YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Dua Maling Sapi Dibakar Hidup-Hidup

Wednesday, 05 August 2015 | View : 464

siarjustisia.com-BANGKALAN.

Mat Nasir, 43, dan Bahri, 30, tak lagi bisa mencuri sapi lagi. Pasalnya saat beraksi Selasa (4/8/2015) dini hari, duet pelaku kejahatan itu tepergok warga. Tidak hanya ditangkap, mereka dihajar hingga babak belur, lalu diinterogasi. Tapi karena jawaban mereka semakin memicu amarah warga, Mat Nasir dan Bahri akhirnya dibakar hidup-hidup. 

Namun sebelumnya, mereka sempat menyebut tiga nama rekannya. 

Peristiwa itu terjadi di Kampung Bendungan, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sedangkan Mat Nasir dan Bahri merupakan warga desa tetangga, yakni Desa Bates, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

Syaiful, 35, pemilik sapi yang kandangnya disatroni Mat Nasir dan Bahri, menuturkan, sekitar pukul 1.30 WIB dirinya melihat dua orang tak dikenal. Karena curiga, Syaiful kemudian meng­hubungi petugas ronda melalui saluran telepon.

''Saya melihat ada orang yang mencurigakan di sekitar kandang. Kemudian, saya lakukan pengintaian dari jauh dan kebetulan saya sendirian. Tidak lama, pelaku mulai mendekati kandang sapi. Ya, saya langsung teriak maling,'' ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (4/8/2015). 

Teriakan Syaiful didengar warga sekaligus mengagetkan Mat Nasir dan Bahri. Mat Nasir langsung kabur meninggalkan rekannya.

Pelarian tersebut sia-sia karena dia langsung berpapasan dengan warga yang datang ke lokasi. Dia pun dihajar. Bahri yang masih di sekitar kandang sapi memilih melawan. Namun tak lama, ratusan warga yang datang ke lokasi membuat Bahri tak berkutik. Bahri pun menjadi bulan-bulanan warga seperti Mat Nasir.

Aksi massa belum selesai. Mat Nasir dan Bahri kemudian diseret warga ke areal sawah yang berjarak sekitar 50 meter dari kandang sapi. Warga menanyakan identitas, berapa kali mereka mencuri di Desa Karang Gayam, dan ke mana sapi hasil curian dijual. 

Berhasil mengorek informasi dari keduanya, emosi warga bukannya mereda, justru semakin menjadi. Dua pria tersebut langsung dibakar hidup-hidup. 

''Sebelum kedua pelaku dibakar, massa sempat menanyakan keberadaan sapi yang selama ini sering hilang. Ternyata, ada tiga nama yang diduga menjadi penadah. Setelah itu, baru massa membakarnya dengan penuh amarah,'' ungkap Syaiful.

Aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga tersebut diakui Kapolsek Blega AKP Hartanta. Mewakili Kapolsek, Kanitreskrim Polsek Blega Bangkalan Bripka Pol. Moch. Huzaini membenarkan adanya kasus itu. 

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena laporan tersebut baru diterima satu jam setelah kejadian. Saat mendatangi tempat kejadian perkara, polisi sudah menemukan tubuh Mat Nasir dan Bahri gosong terbakar.

Bripka Pol. Moch. Huzaini menambahkan, Mat Nasir dan Bahri teridentifikasi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pencurian sapi. Keduanya ditetapkan sebagai DPO setelah polisi berhasil meringkus Syukur Juli 2015 lalu. ''Ternyata keduanya adalah DPO,'' ungkap Bripka Pol. Moch. Huzaini.

Ditanya kenapa polisi tidak mampu menangkap keduanya? Bripka Pol. Moch. Huzaini berdalih selama ini keduanya hidup berpindah-pindah. 

Polisi juga langsung mengamankan tiga warga Desa Bates, Kecamatan Blega, yang berinisial H, F, dan M. Tiga nama itu disebut Bahri dan Mat Nasir sebagai penadah sapi hasil curiannya. ''Untuk sementara, kami amankan dulu di Mapolres Bangkalan. Selain itu, kami mintai keterangan terkait dugaan warga mengenai adanya keterlibatan mereka,'' tutur Kasatreskrim AKP Andy Purnomo mewakili AKBP Windiyanto Pratomo, Selasa (4/8/2015).

AKP Andy Purnomo mengatakan, ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihaknya tetap akan mencari tahu penadah hasil curian jaringan Syukur. (jpnn/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.369 Since: 07.04.14 | 0.8413 sec