YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Nusantara

Mamah Dedeh Dihebohkan Di Media Sosial Perihal Singgung Kata Autis

Sunday, 02 August 2015 | View : 3356

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ustazah, pendakwah, dan penceramah Dedeh Rosidah atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh mendapat kritik di media sosial. Ustazah sekaligus penceramah Dedeh Rosidah atau yang dikenal Mama Dedeh dikritik penggemarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ustazah sekaligus penceramah Dedeh Rosidah atau yang dikenal Mamah Dedeh saat memberikan tausiah di Indosiar pada pertengahan Juli 2015. Mamah Dedeh dikritik ketika memberikan ceramah rutin di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (14/7/2015) lalu. Hal tersebut terjadi saat Mamah Dedeh menjawab sebuah pertanyaan di program Mamah dan Aa Beraksi yang dibawakannya di Indosiar, pada pertengahan Juli 2015 yang lalu.

Dedeh Rosidah, penceramah yang dikenal dengan Mamah Dedeh, sempat dikritik lantaran menggunakan kata "autis" untuk menggambarkan seseorang yang terlalu asyik bermain dengan perangkat ponsel. Sebab, perempuan bernama asli Dedeh Rosidah ini menyebut kata 'autis' untuk orang-orang yang gemar bermain gadget. Kritik itu diberikan lantaran saat memberikan tausiah, Mamah Dedeh memakai kata 'autis' yang ditujukkan bagi orang-orang yang acuh cuek terhadap lingkungan di sekitarnya karena asik bermain gadget.

"Maaf, saya sekarang lihat banyak orang yang autis gara-gara HP. Ada saudaranya, ada lakinya, ada anaknya, ngariung duduk, cengar-cengir saja sendirian begini, kayak orang gokil," ujar Mamah Dedeh dalam ceramahnya saat itu.

Pernyataan Mamah Dedeh tersebut rupanya memicu sejumlah protes para penyandang autisme, terutama di situs jejaring sosial.

Keramaian di media sosial ini dipicu hadirnya petisi yang digagas seorang penyandang autisme, Istiaq Mumu, di Change.org. Petisi berjudul 'Stop Menggunakan Kata Autis Sebagai Ejekan' di Change.org, pun muncul akibat celotehan Mamah Dedeh tersebut.

Petisi itu diprakarsai penyandang autisme, Istiaq Mumu. Menurut Istiaq Mumu, pemakaian kata 'autis' yang dilakukan seorang public figure dapat menimbulkan efek buruk. Sebab, Istiaq Mumu menilai jika kata-kata 'autis' dilakukan seorang public figure dapat ditiru masyarakat umum terutama penggemarnya dan menganggap hal tersebut adalah wajar. Padahal penggunaan kata 'autis' tak jarang malah jadi bahan ejekan.

Pria asal Kuala Lumpur, Malaysia ini mengaku sedih seorang Mamah Dedeh menggunakan kata itu dalam ceramahnya. Menurut Istiaq Mumu, sebagai pendakwah seharusnya Mamah Dedeh memastikan terlebih dahulu agar ucapan yang dilontarkan tidak menyinggung anak yang tidak bersalah ataupun melukai hati orangtua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dengan mengatasnamakan ABK, Istiaq Mumu meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengambil tindakan guna melarang penggunaan kata 'autis' sebagai ejekan. Ia juga menuntut Mamah Dedeh untuk meminta maaf.

Produser Eksekutif stasiun Televisi swasta, TV Indosiar/PT. Indosiar Visual Mandiri, Taryatman, mengatakan, sebenarnya pernyataan Mamah Dedeh saat tausiah tidak bermaksud mendiskreditkan atau menyudutkan pihak tertentu, termasuk penyandang autisme.

"Pada tausiah, memang ada ibu bertanya. Kurang lebih pertanyaan seperti ini, 'Mah, bagaimana anak sekarang ini lebih mementingkan HP daripada orangtuanya. Akhirnya dijawab itu oleh Mamah Dedeh, itu salah didikan dari mamanya dari awal," ujar Taryatman kepada salah satu televisi swasta nasional, Jumat (31/7/2015).

"Mamah saat itu memang menyebut kata 'autis', itu pun cuma sekali. Mungkin kesalahan dari situ, akhirnya orang-orang yang dekat dengan penyandang autis tidak terima," sambung dia.

Taryatman menegaskan, Mamah Dedeh sebenarnya tidak bermaksud menyepelekan atau mengejek penyandang autisme. Sebab sekarang ini banyak orang menganalogikan kata 'autis' untuk orang yang menggandrungi gadget.

"Awalnya mungkin Mamah menganggap ini tidak terlalu masalah, atau tidak berniat mengolok atau mengejek orang autis, karena sekarang orang lebih sering menganalogikan kata-kata seperti itu. Tapi Mamah sendiri sekarang sudah mengakui dan kami minta maaf. Intinya itu," ujar Taryatman.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Mamah Dede hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. "Kita tidak akan jawab dengan perihal sekarang. Kami masih berkoordinasi dengan Mamah karena beliau sedang berada di Surabaya. Tapi Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menyampaikan pernyataan perihal ini," ujar Tomi, adik Mamah Dedeh saat dikonfirmasi via telepon.

Menanggapi hal tersebut, Mamah Dedeh akhirnya buka suara. Mamah Dedeh meminta maaf terhadap penyandang autis. Mamah Dedeh menyampaikan permohonan maafnya melalui media.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebetulnya sama sekali tidak ada niat di hati saya memperolok-olokkan kata 'autis'. Kata 'autis' yang saya gunakan sama sekali tidak bermaksud untuk mengganggu seseorang," ujar Mamah Dedeh, ditemui di kediamannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2015) seperti dikutip Kiss Indosiar.

Mamah Dedeh mengaku dalam kesempatan ceramah itu tak bermaksud mengejek seorang penyandang autis.

"Sama sekali saya tak bermaksud menolok-olok seseorang. Saya mohon maaf apabila ada yang terganggu. Saya juga setuju jika kata autis tidak digunakan untuk bahan bercanda," kata Mamah Dedeh di Jakarta.

Pendakwah yang terkenal ceplas-ceplos ini pun meminta agar masyarakat tak salah dalam menempatkan kata "autis" dalam bahasa sehari-hari mereka. Hal tersebut dimaksudkan supaya tak menyinggung mereka yang benar-benar menyandang autisme.

"Saya juga setuju agar kata 'autis' tidak digunakan untuk candaan sehari-hari," tambahnya.

Namun, Mamah Dedeh tak membuka kesempatan pada awak media untuk menyampaikan pertanyaan. Ia tak ingin memberikan pernyataan lain, agar tak menambah panjang kisruh yang sudah ada. (mer/lip6/indosiar/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.569.836 Since: 07.04.14 | 0.6588 sec