YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Nusantara

Gereja Dibakar Di Aceh Singkil, Bukan Kasus Pertama

Wednesday, 14 October 2015 | View : 1535

siarjustisia.com-BANDA ACEH.

Keributan soal agama terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Kali ini, satu gereja dilaporkan dibakar massa di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10/2015). Bentrok terjadi antarwarga dan diduga muncul satu korban tewas.

Dua orang meninggal dunia akibat bentrokan dua kelompok massa yang berbeda agama. Adapun jumlah korban masih simpang siur.

Sebelumnya, Pendeta Erde Berutu dari Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD), Aceh, mengatakan korban tewas akibat peristiwa itu dua orang.

Pendeta Erde Berutu mengatakan massa, dengan berbagai jenis kendaraan bak terbuka yang diperkirakan berjumlah 700 orang, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (13/10/2015), mendatangi Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Deleng Lagan, Kecamatan Gunung Meriah.

Massa, yang diduga berasal dari daerah sekitar gereja, membakar rumah ibadah umat Nasrani itu. Setelah membakar Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI), massa menuju sebuah gereja lagi yang terpaut 10 kilometer dari Gereja HKI, yaitu Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Danggurun, Kecamatan Simpang Kanan.

Sesampainya di sana, massa tidak leluasa membakar karena sudah ada blokade dari petugas TNI dan Polri. Namun entah lewat mana, ada tiga orang yang lolos. Saat itulah terjadi bentrok dengan masyarakat Kristen.

"Saya mendengar informasi, satu orang kita, Islam, meninggal," kata Pendeta Ende Berutu kepada awak media, Selasa (13/10/2015). Situasi semakin mencekam, menyusul sweeping dari massa dan masyarakat di lintasan desa yang mayoritas Muslim.

Kejadian terakhir, seorang sopir mobil tangki minyak sawit beragama Kristen, yang baru kembali dari Medan ke Singkil, terkena razia masyarakat di Jembatan Desa Buluh Seuma, Kecamatan Suro. Sopir itu, kata Pdt. Ende Berutu, dikabarkan meninggal.

Pendeta Ende Berutu menggambarkan suasana sangat mencekam di kawasan itu. Dia mendapat informasi, massa tersebut bukan saja dari Singkil, tetapi  juga dari kabupaten tetangga, yaitu Aceh Selatan.

"Belum ada laporan jelas kejadian yang terjadi, kami sedang menelusurinya ke lokasi dan rumah sakit umum. Isunya ada korban,” kata Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Aceh Singkil Khaldum B.K. kepada awak media.

Sumber di Singkil mengatakan kisruh diduga akibat desakan warga muslim agar pemerintah setempat membongkar gereja tak berizin. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, warga akan membongkar sendiri.

Kasus pembakaran gereja itu bukan peristiwa bernada suku, agama, ras, dan antargolongan, pertama di wilayah itu.

Berikut ini beberapa kasus pembakaran, termasuk penutupan sejumlah gereja di Aceh Singkil:

27 Maret 1995
Daerah : Kecamatan Penanggalen
Gereja : Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
Jenis : Terjadi pembakaran, tapi berkat bantuan warga, gereja berhasil diselamatkan.

21 Maret 1995
Daerah : Kecamatan Gunung Meriah
Gereja : Kristen GKPPD
Jenis : Terjadi pembakaran, tapi berkat bantuan warga, gereja berhasil diselamatkan.

21 Juli 1998
Daerah : Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah
Gereja : Kristen GKPPD
Jenis : Sebagian dinding gereja dibakar orang tidak dikenal.

September 2001
Daerah : Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Gunung Meriah, dan Kecamatan Danau Paris.
Gereja : Sepuluh gereja ditutup
Jenis : Warga tidak setuju pendirian gereja.

September 2006
Daerah : Desa Siompin, Kecamatan Surou
Gereja : Gereja Kristen
Jenis : Gereja dibakar karena warga tidak setuju rumah dijadikan tempat peribadatan.

18 Agustus 2015
Daerah : Kecamatan Suro
Gereja : Gereja GKPPD
Jenis : Gereja terbakar habis oleh orang tidak dikenal. (tem)

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.608 Since: 07.04.14 | 0.6339 sec