YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Ketua FPDIP Desak Kapolri Ungkap Aktor Intelektual Insiden Aceh Singkil

Saturday, 17 October 2015 | View : 522

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Olly Dondokambey mendesak Kapolri Jenderal Polisi (Jend Pol.) Drs. Badrodin Haiti mengungkap aktor intelektual di balik insiden di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. 

"Kita sangat prihatin dengan terjadinya insiden itu, apalagi selain ada Gereja yang dibakar juga ada korban yang meninggal dunia. Aparat kepolisian harus mengusut insiden ini dengan profesional dan proporsional," kata Olly Dondokambey, Jumat (16/10/2015).

Dia menilai bentrokan antarwarga di Kabupaten Aceh Singkil tidak perlu terjadi, apalagi pemicunya adalah SARA.

Menurut Bendahara Umum PDIP itu menambahkan, semua warga di Indonesia, apapun ras dan agamanya, punya hak dan kedudukan yang sama di depan hukum, termasuk hak untuk beribadah.

Pemerintah, kata dia, termasuk aparat keamanan harus bisa menghadirkan rasa aman kepada semua lapisan masyarakat.

"Kita berharap, siapapun yang terlibat dalam insiden itu harus diusut dan diproses hukum. Ke depan, kita juga berharap tak akan ada lagi insiden bernuansa SARA, tak hanya di Aceh namun di manapun juga di republik ini," katanya.

Dia mengimbau segenap komponen masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan beragam isu yang berpotensi menimbulkan gesekan. Dia juga mendesak semua pihak secara bersama-sama mau mengedepankan kebersamaan.

Terkait dengan kerusuhan yang berbau SARA itu, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 47 warga. Dari hasil pemeriksaan itu, sebanyak 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Gereja. Dari 10 orang tersangka, baru tiga orang yang ditahan dan sisanya masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Pascapembakaran itu ada tiga tersangka yang ditahan dan tujuh orang dinyatakan buron serta yang diperiksa ada sekitar 45 orang. Sedangkan, pelaku penembakan terhadap pengunjuk rasa saat ini juga telah dimasukkan ke daftar DPO, penembak menggunakan senapan angin pemburu babi.

Akibat ketegangan itu ada sekitar 5.000 jiwa lebih warga Aceh Singkil yang mengungsi ke daerah Pakpak, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Nasib Kapolres Aceh Singkil, AKBP Budi Samekto, di ujung tanduk. Kapolri Badrodin Haiti menengarai bila yang bersangkutan tidak cakap dalam memprediksi potensi kerawanan.

Akibatnya terjadi insiden pembakaran Gereja Huria Kristen Indonesia (GHKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, pada Selasa (13/10/2015) siang lalu, yang juga menelan seorang korban tewas dan lima orang luka-luka itu.

"Dalam hal ini memang ada kelemahan prediksi dari Kapolresnya. Sudah ditanya Kapolda NAD (Irjen Pol. Husein Hamidi) apakah butuh back up, dijawab tidak. Masalah seperti ini memang bergantung pada Kasatwil setempat," kata Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).

Seorang Kapolres, menurut Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti, harusnya mampu mengantisipasi soal kerawanan ini. Makanya, Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti mengaku dirinya sering menyampaikan pada Kasatwil untuk siaga dan waspada.

"Respons mereka memang berbeda beda. Ada yang memang over estimate dan underestimate. ‎Mungkin karena kemampuannya untuk memprediksi tidak sama satu sama lain," sambungnya.

Untuk itu, Kapolres Aceh Singkil harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya itu. Menurut Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti ada risiko yang harus diemban yang bersangkutan.

"Nanti saya akan evaluasi," tegasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Husen Hamidi mengatakan, Jumat (16/10/2015) kemarin, ada dua provokator yang menyebar SMS dan telah ditangkap. Mereka menyebarkan SMS yang bersifat provokatif.

Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamidi menegaskan, kondisi Aceh Singkil pascabentrok yang berujung pada pembakaran Gereja, Selasa (13/10/2015) lalu, kini situasi sudah terkendali. Warga sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa dan kepada semua pengungsi diminta kembali untuk hidup rukun dan damai seperti sediakala. Indonesia sebagai bangsa besar terdiri dari berbagai suku dan agama akan menjadi perekat, jangan sampai perbedaan agama menjadi kacau.

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh seusai melakukan pertemuan seharian pada Kamis (15/10/2015) pagi hingga malam untuk menuntaskan permasalahan di Aceh Singkil.

Ia menyebutkan saat ini semua aparat sudah berkosentrasi pada rumah ibadah dan rumah warga yang masih khawatir, tetapi dalam pantuan dirinya saat ini semua kawasan yang sempat ricuh dua hari lalu sudah kondusif. Aktivitas warga juga sudah berjalan seperti biasa.

Kapolda dan bersama Panglima Kodam Iskandar Muda, serta pejabat provinsi yang hingga saat ini masih berada di Aceh Singkil masih menangani berbagai masalah di sana, dan fokus pada pertemuan antara umat Kristen.

Tokoh masyarakat dan sejumlah orang yang enggan ditulis namanya meminta polisi untuk segera menangkap pelaku penembakan Samsul (25), yang tewas dalam bentrok beberapa hari lalu. (sp)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.818 Since: 07.04.14 | 0.6194 sec