YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Editorial

PER-EMPU-AN

Author : Yusuf Arkan Muhammad | Sunday, 06 September 2015 | View : 355

siarjustisia.com

PER-EMPU-AN.

Karya; Kris da Somerpes (seorang aktivis, jurnalis, fotografer, volunteer/kader terdidik fatherhood dalam training male involvement KPA manggarai barat NTT).

Perempuan itu, asali-nya adalah "empu" (Bahasa Indonesia kemudian mengaburkannya dengan awalan "per" dan akhiran "an"). Akhirnya menjadi tidak jelas, direduksi menjadi sangat sederhana. Tak lebih besar dari buah dada dan indung telur.

Padahal, per-empu-an itu, sekali lagi "empu". Sebagai "empu" perempuan adalah tuan, penguasa, pemilik dan kandung rahim kehidupan. Per-empu-an itu semesta. Siapa dan apa pun yang (mau) hidup di bawah kolong langit ini harus melalui sang "empu".

Bayangkan, sekali lagi bayangkan. Tuhan sendiri pun "tunduk" pada perempuan. Faktanya, demi melahirkan manusia dimuka bumi ini, Tuhanpun membutuhkan peran penting seorang perempuan untuk menitipkan karyaNya. Lantas kenapa begitu banyak laki- laki yg merendahkan martabat perempuan, lantas kenapa membalikkan fakta, bahwa laki-laki merasa penis lebih mulia derajatnya dari vagina, lantas kenapa atas dasar penafsiran agama, konstruksi budaya, sang empu kemudian justru ditempatkan sebagai warga manusia nomor dua, konco wingking, pelayan rumah tangga, tidak punya posisi dan negosiasi yg setara dengan laki laki, bahkan ironisnya perempuan tidak mempunyai hak politik atas tubuhnya sendiri, termasuk hak untuk melindungi kesehatan tubuhnya.

Lalu ketidakadilan sosial ini ulah siapa...?semoga mereka faham, bahwa pelanggaran terhadap hak perempuan adalah kekerasan. Semoga mereka sadar bahwa perempuan sejatinya adalah tuan, penguasa, dan Per-empu-an itu semesta.....

"Menggugat dominasi laki laki atas perempuan". (yam)

See Also

Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
UMK Rilis Buku Sedulur Sikep Menggugat
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.176.237 Since: 07.04.14 | 0.5501 sec