YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Hukum

Ketua FPDIP Desak Kapolri Ungkap Aktor Intelektual Insiden Aceh Singkil

Saturday, 17 October 2015 | View : 545

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Olly Dondokambey mendesak Kapolri Jenderal Polisi (Jend Pol.) Drs. Badrodin Haiti mengungkap aktor intelektual di balik insiden di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. 

"Kita sangat prihatin dengan terjadinya insiden itu, apalagi selain ada Gereja yang dibakar juga ada korban yang meninggal dunia. Aparat kepolisian harus mengusut insiden ini dengan profesional dan proporsional," kata Olly Dondokambey, Jumat (16/10/2015).

Dia menilai bentrokan antarwarga di Kabupaten Aceh Singkil tidak perlu terjadi, apalagi pemicunya adalah SARA.

Menurut Bendahara Umum PDIP itu menambahkan, semua warga di Indonesia, apapun ras dan agamanya, punya hak dan kedudukan yang sama di depan hukum, termasuk hak untuk beribadah.

Pemerintah, kata dia, termasuk aparat keamanan harus bisa menghadirkan rasa aman kepada semua lapisan masyarakat.

"Kita berharap, siapapun yang terlibat dalam insiden itu harus diusut dan diproses hukum. Ke depan, kita juga berharap tak akan ada lagi insiden bernuansa SARA, tak hanya di Aceh namun di manapun juga di republik ini," katanya.

Dia mengimbau segenap komponen masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan beragam isu yang berpotensi menimbulkan gesekan. Dia juga mendesak semua pihak secara bersama-sama mau mengedepankan kebersamaan.

Terkait dengan kerusuhan yang berbau SARA itu, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 47 warga. Dari hasil pemeriksaan itu, sebanyak 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Gereja. Dari 10 orang tersangka, baru tiga orang yang ditahan dan sisanya masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Pascapembakaran itu ada tiga tersangka yang ditahan dan tujuh orang dinyatakan buron serta yang diperiksa ada sekitar 45 orang. Sedangkan, pelaku penembakan terhadap pengunjuk rasa saat ini juga telah dimasukkan ke daftar DPO, penembak menggunakan senapan angin pemburu babi.

Akibat ketegangan itu ada sekitar 5.000 jiwa lebih warga Aceh Singkil yang mengungsi ke daerah Pakpak, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Nasib Kapolres Aceh Singkil, AKBP Budi Samekto, di ujung tanduk. Kapolri Badrodin Haiti menengarai bila yang bersangkutan tidak cakap dalam memprediksi potensi kerawanan.

Akibatnya terjadi insiden pembakaran Gereja Huria Kristen Indonesia (GHKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, pada Selasa (13/10/2015) siang lalu, yang juga menelan seorang korban tewas dan lima orang luka-luka itu.

"Dalam hal ini memang ada kelemahan prediksi dari Kapolresnya. Sudah ditanya Kapolda NAD (Irjen Pol. Husein Hamidi) apakah butuh back up, dijawab tidak. Masalah seperti ini memang bergantung pada Kasatwil setempat," kata Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).

Seorang Kapolres, menurut Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti, harusnya mampu mengantisipasi soal kerawanan ini. Makanya, Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti mengaku dirinya sering menyampaikan pada Kasatwil untuk siaga dan waspada.

"Respons mereka memang berbeda beda. Ada yang memang over estimate dan underestimate. ‎Mungkin karena kemampuannya untuk memprediksi tidak sama satu sama lain," sambungnya.

Untuk itu, Kapolres Aceh Singkil harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya itu. Menurut Jend Pol. Drs. Badrodin Haiti ada risiko yang harus diemban yang bersangkutan.

"Nanti saya akan evaluasi," tegasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Husen Hamidi mengatakan, Jumat (16/10/2015) kemarin, ada dua provokator yang menyebar SMS dan telah ditangkap. Mereka menyebarkan SMS yang bersifat provokatif.

Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamidi menegaskan, kondisi Aceh Singkil pascabentrok yang berujung pada pembakaran Gereja, Selasa (13/10/2015) lalu, kini situasi sudah terkendali. Warga sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa dan kepada semua pengungsi diminta kembali untuk hidup rukun dan damai seperti sediakala. Indonesia sebagai bangsa besar terdiri dari berbagai suku dan agama akan menjadi perekat, jangan sampai perbedaan agama menjadi kacau.

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh seusai melakukan pertemuan seharian pada Kamis (15/10/2015) pagi hingga malam untuk menuntaskan permasalahan di Aceh Singkil.

Ia menyebutkan saat ini semua aparat sudah berkosentrasi pada rumah ibadah dan rumah warga yang masih khawatir, tetapi dalam pantuan dirinya saat ini semua kawasan yang sempat ricuh dua hari lalu sudah kondusif. Aktivitas warga juga sudah berjalan seperti biasa.

Kapolda dan bersama Panglima Kodam Iskandar Muda, serta pejabat provinsi yang hingga saat ini masih berada di Aceh Singkil masih menangani berbagai masalah di sana, dan fokus pada pertemuan antara umat Kristen.

Tokoh masyarakat dan sejumlah orang yang enggan ditulis namanya meminta polisi untuk segera menangkap pelaku penembakan Samsul (25), yang tewas dalam bentrok beberapa hari lalu. (sp)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.747 Since: 07.04.14 | 0.5844 sec