YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Hukum

Polisi Menyisir Lokasi Mayat Gadis Dalam Kardus

siarjustisia.com-JAKARTA.

Korban pemerkosaan dan pembunuhan, bocah usia sembilan tahun dilakukan secara melampaui batas kemanusiaan, pelakunya layak dihukum mati.

Dokter Forensik sudah merampungkan otopsi jenazah bocah perempuan, PNF (9), hasilnya, dia diduga tewas 8-12 Jam setelah makan pagi terakhirnya pada Jumat (2/10/2015).

Dokter forensik di RS Polri Kramat Djati melakukan otopsi pukul 01.00-02.00 pada Minggu (4/10/2015) dini hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti, mengatakan, polisi menduga, PNF dibunuh antara pukul 10.00-14.00.

"Hasil visum dan otopsi juga mengkonfirmasi bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh," ujar Kombes Pol. Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Saat ini, Polisi masih memburu pelaku dengan berbagai teknik penyelidikan.

Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan mengerahkan kekuatan cukup besar untuk memburu pelaku pembunuhan sadis terhadap siswi SD Negeri 05 pagi Kalideres, Jakarta Barat.

"Dengan kekuatan besar, kasus ini akan kami ungkap secepatnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal dalam perbincangan dengan awak media, Minggu (4/10/2015).

Hari ini, Minggu (4/10/2015), Kombes Pol. Krishna Murti akan membawa kembali tim besar dari Polda Metro Jaya ke lokasi kejadian, rumah korban, dan tempat korban menghilang.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Krishna Murti dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Hery Heryawan beserta jajaran berencana akan melakukan penyisiran TKP ulang dan mendalam terkait kasus penemuan mayat bocah perempuan di dalam kardus di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi akan menyisir segala petunjuk yang didapat.

Pantauan di Polda Metro Jaya, saat ini anggota kepolisian sedang bersiap untuk menuju lokasi penemuan bocah nahas tersebut.

Sumber internal di Polda Metro Jaya menyebut, dugaan sementara, bocah nahas itu sebelumnya mengalami kekerasan fisik dan diperkosa sebelum akhirnya dibunuh. Pasalnya, ditemukan sejumlah luka lebam ditubuh bocah itu, selain ada tanda-tanda pemerkosaan secara kasar yang diduga dilakukan oleh pelaku.

“Pelakunya biadab ini, potong saja burungnya kalau nanti berhasil ditangkap,” ujar sumber tersebut seraya menginformasikan bahwa perwira polda yang akan memimpin langsung penyisiran TKP nanti.

Seperti diwartakan sebelumnya, sesosok mayat bocah perempuan ditemukan tergeletak di dalam kardus yang terikat lakban di Jalan Sahabat di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (2/10/2015) malam.

Kemudian, diketahui bocah itu berinisial PNF, anak dari AS dan IF, warga Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, sekitar 3 kilometer dari lokasi penemuan mayat anak tersebut. Anak itu sebelumnya menghilang dari rumahnya sejak Jumat (2/10/2015) sore.

Diketahui pula, sebelum akhirnya menghilang, bocah ini mengaku hendak bertemu temannya.

Dia mengatakan itu ke sepupunya dan teman sebangkunya.

Bahkan sepupunya, Kelvin Trianto (9), sempat menguntit PNF lantaran penasaran usai pulang sekolah yang tak jauh dari rumahnya, tapi PNF justru lari saat tahu Kelvin mengikutinya. Kelvin sempat mengejarnya, namun‎ kemudian PNF menghilang di percabangan jalan di Gang Melati 1 di RW 10, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tak jauh dari sekolahnya.

Atau di jaringan gang yang rumit yang berada di depan sekolahnya, SDN 05 pagi Kalideres.

Saat ditemukan, mulut korban berdarah, bibir mengalami bengkak dan membiru serta di bagian tangan dan bahu terdapat bekas luka. Mulut korban dilakban, serta tangan dan kaki diikat, dan mayatnya dimasukkan ke dalam kardus.

Diduga gadis tersebut korban pemerkosaan karena terdapat luka di sekitar alat vital korban. Disebutkan, ciri-ciri korban, memiliki tanda bekas cacar di bahu kanan, berhidung mancung, rambut pendek, dan kulit sawo matang.

Informasi yang dirangkum, Sabtu (3/10/2015) dinihari, penemuan mayat dalam kardus itu diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan. Saat berita ini disiarkan proses penyelidikan masih dilakukan oleh personel Subdit 4 Unit V Jatanras Polda Metro Jaya.

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.724 Since: 07.04.14 | 0.6304 sec