YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Batik Air Tergelincir Di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta

Friday, 06 November 2015 | View : 873

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Pesawat maskapai penerbangan Batik Air berpenumpang 161 orang dengan nomor penerbangan ID 6380, tergelincir di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (6/11/2015) sore sekitar pukul 15.05 WIB. Pesawat Batik Air tersebut terbang dari rute Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta menuju Yogyakarta tergelincir di tengah hujan deras yang turun Jumat (6/11/2015) siang ini di Bandara Internasional Adisutjipto.

Pesawat tergelincir saat akan mendarat di runaway. Pesawat itu landing di area luar landasan. Pesawat yang bertolak dari Jakarta ke Yogyakarta tersebut sedianya mendarat di landasan pacu 09, namun tergelincir hingga ke ujung Utara landasan pacu 27 dengan membawa sebanyak 161 penumpang yang terdiri atas 158 dewasa, 2 anak anak dan 1 bayi.

Walau tergelincir tak ada yang membahayakan penumpang. Seluruh penumpang selamat dan keluar dari pintu darurat.

Petugas juga segera melakukan penyelamatan. Petugas mengevakuasi para penumpang.

Kabar tersebut dibenarkan General Affair and Communications Section Head PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, Edwin Wibowo. Menurutnya, pesawat yang tergelincir tersebut memang Batik Air.

"Betul, ada pesawat tergelincir. Petugas kami sedang menuju ke lapangan," kata dia, singkat.

Akibatnya, hingga saat ini bandara ditutup untuk sementara waktu. Belum diketahui apakah ada korban dalam insiden itu.

General Affair and Communications Section Head PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, Edwin Wibowo menyatakan sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan dan bandara sementara ditutup.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski begitu, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat," katanya.

Pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta tersebut membawa 158 penumpang dewasa, 2 orang anak-anak, dan 1 orang bayi.

Pesawat yang dipiloti Oscar Mirza Putra tersebut mengalami insiden overshoot  atau tergelincir di runway 27 Bandara Adisutjipto.

“Seluruh penumpang yang selamat sudah dievakuasi. Pesawat mengalami kerusakan pada landing gear depan, noise will patah, serta posisi pesawat menghadap arah Tenggara,” katanya.

General Manajer PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Kolonel (Penerbang) Agus Pandu Purnama, mengatakan seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan sudah dievakuasi di terminal kedatangan B internasional.

"Sebagian sudah ada yang pulang. Total penumpang berjumlah 161 orang terdiri 158 dewasa, dua anak-anak, dan satu bayi. Semua selamat, tidak ada yang terluka," katanya.

Ia mengatakan petugas TNI AU bersama pengelola bandara juga telah mengevakuasi barang yang ada di dalam pesawat.

"Saat itu pesawat juga mengangkut lima awak kabin," katanya.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan pascainsiden bandara ditutup selama satu jam. Akibatnya, tiga penerbangan Citilink, Garuda, dan Sriwijaya Air sempat dialihkan ke Bandara Adisoemarmo Solo.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, bandara sudah kembali dibuka tapi aktivitas penerbangan belum sepenuhnya normal," katanya.

"Namun dipastikan saat pendaratan, jarak pandang dalam keadaan aman, dan mendapat clearance dari Air Traffic Control (ATC)," bebernya.

Menurut dia, pesawat jenis Boeing 731-800NG beregistrasi PK LBO itu juga dilaporkan mendarat di titik yang tepat. Usai tergelincir, posisi ban depan pesawat keluar dari runway.

"Soal kompensasi untuk penumpang, kami akan membantu mengkoordinasikan dengan pihak manajemen Batik Air," katanya.

Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengisyaratkan akan membekukan sementara satu slot rute Jakarta-Yogyakarta yang diterbangi Batik Air setelah salah satu armadanya Boeing B737-800NG dengan nomor penerbangan ID 6380 dan nomor registrasi PK LBO tergelincir saat mendarat di Bandara Adisucipto, Yogyakarta pada Jumat (6/11/2015) pukul 15.05 WIB.

Menteri Perhubungan (Menhub) Indonesia ke-37 periode 2014-2019 dalam susunan Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu peristiwa overshot pesawat yang memuat 161 penumpang, lima awak, dan satu pilot serta kopilot itu.

Menurut mantan Direktur Utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) pada 2001-2006, apabila setelah adanya keputusan bahwa peristiwa tersebut tergolong serious incident, maka pembekuan rute pun dengan serta-merta akan diberlakukan. “Akan kami lihat mengapa bisa sampai tergelincir. Kalau ini diklasifikasikan serious incident, slot di jam itu akan di-suspend. (Jadi) Tidak semua (dibekukan). Kami masih cek, dan saya juga masih tanya Direktur Jenderal Perhubungan Udara,” beber mantan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2009-2014, Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (6/11/2015) sore.

Selain itu, lanjut lulusan SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya ini, Ignasius Jonan, Kemenhub juga sudah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi atas peristiwa ini. “Kami akan memanggil pilotnya untuk ditanya kenapa bisa tergelincir,” ungkap mantan Direktur Citibank, N.A. Indonesia/Citigroup Inc. (1999-2001) dan Managing Direktur Citibank, N.A. Indonesia/Citigroup Inc. (2006-2009).

Menurut alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya tersebut, terkait penyebab kejadian ini terletak pada faktor cuaca buruk, hal tersebut masih harus dipastikan lebih lanjut. Sementara apabila kemungkinan disebabkan kondisi bandara yang kurang menunjang pun, Kemenhub perlu menelitinya lagi.

“Apa runway-nya terlalu licin atau apa? Memang harus diperbaiki di banyak airport, alat mengukur air yang ada di atas runway. Itu yang harus disediakan, tapi itu bukan alasan pesawat tergelincir atau tidak tergelincir,” imbuh almunus Fletcher School, Tufts University.

Di tempat yang sama, Direktur Angkutan Udara Kemenhub Muzaffar Ismail menjelaskan, kebijakan untuk membekukan rute secara sementara akibat adanya accident atau serious incident telah tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 159/2015 tentang perubahan kelima atas PM Nomor Km 25/2008 tentang penyelenggaraan angkutan udara.

“Sesuai dengan PM 159 di mana di situ bunyi, setelah serious incident itu rutenya akan dibekukan sementara sampai ada hasil investigasi dari KNKT. Setelah itu, KNKT mengeluarkan rekomendasi dan rekomendasi itu dilakukan sepenuhnya oleh airline untuk kemudian kami review lalu dinyatakan acceptable,” ujar dia.

Sementara itu, akun Twitter pengamat penerbangan Gerry Soejatman yang beralamat di GerryS, membagikan sejumlah foto yang terjadi sesaat setelah pesawat itu tergelincir.(sp/ant)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.396 Since: 07.04.14 | 0.6707 sec