YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Nusantara

9 Nama Kiai Anggota Ahwa Di Muktamar Nahdlatul Ulama

Wednesday, 05 August 2015 | View : 660

siarjustisia.com-JOMBANG.

Muktamirin menyepakati pemberlakuan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui ahlul halli wal aqdi atau Ahwa (musyawarah mufakat) oleh sembilan ulama sepuh/senior pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kesepakatan itu diputuskan dalam sidang pleno Komisi Organisasi yang dipimpin anggota Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU Kiai Haji (K.H.) Ahmad Ishomuddin, di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) siang.

Setidaknya sembilan kiai juga terpilih menjadi tim Ahwa. Mereka akan ditugasi memilih Rais Aam PBNU untuk periode 2015-2020 dengan cara musyawarah.

Nama-nama mereka diumumkan pemimpin sidang K.H. Ahmad Muzakki setelah sebelumnya dilakukan pengumuman demisionernya kepengurusan PBNU periode 2010-2015 oleh Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj.

Sembilan nama tersebut adalah Maruf Amin (Jakarta) dengan 333 suara, Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan) yang meraih 302 suara, dan Tuanku Guru Tirmudzi (NTB) yang mendapat 298 suara.

Lalu Kholilu Rahman (Kalimantan Selatan) yang mendapat 273 suara, Dimyati Rois (Jawa Tengah) meraih 236 suara, dan Ali Akbar Marboen (Medan, Sumatera Utara) dengan 186 suara.

Lebih lanjut ada nama Maktum Hanan (Cirebon, Jawa Barat) yang meraih 162 suara, Maemun Zubair (Sarang, Jawa Tengah) dengan 156 suara dan  Mas Subadar (Pasuruan) yang mendapatkan 135 suara. "Nanti sembilan nama itu akan melakukan musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU," kata K.H. Ahmad Muzakki.

K.H. Ahmad Muzakki juga mengatakan penentuan sembilan nama tersebut diambil dari 115 nama yang dijadikan calon tim Ahwa. "115 itu ditentukan oleh muktamirin sehingga menjadi sembilan nama," ujar Ahmad Muzakki.

Para kiai yang tergabung dalam tim Ahwa akan memilih Rais Aam di antara mereka sendiri lalu jika tidak ada kata sepakat akan dipilih dari luar tim Ahwa.

Sementara itu sidang pleno pemilihan Rais Aam oleh tim Ahwa akan dilakukan pada pukul 20.00 WIB di Alun-alun Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sidang Rais Syuriah yang terdiri atas sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) memilih KH Mustofa Bisri menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama periode 2015-2020. Namun permintaan itu ditolak kiai yang akrab disapa Gus Mus itu. Gus Mus menyatakan tidak bersedia melanjutkan jabatan sebagai Rais Aam.

Sidang pleno yang mengumumkan hasil musyawarah Ahwa di Alun-alun Jombang malam ini mengumumkan KH Mustofa Bisri sebagai Rais Aam NU periode 2015-2020. Hasil tersebut disampaikan pemimpin sidang, Syaifullah Yusuf, di depan peserta Muktamar yang tak begitu banyak. "Hasil musyawarah AHWA memutuskan tetap meminta KH Mustofa Bisri untuk menjadi Rais Aam," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Rabu (5/8/2015).

Namun anehnya, sebelum membacakan putusan Ahwa tersebut, Gus Ipul terlebih dulu membacakan surat yang ditulis Gus Mus untuk disampaikan kepada muktamirin. "Pada prinsipnya, KH Mustofa Bisri menyerahkan sepenuhnya seluruh pemilihan Rais Aam kepada Ahwa. Namun, demi melihat situasi saat ini, KH Mustofa Bisri menyatakan tidak sanggup menjadi Rais Aam," ucap Gus Ipul membacakan surat Gus Mus.

Dia menjelaskan, karena sebelumnya Gus Mus sudah menyerahkan kepada Ahwa, surat ketidaksediaan Gus Mus ini dianggap tidak berlaku. Gus Ipul justru menganggap ketidaksediaan ini sebagai sikap tawadu Gus Mus yang tak berambisi menduduki jabatan di NU.

Namun, untuk mengantisipasi jika Gus Mus tetap tidak bersedia, anggota Ahwa menunjuk pemimpin sidang Ahwa, K.H. Ma'ruf Amin, sebagai wakil Rais Aam. Kiai Ma'ruf Amin diharapkan bisa menggantikan posisi Gus Mus jika pada nantinya beliau tetap menyatakan tidak bersedia. (tem/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.657 Since: 07.04.14 | 0.8781 sec