YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Citilink Tergelincir Di Bandara Internasional Minangkabau

siarjustisia.com-PADANG.

Pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG970 rute Jakarta-Padang yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (2/8/2015), membawa 178 penumpang.

Pesawat Citilink QG970 tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 19.27 WIB, Minggu (2/8/2015).

Penumpang pun panik. Namun, pintu darurat cepat terbuka, sehingga penumpang bisa keluar segera.

Tiba di luar, penumpang disambut hujan deras dan banjir. Penumpang terlihat basah kuyup saat dievakuasi ke Terminal.

Informasi dari awak kabin, cuaca buruk. Penumpang diminta menggunakan sabuk pengaman.

Bandara Internasional Minangkabau akhirnya ditutup sementara. Penyebabnya, pesawat Citilink QG970 rute Jakarta-Padang tergelincir pada Minggu (2/8/2015) malam.

Pejabat Humas PT. Angkasa Pura II BIM Padang, Yoserizal, mengatakan badan pesawat jenis Airbus A320 yang tergelincir itu masih berada di landasan pacu. Makanya, bandara tersebut ditutup hingga evakuasi.

"Kita belum bisa mengevakuasi badan pesawat ke luar runway sebelum tim dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) tiba," tutur Yoserizal pada Minggu (2/8/2015) malam.

Diperkirakan, beber Yoserizal, Bandara Internasional Minangkabau akan tutup hingga Senin (3/8/2015), pukul 7.00 WIB. Namun, jika masih belum bisa ditarik ke luar runway, penutupan bisa diperpanjang.

Penutupan tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan. Dari informasi yang didapatkan Yoserizal, malam ini ada enam penerbangan yang dibatalkan. Yaitu penerbangan pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Padang dan sebaliknya, Lion Air rute Padang-Medan, Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya Air. "Karena ada crash, pesawat yang akan landing di Padang kita alihkan ke Medan," imbuh Yoserizal.

Juru Bicara Citilink Benny Butarbutar membenarkan pesawat Citilink QG 970 dengan rute Jakarta-Padang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (2/8/2015). Saat pesawat Airbus A320 itu tergelincir di Padang sedang turun hujan.

Benny Butarbutar menuturkan, penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau sempat terganggu lantaran badan pesawat menutup landasan pacu, Runway 33. "Kami sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk mengevakuasi badan pesawat," kata Benny Butarbutar melalui sambungan telepon.

Benny Butarbutar menjelaskan, pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta/SHIA (Soetta), Cengkareng, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten, pada pukul 18.00 WIB. Pesawat tersebut, lanjut Benny Butarbutar, membawa 174 penumpang.

Dari 174 penumpang, menurut Benny Butarbutar, ada 2 penumpang yang terkejut atau shock akibat peristiwa tersebut. Ada empat penumpang yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS), di antaranya tidak sadarkan diri. Namun, seluruh penumpang telah dievakuasi. "Evakuasi berjalan lancar dan 2 penumpang yang shock sudah kami bawa ke rumah sakit," ungkap Benny Butarbutar.

Benny Butarbutar belum bisa menjelaskan penyebab dari tergelincirnya Citilink QG 970. Saat ini, sambung dia, lembaganya tengah berkoordinasi dengan Angkasa Pura serta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab tergelincirnya pesawat itu.

Menurut Pusat Informasi Bandara Internasional Minangkabau, pesawat dengan kode penerbangan QG 970 dengan rute dari Jakarta menuju Padang itu tergelincir di saat landing/mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat pada pukul 19.27 WIB.

"Semua penumpang sudah dievakuasi. Saya bisa memberikan informasi lanjuta, karena berada di ruangan informasi," ujar petugas yang enggan menyebutkan namanya itu

Junior Manager Pelayanan Bandara Suparman mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi. Sehingga belum bisa memberikan informasi. "Kami sedang evakuasi. Nanti kami sampaikan datanya," papar Suparman.

Berdasarkan pantauan di Bandara Minangkabau, para penumpang Citilink terlihat basah kuyup. Para penumpang diberi kain selimut. Beberapa dari para penumpang juga terlihat keluar dari pintu kedatangan tanpa menggunakan baju. (tem/jos)

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.974 Since: 07.04.14 | 0.6891 sec