YouTube Facebook Twitter RSS
16 Feb 2019, 0

Nusantara

Gereja Dibakar Di Aceh Singkil, Bukan Kasus Pertama

Wednesday, 14 October 2015 | View : 1464

siarjustisia.com-BANDA ACEH.

Keributan soal agama terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Kali ini, satu gereja dilaporkan dibakar massa di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10/2015). Bentrok terjadi antarwarga dan diduga muncul satu korban tewas.

Dua orang meninggal dunia akibat bentrokan dua kelompok massa yang berbeda agama. Adapun jumlah korban masih simpang siur.

Sebelumnya, Pendeta Erde Berutu dari Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD), Aceh, mengatakan korban tewas akibat peristiwa itu dua orang.

Pendeta Erde Berutu mengatakan massa, dengan berbagai jenis kendaraan bak terbuka yang diperkirakan berjumlah 700 orang, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (13/10/2015), mendatangi Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Deleng Lagan, Kecamatan Gunung Meriah.

Massa, yang diduga berasal dari daerah sekitar gereja, membakar rumah ibadah umat Nasrani itu. Setelah membakar Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI), massa menuju sebuah gereja lagi yang terpaut 10 kilometer dari Gereja HKI, yaitu Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Danggurun, Kecamatan Simpang Kanan.

Sesampainya di sana, massa tidak leluasa membakar karena sudah ada blokade dari petugas TNI dan Polri. Namun entah lewat mana, ada tiga orang yang lolos. Saat itulah terjadi bentrok dengan masyarakat Kristen.

"Saya mendengar informasi, satu orang kita, Islam, meninggal," kata Pendeta Ende Berutu kepada awak media, Selasa (13/10/2015). Situasi semakin mencekam, menyusul sweeping dari massa dan masyarakat di lintasan desa yang mayoritas Muslim.

Kejadian terakhir, seorang sopir mobil tangki minyak sawit beragama Kristen, yang baru kembali dari Medan ke Singkil, terkena razia masyarakat di Jembatan Desa Buluh Seuma, Kecamatan Suro. Sopir itu, kata Pdt. Ende Berutu, dikabarkan meninggal.

Pendeta Ende Berutu menggambarkan suasana sangat mencekam di kawasan itu. Dia mendapat informasi, massa tersebut bukan saja dari Singkil, tetapi  juga dari kabupaten tetangga, yaitu Aceh Selatan.

"Belum ada laporan jelas kejadian yang terjadi, kami sedang menelusurinya ke lokasi dan rumah sakit umum. Isunya ada korban,” kata Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Aceh Singkil Khaldum B.K. kepada awak media.

Sumber di Singkil mengatakan kisruh diduga akibat desakan warga muslim agar pemerintah setempat membongkar gereja tak berizin. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, warga akan membongkar sendiri.

Kasus pembakaran gereja itu bukan peristiwa bernada suku, agama, ras, dan antargolongan, pertama di wilayah itu.

Berikut ini beberapa kasus pembakaran, termasuk penutupan sejumlah gereja di Aceh Singkil:

27 Maret 1995
Daerah : Kecamatan Penanggalen
Gereja : Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
Jenis : Terjadi pembakaran, tapi berkat bantuan warga, gereja berhasil diselamatkan.

21 Maret 1995
Daerah : Kecamatan Gunung Meriah
Gereja : Kristen GKPPD
Jenis : Terjadi pembakaran, tapi berkat bantuan warga, gereja berhasil diselamatkan.

21 Juli 1998
Daerah : Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah
Gereja : Kristen GKPPD
Jenis : Sebagian dinding gereja dibakar orang tidak dikenal.

September 2001
Daerah : Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Gunung Meriah, dan Kecamatan Danau Paris.
Gereja : Sepuluh gereja ditutup
Jenis : Warga tidak setuju pendirian gereja.

September 2006
Daerah : Desa Siompin, Kecamatan Surou
Gereja : Gereja Kristen
Jenis : Gereja dibakar karena warga tidak setuju rumah dijadikan tempat peribadatan.

18 Agustus 2015
Daerah : Kecamatan Suro
Gereja : Gereja GKPPD
Jenis : Gereja terbakar habis oleh orang tidak dikenal. (tem)

See Also

Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.398.358 Since: 07.04.14 | 0.6422 sec