YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Polisi Menyisir Lokasi Mayat Gadis Dalam Kardus

siarjustisia.com-JAKARTA.

Korban pemerkosaan dan pembunuhan, bocah usia sembilan tahun dilakukan secara melampaui batas kemanusiaan, pelakunya layak dihukum mati.

Dokter Forensik sudah merampungkan otopsi jenazah bocah perempuan, PNF (9), hasilnya, dia diduga tewas 8-12 Jam setelah makan pagi terakhirnya pada Jumat (2/10/2015).

Dokter forensik di RS Polri Kramat Djati melakukan otopsi pukul 01.00-02.00 pada Minggu (4/10/2015) dini hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti, mengatakan, polisi menduga, PNF dibunuh antara pukul 10.00-14.00.

"Hasil visum dan otopsi juga mengkonfirmasi bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh," ujar Kombes Pol. Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Saat ini, Polisi masih memburu pelaku dengan berbagai teknik penyelidikan.

Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan mengerahkan kekuatan cukup besar untuk memburu pelaku pembunuhan sadis terhadap siswi SD Negeri 05 pagi Kalideres, Jakarta Barat.

"Dengan kekuatan besar, kasus ini akan kami ungkap secepatnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal dalam perbincangan dengan awak media, Minggu (4/10/2015).

Hari ini, Minggu (4/10/2015), Kombes Pol. Krishna Murti akan membawa kembali tim besar dari Polda Metro Jaya ke lokasi kejadian, rumah korban, dan tempat korban menghilang.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Krishna Murti dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Hery Heryawan beserta jajaran berencana akan melakukan penyisiran TKP ulang dan mendalam terkait kasus penemuan mayat bocah perempuan di dalam kardus di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi akan menyisir segala petunjuk yang didapat.

Pantauan di Polda Metro Jaya, saat ini anggota kepolisian sedang bersiap untuk menuju lokasi penemuan bocah nahas tersebut.

Sumber internal di Polda Metro Jaya menyebut, dugaan sementara, bocah nahas itu sebelumnya mengalami kekerasan fisik dan diperkosa sebelum akhirnya dibunuh. Pasalnya, ditemukan sejumlah luka lebam ditubuh bocah itu, selain ada tanda-tanda pemerkosaan secara kasar yang diduga dilakukan oleh pelaku.

“Pelakunya biadab ini, potong saja burungnya kalau nanti berhasil ditangkap,” ujar sumber tersebut seraya menginformasikan bahwa perwira polda yang akan memimpin langsung penyisiran TKP nanti.

Seperti diwartakan sebelumnya, sesosok mayat bocah perempuan ditemukan tergeletak di dalam kardus yang terikat lakban di Jalan Sahabat di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (2/10/2015) malam.

Kemudian, diketahui bocah itu berinisial PNF, anak dari AS dan IF, warga Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, sekitar 3 kilometer dari lokasi penemuan mayat anak tersebut. Anak itu sebelumnya menghilang dari rumahnya sejak Jumat (2/10/2015) sore.

Diketahui pula, sebelum akhirnya menghilang, bocah ini mengaku hendak bertemu temannya.

Dia mengatakan itu ke sepupunya dan teman sebangkunya.

Bahkan sepupunya, Kelvin Trianto (9), sempat menguntit PNF lantaran penasaran usai pulang sekolah yang tak jauh dari rumahnya, tapi PNF justru lari saat tahu Kelvin mengikutinya. Kelvin sempat mengejarnya, namun‎ kemudian PNF menghilang di percabangan jalan di Gang Melati 1 di RW 10, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tak jauh dari sekolahnya.

Atau di jaringan gang yang rumit yang berada di depan sekolahnya, SDN 05 pagi Kalideres.

Saat ditemukan, mulut korban berdarah, bibir mengalami bengkak dan membiru serta di bagian tangan dan bahu terdapat bekas luka. Mulut korban dilakban, serta tangan dan kaki diikat, dan mayatnya dimasukkan ke dalam kardus.

Diduga gadis tersebut korban pemerkosaan karena terdapat luka di sekitar alat vital korban. Disebutkan, ciri-ciri korban, memiliki tanda bekas cacar di bahu kanan, berhidung mancung, rambut pendek, dan kulit sawo matang.

Informasi yang dirangkum, Sabtu (3/10/2015) dinihari, penemuan mayat dalam kardus itu diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan. Saat berita ini disiarkan proses penyelidikan masih dilakukan oleh personel Subdit 4 Unit V Jatanras Polda Metro Jaya.

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.134 Since: 07.04.14 | 0.62 sec