YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Internasional

Kawal Paus Fransiskus, Mobilisasi Keamanan Terbesar Sepanjang Sejarah AS

Wednesday, 23 September 2015 | View : 510

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Direktur Secret Service (SS), Joseph P. Clancy, menyatakan kunjungan pemimpin Gereja Katolik dan sekaligus kepala negara dari Negara Kota Vatikan, Paus Fransiskus selama lima hari di AS akan menjadi mobilisasi keamanan terbesar sepanjang sejarah AS. Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi bagaimana Secret Service mengawal Paus Fransiskus yang gerah dengan pengamanan super ketat atau over protective.

"Yang jelas kami tidak bisa menyebut berapa jumlah personelnya, namun itu akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah kami," jelas Joseph P. Clancy, Selasa (22/9/2015).

Jauh-jauh hari sebelum Vatikan menyatakan resmi Paus Fransiskus akan datang ke AS, Secret Service sudah mempelajari secara detil bagaimana Swiss Guard atau pengawal pribadi kepausan mengamankan dan mengawal Paus Fransiskus.

Sejak terpilih menjadi pemimpin umat Katolik sedunia, seperti biasa dan kewajibannya, Vatikan memberikan pengawalan khusus untuk Paus. Namun dalam beberapa bulan menjadi penguasa Vatikan, Paus Fransiskus memecat kepala keamanannya karena dianggap terlalu berlebihan mengamankannya. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Secret Service. Bagaimana mengawal tokoh penting dunia tersebut berdekatan dengan publik dalam ruang terbuka tanpa mengganggunya.

Secret service menyebut pengawalan Paus berada dalam level yang sangat sulit.

Dalam kunjungannya ke tiga kota besar; Washington, New York, dan Philadelphia dipastikan Paus akan berhenti sekehendaknya untuk menemui kerumunan orang yang menantinya. Ia juga disebutkan tidak mau menggunakan kendaraan kepausan seperti yang digunakan pendahulunya, Paus Paulus II dan Benediktus XVI.

"Itu akan sangat sulit, bagaimana kerumunan akan memberikan benda-benda seperti bendera, boneka, bahkan bayi untuk diberkati. Di sisi lain kami jelas melarang hal tersebut dilakukan," sambung Joseph P. Clancy.

Sebagai antisipasi, Secret Service akan memasang pagar sepanjang jalan yang akan dilalui Paus. Selain itu warga yang berderet sepanjang jalan harus melalui detektor logam. Warga juga dilarang menggunakan tongkat selfie. Di New York, pihak keamanan melarang penggunaan drone selama Paus menggelar misa bagi korban 9/11. Bahkan Pemkot New York meliburkan pegawainya dan menghentikan operasi kantor pos, serta sejumlah rekayasa lalin akan dilakukan.

Joseph P. Clancy menjelaskan pasukan yang dipimpinnya sudah melakukan latihan khusus selama berminggu-minggu di Maryland. Salah satu materi yang diberikan adalah membaca gesture atau perilaku seseorang.

Vatikan sendiri akan membawa 500 personel Swiss Guard yang dipimpin oleh Domenico Giani. Mereka sudah bersumpah akan memberikan nyawanya untuk keamanan Paus.

Dalam beberapa kesempatan Paus Fransiskus menyampaikan ia ingin menjadi orang yang biasa dan bertemu dengan siapapun. Di kunjungan ke sejumlah negara, Paus berkontak langsung dengan penduduk setempat. Bahkan di Argentina ia meminum secangkir teh yang ditawarkan seorang warga. Di Brasil, ia meminta sopir mobilnya mengubah rute yang sudah ditentukan dan menemui kerumunan publik.

Paus Fransiskus menyatakan ia tidak khawatir dengan keselamatan dirinya. "Saya ingin berkomunikasi dengan banyak orang dengan cara yang manusiawi, dan hidup saya berada di tanganNya" katanya. (newyorktimes)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.666 Since: 07.04.14 | 0.3733 sec