YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Nusantara

9 Nama Kiai Anggota Ahwa Di Muktamar Nahdlatul Ulama

Wednesday, 05 August 2015 | View : 672

siarjustisia.com-JOMBANG.

Muktamirin menyepakati pemberlakuan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui ahlul halli wal aqdi atau Ahwa (musyawarah mufakat) oleh sembilan ulama sepuh/senior pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kesepakatan itu diputuskan dalam sidang pleno Komisi Organisasi yang dipimpin anggota Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU Kiai Haji (K.H.) Ahmad Ishomuddin, di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) siang.

Setidaknya sembilan kiai juga terpilih menjadi tim Ahwa. Mereka akan ditugasi memilih Rais Aam PBNU untuk periode 2015-2020 dengan cara musyawarah.

Nama-nama mereka diumumkan pemimpin sidang K.H. Ahmad Muzakki setelah sebelumnya dilakukan pengumuman demisionernya kepengurusan PBNU periode 2010-2015 oleh Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj.

Sembilan nama tersebut adalah Maruf Amin (Jakarta) dengan 333 suara, Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan) yang meraih 302 suara, dan Tuanku Guru Tirmudzi (NTB) yang mendapat 298 suara.

Lalu Kholilu Rahman (Kalimantan Selatan) yang mendapat 273 suara, Dimyati Rois (Jawa Tengah) meraih 236 suara, dan Ali Akbar Marboen (Medan, Sumatera Utara) dengan 186 suara.

Lebih lanjut ada nama Maktum Hanan (Cirebon, Jawa Barat) yang meraih 162 suara, Maemun Zubair (Sarang, Jawa Tengah) dengan 156 suara dan  Mas Subadar (Pasuruan) yang mendapatkan 135 suara. "Nanti sembilan nama itu akan melakukan musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU," kata K.H. Ahmad Muzakki.

K.H. Ahmad Muzakki juga mengatakan penentuan sembilan nama tersebut diambil dari 115 nama yang dijadikan calon tim Ahwa. "115 itu ditentukan oleh muktamirin sehingga menjadi sembilan nama," ujar Ahmad Muzakki.

Para kiai yang tergabung dalam tim Ahwa akan memilih Rais Aam di antara mereka sendiri lalu jika tidak ada kata sepakat akan dipilih dari luar tim Ahwa.

Sementara itu sidang pleno pemilihan Rais Aam oleh tim Ahwa akan dilakukan pada pukul 20.00 WIB di Alun-alun Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sidang Rais Syuriah yang terdiri atas sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) memilih KH Mustofa Bisri menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama periode 2015-2020. Namun permintaan itu ditolak kiai yang akrab disapa Gus Mus itu. Gus Mus menyatakan tidak bersedia melanjutkan jabatan sebagai Rais Aam.

Sidang pleno yang mengumumkan hasil musyawarah Ahwa di Alun-alun Jombang malam ini mengumumkan KH Mustofa Bisri sebagai Rais Aam NU periode 2015-2020. Hasil tersebut disampaikan pemimpin sidang, Syaifullah Yusuf, di depan peserta Muktamar yang tak begitu banyak. "Hasil musyawarah AHWA memutuskan tetap meminta KH Mustofa Bisri untuk menjadi Rais Aam," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Rabu (5/8/2015).

Namun anehnya, sebelum membacakan putusan Ahwa tersebut, Gus Ipul terlebih dulu membacakan surat yang ditulis Gus Mus untuk disampaikan kepada muktamirin. "Pada prinsipnya, KH Mustofa Bisri menyerahkan sepenuhnya seluruh pemilihan Rais Aam kepada Ahwa. Namun, demi melihat situasi saat ini, KH Mustofa Bisri menyatakan tidak sanggup menjadi Rais Aam," ucap Gus Ipul membacakan surat Gus Mus.

Dia menjelaskan, karena sebelumnya Gus Mus sudah menyerahkan kepada Ahwa, surat ketidaksediaan Gus Mus ini dianggap tidak berlaku. Gus Ipul justru menganggap ketidaksediaan ini sebagai sikap tawadu Gus Mus yang tak berambisi menduduki jabatan di NU.

Namun, untuk mengantisipasi jika Gus Mus tetap tidak bersedia, anggota Ahwa menunjuk pemimpin sidang Ahwa, K.H. Ma'ruf Amin, sebagai wakil Rais Aam. Kiai Ma'ruf Amin diharapkan bisa menggantikan posisi Gus Mus jika pada nantinya beliau tetap menyatakan tidak bersedia. (tem/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
Piket Koramil 13/Karangawen Aktif Patroli Malam Bersama Polsek Guna Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019
Bermodal Tekad, Babinsa 02/Bonang Ajak Generasi Muda Binaannya Untuk Gemar Membaca
Babinsa 12/Mranggen Berikan Himbauan Kepada Siswa Yang Kedapatan Bolos Saat Jam Pelajaran
Melalui Jam Komandan, Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas TNI Dalam Pemilu
Gotong Royong Babinsa 12/Mranggen Dan Masyarakat Atasi Banjir Di Banyumeneng
Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Dampingi Kegiatan Posyandu, Wujud Nyata Kepedulian Babinsa 11/Sayung Terhadap Kesehatan Masyarakat
Babinsa 12/Mranggen Bersama Warga Laksanakan Karya Bhakti Peninggian Tanggul
Babinsa 02/Bonang Kunjungi TK Di Desa Binaannya
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Jalan Gubeng Ambles Diduga Kesalahan Konstruksi Proyek
Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Dandim 0716/Demak Serahkan Piala Dalam Rangka Peringati HUT Korpri Dan HUT PGRI
Dandim 0716/Demak Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan HUT Korpri Ke-47
Peran Aktif Koramil 11/Sayung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Warganya
Semangat Tanpa Batas, Babinsa 01/Demak Bantu Petani Dukuh Gesik Tanam Padi
Semangat Prajurit Kodim 0716/Demak Dalam Mengisi Jadwal Minggu Militer
Kodim 0716/Demak Ikuti Apel Siaga Darurat Banjir Musim Penghujan
Bersinergi Dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Pundenarum Tangkal Banjir
Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Kabupaten Demak Melepas Keberangkatan Banser Dan GP Ansor
Peringati HUT PGRI Dan KORPRI, Kodim 0716/Demak Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Pelayaran
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.249.404 Since: 07.04.14 | 0.6687 sec