YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Internasional

Dubes Arab Saudi Minta Kesabaran Soal Investigasi Mina

Thursday, 01 October 2015 | View : 380

siarjustisia.com-JAKARTA.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al Mubarak meminta masyarakat dunia, termasuk Indonesia, untuk bersabar dengan hasil investigasi tragedi Mina.

"Setiap pihak dan media agar bersabar dalam hasil investigasi ini," kata Musthafa Ibrahim Al Mubarak di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Musthafa Ibrahim Al Mubarak mengatakan proses investigasi masih berlangsung dan nantinya akan diketahui siapa yang bersalah dalam tragedi yang merengut nyawa jamaah haji dari berbagai penjuru dunia. Pada waktunya, hasil investigasi itu akan diumumkan kepada publik.

Dubes Arab Saudi ini juga menampik tuduhan soal sebab insiden Mina yang dikarenakan adanya kunjungan Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi berikut tamu istimewanya. Kunjungan itu sendiri dituding banyak pihak menyebabkan penumpukan jamaah haji yang luar biasa sehingga memicu terinjaknya sejumlah jamaah. Insiden ini merenggut banyak nyawa berikut korban luka-luka.

Dia juga menolak tuduhan pemberitaan soal meninggalnya banyak jamaah karena adanya zat kimia.

"Adanya putra mahkota yang mengunjungi di lokasi sebenarnya tidak benar. Media asing juga menyampaikan adanya gas beracun, itu semuanya bohong tidak benar," katanya.

Senada, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Alwi Shihab mengharapkan agar masyarakat tidak berspekulasi soal penyebab tragedi Mina.

"Dubes bilang ada sanksi-sanksi personel Saudi, apakah polisi, pengawal atau operatornya. Nanti akan kelihatan dengan rekaman kamera CCTV yang dibuka kembali. Memang dari video amatir terlihat adanya kekurangsiapan dengan arus masif jamaah. Tapi hasil investigasi ini patut ditunggu," kata dia.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Syafii Maarif melihat Arab Saudi menutup-nutupi sejumlah informasi soal insiden haji.

"Soal menutup-nutupi informasi, itu terjadi karena sistem pemerintahan mereka tidak terbuka dengan monarki absolutnya," kata dia. (ant)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.754 Since: 07.04.14 | 0.4199 sec