YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Nusantara

9 Nama Kiai Anggota Ahwa Di Muktamar Nahdlatul Ulama

Wednesday, 05 August 2015 | View : 688

siarjustisia.com-JOMBANG.

Muktamirin menyepakati pemberlakuan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui ahlul halli wal aqdi atau Ahwa (musyawarah mufakat) oleh sembilan ulama sepuh/senior pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kesepakatan itu diputuskan dalam sidang pleno Komisi Organisasi yang dipimpin anggota Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU Kiai Haji (K.H.) Ahmad Ishomuddin, di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) siang.

Setidaknya sembilan kiai juga terpilih menjadi tim Ahwa. Mereka akan ditugasi memilih Rais Aam PBNU untuk periode 2015-2020 dengan cara musyawarah.

Nama-nama mereka diumumkan pemimpin sidang K.H. Ahmad Muzakki setelah sebelumnya dilakukan pengumuman demisionernya kepengurusan PBNU periode 2010-2015 oleh Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj.

Sembilan nama tersebut adalah Maruf Amin (Jakarta) dengan 333 suara, Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan) yang meraih 302 suara, dan Tuanku Guru Tirmudzi (NTB) yang mendapat 298 suara.

Lalu Kholilu Rahman (Kalimantan Selatan) yang mendapat 273 suara, Dimyati Rois (Jawa Tengah) meraih 236 suara, dan Ali Akbar Marboen (Medan, Sumatera Utara) dengan 186 suara.

Lebih lanjut ada nama Maktum Hanan (Cirebon, Jawa Barat) yang meraih 162 suara, Maemun Zubair (Sarang, Jawa Tengah) dengan 156 suara dan  Mas Subadar (Pasuruan) yang mendapatkan 135 suara. "Nanti sembilan nama itu akan melakukan musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU," kata K.H. Ahmad Muzakki.

K.H. Ahmad Muzakki juga mengatakan penentuan sembilan nama tersebut diambil dari 115 nama yang dijadikan calon tim Ahwa. "115 itu ditentukan oleh muktamirin sehingga menjadi sembilan nama," ujar Ahmad Muzakki.

Para kiai yang tergabung dalam tim Ahwa akan memilih Rais Aam di antara mereka sendiri lalu jika tidak ada kata sepakat akan dipilih dari luar tim Ahwa.

Sementara itu sidang pleno pemilihan Rais Aam oleh tim Ahwa akan dilakukan pada pukul 20.00 WIB di Alun-alun Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sidang Rais Syuriah yang terdiri atas sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) memilih KH Mustofa Bisri menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama periode 2015-2020. Namun permintaan itu ditolak kiai yang akrab disapa Gus Mus itu. Gus Mus menyatakan tidak bersedia melanjutkan jabatan sebagai Rais Aam.

Sidang pleno yang mengumumkan hasil musyawarah Ahwa di Alun-alun Jombang malam ini mengumumkan KH Mustofa Bisri sebagai Rais Aam NU periode 2015-2020. Hasil tersebut disampaikan pemimpin sidang, Syaifullah Yusuf, di depan peserta Muktamar yang tak begitu banyak. "Hasil musyawarah AHWA memutuskan tetap meminta KH Mustofa Bisri untuk menjadi Rais Aam," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Rabu (5/8/2015).

Namun anehnya, sebelum membacakan putusan Ahwa tersebut, Gus Ipul terlebih dulu membacakan surat yang ditulis Gus Mus untuk disampaikan kepada muktamirin. "Pada prinsipnya, KH Mustofa Bisri menyerahkan sepenuhnya seluruh pemilihan Rais Aam kepada Ahwa. Namun, demi melihat situasi saat ini, KH Mustofa Bisri menyatakan tidak sanggup menjadi Rais Aam," ucap Gus Ipul membacakan surat Gus Mus.

Dia menjelaskan, karena sebelumnya Gus Mus sudah menyerahkan kepada Ahwa, surat ketidaksediaan Gus Mus ini dianggap tidak berlaku. Gus Ipul justru menganggap ketidaksediaan ini sebagai sikap tawadu Gus Mus yang tak berambisi menduduki jabatan di NU.

Namun, untuk mengantisipasi jika Gus Mus tetap tidak bersedia, anggota Ahwa menunjuk pemimpin sidang Ahwa, K.H. Ma'ruf Amin, sebagai wakil Rais Aam. Kiai Ma'ruf Amin diharapkan bisa menggantikan posisi Gus Mus jika pada nantinya beliau tetap menyatakan tidak bersedia. (tem/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.569.872 Since: 07.04.14 | 0.6666 sec