YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Nusantara

Mamah Dedeh Dihebohkan Di Media Sosial Perihal Singgung Kata Autis

Sunday, 02 August 2015 | View : 3292

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ustazah, pendakwah, dan penceramah Dedeh Rosidah atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh mendapat kritik di media sosial. Ustazah sekaligus penceramah Dedeh Rosidah atau yang dikenal Mama Dedeh dikritik penggemarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ustazah sekaligus penceramah Dedeh Rosidah atau yang dikenal Mamah Dedeh saat memberikan tausiah di Indosiar pada pertengahan Juli 2015. Mamah Dedeh dikritik ketika memberikan ceramah rutin di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (14/7/2015) lalu. Hal tersebut terjadi saat Mamah Dedeh menjawab sebuah pertanyaan di program Mamah dan Aa Beraksi yang dibawakannya di Indosiar, pada pertengahan Juli 2015 yang lalu.

Dedeh Rosidah, penceramah yang dikenal dengan Mamah Dedeh, sempat dikritik lantaran menggunakan kata "autis" untuk menggambarkan seseorang yang terlalu asyik bermain dengan perangkat ponsel. Sebab, perempuan bernama asli Dedeh Rosidah ini menyebut kata 'autis' untuk orang-orang yang gemar bermain gadget. Kritik itu diberikan lantaran saat memberikan tausiah, Mamah Dedeh memakai kata 'autis' yang ditujukkan bagi orang-orang yang acuh cuek terhadap lingkungan di sekitarnya karena asik bermain gadget.

"Maaf, saya sekarang lihat banyak orang yang autis gara-gara HP. Ada saudaranya, ada lakinya, ada anaknya, ngariung duduk, cengar-cengir saja sendirian begini, kayak orang gokil," ujar Mamah Dedeh dalam ceramahnya saat itu.

Pernyataan Mamah Dedeh tersebut rupanya memicu sejumlah protes para penyandang autisme, terutama di situs jejaring sosial.

Keramaian di media sosial ini dipicu hadirnya petisi yang digagas seorang penyandang autisme, Istiaq Mumu, di Change.org. Petisi berjudul 'Stop Menggunakan Kata Autis Sebagai Ejekan' di Change.org, pun muncul akibat celotehan Mamah Dedeh tersebut.

Petisi itu diprakarsai penyandang autisme, Istiaq Mumu. Menurut Istiaq Mumu, pemakaian kata 'autis' yang dilakukan seorang public figure dapat menimbulkan efek buruk. Sebab, Istiaq Mumu menilai jika kata-kata 'autis' dilakukan seorang public figure dapat ditiru masyarakat umum terutama penggemarnya dan menganggap hal tersebut adalah wajar. Padahal penggunaan kata 'autis' tak jarang malah jadi bahan ejekan.

Pria asal Kuala Lumpur, Malaysia ini mengaku sedih seorang Mamah Dedeh menggunakan kata itu dalam ceramahnya. Menurut Istiaq Mumu, sebagai pendakwah seharusnya Mamah Dedeh memastikan terlebih dahulu agar ucapan yang dilontarkan tidak menyinggung anak yang tidak bersalah ataupun melukai hati orangtua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dengan mengatasnamakan ABK, Istiaq Mumu meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengambil tindakan guna melarang penggunaan kata 'autis' sebagai ejekan. Ia juga menuntut Mamah Dedeh untuk meminta maaf.

Produser Eksekutif stasiun Televisi swasta, TV Indosiar/PT. Indosiar Visual Mandiri, Taryatman, mengatakan, sebenarnya pernyataan Mamah Dedeh saat tausiah tidak bermaksud mendiskreditkan atau menyudutkan pihak tertentu, termasuk penyandang autisme.

"Pada tausiah, memang ada ibu bertanya. Kurang lebih pertanyaan seperti ini, 'Mah, bagaimana anak sekarang ini lebih mementingkan HP daripada orangtuanya. Akhirnya dijawab itu oleh Mamah Dedeh, itu salah didikan dari mamanya dari awal," ujar Taryatman kepada salah satu televisi swasta nasional, Jumat (31/7/2015).

"Mamah saat itu memang menyebut kata 'autis', itu pun cuma sekali. Mungkin kesalahan dari situ, akhirnya orang-orang yang dekat dengan penyandang autis tidak terima," sambung dia.

Taryatman menegaskan, Mamah Dedeh sebenarnya tidak bermaksud menyepelekan atau mengejek penyandang autisme. Sebab sekarang ini banyak orang menganalogikan kata 'autis' untuk orang yang menggandrungi gadget.

"Awalnya mungkin Mamah menganggap ini tidak terlalu masalah, atau tidak berniat mengolok atau mengejek orang autis, karena sekarang orang lebih sering menganalogikan kata-kata seperti itu. Tapi Mamah sendiri sekarang sudah mengakui dan kami minta maaf. Intinya itu," ujar Taryatman.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Mamah Dede hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. "Kita tidak akan jawab dengan perihal sekarang. Kami masih berkoordinasi dengan Mamah karena beliau sedang berada di Surabaya. Tapi Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menyampaikan pernyataan perihal ini," ujar Tomi, adik Mamah Dedeh saat dikonfirmasi via telepon.

Menanggapi hal tersebut, Mamah Dedeh akhirnya buka suara. Mamah Dedeh meminta maaf terhadap penyandang autis. Mamah Dedeh menyampaikan permohonan maafnya melalui media.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebetulnya sama sekali tidak ada niat di hati saya memperolok-olokkan kata 'autis'. Kata 'autis' yang saya gunakan sama sekali tidak bermaksud untuk mengganggu seseorang," ujar Mamah Dedeh, ditemui di kediamannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2015) seperti dikutip Kiss Indosiar.

Mamah Dedeh mengaku dalam kesempatan ceramah itu tak bermaksud mengejek seorang penyandang autis.

"Sama sekali saya tak bermaksud menolok-olok seseorang. Saya mohon maaf apabila ada yang terganggu. Saya juga setuju jika kata autis tidak digunakan untuk bahan bercanda," kata Mamah Dedeh di Jakarta.

Pendakwah yang terkenal ceplas-ceplos ini pun meminta agar masyarakat tak salah dalam menempatkan kata "autis" dalam bahasa sehari-hari mereka. Hal tersebut dimaksudkan supaya tak menyinggung mereka yang benar-benar menyandang autisme.

"Saya juga setuju agar kata 'autis' tidak digunakan untuk candaan sehari-hari," tambahnya.

Namun, Mamah Dedeh tak membuka kesempatan pada awak media untuk menyampaikan pertanyaan. Ia tak ingin memberikan pernyataan lain, agar tak menambah panjang kisruh yang sudah ada. (mer/lip6/indosiar/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.614 Since: 07.04.14 | 0.6741 sec