YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Internasional

Referendum Di Barcelona, Warga Catalan Terbelah

Sunday, 27 September 2015 | View : 412

siarjustisia.com-CATALONIA.

Pemilih di Catalonia, Minggu (27/9/2015), berpartisipasi dalam referendum untuk menentukan apakah mereka akan tetap menjadi bagian dari negara Spanyol atau berpisah dan berdiri sendiri menjadi sebuah negara merdeka baru.

Sebagaimana dilaporkan ABC News, para tokoh yang mendorong pemisahan sejak lama mendesak dilakukan referendum kemerdekaan. Namun pemerintah pusat Spanyol belum memperbolehkan dengan alasan proses akan menjadi inkonstitusional apabila hanya dilakukan dengan cara pemungutan suara seperti itu.

Pemilihan pada Minggu ini untuk memilih 135 anggota parlemen Catalonia, yang terletak di wilayah Ibu Kota Barcelona. Mereka yang ingin berpisah berpendapat jika mereka menang dengan 68 kursi, hasil itu akan menjadi mandat dan mendorong mereka memulai memisahkan diri dari Spanyol, bahkan dengan deklarasi kemerdekaan sepihak.

Jajak pendapat sendiri diperkirakan akan menghasilkan kemenangan tipis bagi pihak yang pro-kemerdekaan. Namun Perdana Menteri Spantol Mariano Rajoy, dikutip dari ABC, mengatakan akan menggunakan semua sarana hukum untuk mencegah Catalonia melepaskan diri, memperingatkan akan mencakup pengusiran dari Uni Eropa.

Warga Catalan yang terbagi dua dari pilihan itu pada dasarnya bangga dengan bahasa Catalan, yang diucapkan bersama dengan bahasa Spanyol. Mereka telah ditekan selama tiga dekade di bawah kepemimpinan diktator Jenderal Francisco Franco. Kubu pro-kemerdekaan juga telah mengorganisir unjuk rasa besar-besaran dari ratusan ribu massa dalam beberapa tahun terakhir.

Jordi Perez adalah salah satu dari 5,3 juta warga Catalan yang memiliki suara dari total penduduk yang mencapai 7,5 juta orang. Pegawai negeri yang berusia 50 tahun itu mengatakan ia akan memilih "Bersama untuk Ya" gerakan yang setuju untuk memisahkan diri karena ia merasa Spanyol secara historis meremehkan budaya Catalan dan bahasanya.

"Saya ingin kemerdekaan sejak saya masih muda," kata Jordi Perez setelah memberikan suara di Barcelona. "Selama tiga abad mereka telah merampok kami dari budaya kami. Kami telah sampai pada saat untuk mengatakan sudah cukup."

Sementara Sandra Guerrero, 30 tahun, mengatakan bahwa pemilihan ini memotivasi dirinya untuk pertama kalinya ikut memilih. Guru sekolah ini memilih Partai Rakyat yang menentang kemerdekaan. "Kami warga Catalan dianggap semuanya menjadi separatis, tetapi kenyataannya adalah bahwa saya memilih 'Tidak'," kata Sandra Guerrero.

"Orang tua saya berasal dari Andalusia (di Selatan Spanyol). Orang-orang dari luar Catalonia selalu memperlakukan saya dengan baik. Saya merasa bagian dari Spanyol. Saya bangga menjadi orang Catalan, tetapi juga menjadi Spanyol." (abcnews)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.856 Since: 07.04.14 | 0.626 sec