Pesawat Citilink QG970 tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 19.27 WIB, Minggu (2/8/2015).

Penumpang pun panik. Namun, pintu darurat cepat terbuka, sehingga penumpang bisa keluar segera.

Tiba di luar, penumpang disambut hujan deras dan banjir. Penumpang terlihat basah kuyup saat dievakuasi ke Terminal.

Informasi dari awak kabin, cuaca buruk. Penumpang diminta menggunakan sabuk pengaman.

Bandara Internasional Minangkabau akhirnya ditutup sementara. Penyebabnya, pesawat Citilink QG970 rute Jakarta-Padang tergelincir pada Minggu (2/8/2015) malam.

Pejabat Humas PT. Angkasa Pura II BIM Padang, Yoserizal, mengatakan badan pesawat jenis Airbus A320 yang tergelincir itu masih berada di landasan pacu. Makanya, bandara tersebut ditutup hingga evakuasi.

"Kita belum bisa mengevakuasi badan pesawat ke luar runway sebelum tim dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) tiba," tutur Yoserizal pada Minggu (2/8/2015) malam.

Diperkirakan, beber Yoserizal, Bandara Internasional Minangkabau akan tutup hingga Senin (3/8/2015), pukul 7.00 WIB. Namun, jika masih belum bisa ditarik ke luar runway, penutupan bisa diperpanjang.

Penutupan tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan. Dari informasi yang didapatkan Yoserizal, malam ini ada enam penerbangan yang dibatalkan. Yaitu penerbangan pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Padang dan sebaliknya, Lion Air rute Padang-Medan, Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya Air. "Karena ada crash, pesawat yang akan landing di Padang kita alihkan ke Medan," imbuh Yoserizal.

Juru Bicara Citilink Benny Butarbutar membenarkan pesawat Citilink QG 970 dengan rute Jakarta-Padang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (2/8/2015). Saat pesawat Airbus A320 itu tergelincir di Padang sedang turun hujan.

Benny Butarbutar menuturkan, penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau sempat terganggu lantaran badan pesawat menutup landasan pacu, Runway 33. "Kami sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk mengevakuasi badan pesawat," kata Benny Butarbutar melalui sambungan telepon.

Benny Butarbutar menjelaskan, pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta/SHIA (Soetta), Cengkareng, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten, pada pukul 18.00 WIB. Pesawat tersebut, lanjut Benny Butarbutar, membawa 174 penumpang.

Dari 174 penumpang, menurut Benny Butarbutar, ada 2 penumpang yang terkejut atau shock akibat peristiwa tersebut. Ada empat penumpang yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS), di antaranya tidak sadarkan diri. Namun, seluruh penumpang telah dievakuasi. "Evakuasi berjalan lancar dan 2 penumpang yang shock sudah kami bawa ke rumah sakit," ungkap Benny Butarbutar.

Benny Butarbutar belum bisa menjelaskan penyebab dari tergelincirnya Citilink QG 970. Saat ini, sambung dia, lembaganya tengah berkoordinasi dengan Angkasa Pura serta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab tergelincirnya pesawat itu.

Menurut Pusat Informasi Bandara Internasional Minangkabau, pesawat dengan kode penerbangan QG 970 dengan rute dari Jakarta menuju Padang itu tergelincir di saat landing/mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat pada pukul 19.27 WIB.

"Semua penumpang sudah dievakuasi. Saya bisa memberikan informasi lanjuta, karena berada di ruangan informasi," ujar petugas yang enggan menyebutkan namanya itu

Junior Manager Pelayanan Bandara Suparman mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi. Sehingga belum bisa memberikan informasi. "Kami sedang evakuasi. Nanti kami sampaikan datanya," papar Suparman.

Berdasarkan pantauan di Bandara Minangkabau, para penumpang Citilink terlihat basah kuyup. Para penumpang diberi kain selimut. Beberapa dari para penumpang juga terlihat keluar dari pintu kedatangan tanpa menggunakan baju. (tem/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.815 Since: 07.04.14 | 0.5575 sec