YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Batik Air Tergelincir Di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta

Friday, 06 November 2015 | View : 926

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Pesawat maskapai penerbangan Batik Air berpenumpang 161 orang dengan nomor penerbangan ID 6380, tergelincir di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (6/11/2015) sore sekitar pukul 15.05 WIB. Pesawat Batik Air tersebut terbang dari rute Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta menuju Yogyakarta tergelincir di tengah hujan deras yang turun Jumat (6/11/2015) siang ini di Bandara Internasional Adisutjipto.

Pesawat tergelincir saat akan mendarat di runaway. Pesawat itu landing di area luar landasan. Pesawat yang bertolak dari Jakarta ke Yogyakarta tersebut sedianya mendarat di landasan pacu 09, namun tergelincir hingga ke ujung Utara landasan pacu 27 dengan membawa sebanyak 161 penumpang yang terdiri atas 158 dewasa, 2 anak anak dan 1 bayi.

Walau tergelincir tak ada yang membahayakan penumpang. Seluruh penumpang selamat dan keluar dari pintu darurat.

Petugas juga segera melakukan penyelamatan. Petugas mengevakuasi para penumpang.

Kabar tersebut dibenarkan General Affair and Communications Section Head PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, Edwin Wibowo. Menurutnya, pesawat yang tergelincir tersebut memang Batik Air.

"Betul, ada pesawat tergelincir. Petugas kami sedang menuju ke lapangan," kata dia, singkat.

Akibatnya, hingga saat ini bandara ditutup untuk sementara waktu. Belum diketahui apakah ada korban dalam insiden itu.

General Affair and Communications Section Head PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, Edwin Wibowo menyatakan sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan dan bandara sementara ditutup.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski begitu, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat," katanya.

Pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta tersebut membawa 158 penumpang dewasa, 2 orang anak-anak, dan 1 orang bayi.

Pesawat yang dipiloti Oscar Mirza Putra tersebut mengalami insiden overshoot  atau tergelincir di runway 27 Bandara Adisutjipto.

“Seluruh penumpang yang selamat sudah dievakuasi. Pesawat mengalami kerusakan pada landing gear depan, noise will patah, serta posisi pesawat menghadap arah Tenggara,” katanya.

General Manajer PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Kolonel (Penerbang) Agus Pandu Purnama, mengatakan seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan sudah dievakuasi di terminal kedatangan B internasional.

"Sebagian sudah ada yang pulang. Total penumpang berjumlah 161 orang terdiri 158 dewasa, dua anak-anak, dan satu bayi. Semua selamat, tidak ada yang terluka," katanya.

Ia mengatakan petugas TNI AU bersama pengelola bandara juga telah mengevakuasi barang yang ada di dalam pesawat.

"Saat itu pesawat juga mengangkut lima awak kabin," katanya.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan pascainsiden bandara ditutup selama satu jam. Akibatnya, tiga penerbangan Citilink, Garuda, dan Sriwijaya Air sempat dialihkan ke Bandara Adisoemarmo Solo.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, bandara sudah kembali dibuka tapi aktivitas penerbangan belum sepenuhnya normal," katanya.

"Namun dipastikan saat pendaratan, jarak pandang dalam keadaan aman, dan mendapat clearance dari Air Traffic Control (ATC)," bebernya.

Menurut dia, pesawat jenis Boeing 731-800NG beregistrasi PK LBO itu juga dilaporkan mendarat di titik yang tepat. Usai tergelincir, posisi ban depan pesawat keluar dari runway.

"Soal kompensasi untuk penumpang, kami akan membantu mengkoordinasikan dengan pihak manajemen Batik Air," katanya.

Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengisyaratkan akan membekukan sementara satu slot rute Jakarta-Yogyakarta yang diterbangi Batik Air setelah salah satu armadanya Boeing B737-800NG dengan nomor penerbangan ID 6380 dan nomor registrasi PK LBO tergelincir saat mendarat di Bandara Adisucipto, Yogyakarta pada Jumat (6/11/2015) pukul 15.05 WIB.

Menteri Perhubungan (Menhub) Indonesia ke-37 periode 2014-2019 dalam susunan Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu peristiwa overshot pesawat yang memuat 161 penumpang, lima awak, dan satu pilot serta kopilot itu.

Menurut mantan Direktur Utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) pada 2001-2006, apabila setelah adanya keputusan bahwa peristiwa tersebut tergolong serious incident, maka pembekuan rute pun dengan serta-merta akan diberlakukan. “Akan kami lihat mengapa bisa sampai tergelincir. Kalau ini diklasifikasikan serious incident, slot di jam itu akan di-suspend. (Jadi) Tidak semua (dibekukan). Kami masih cek, dan saya juga masih tanya Direktur Jenderal Perhubungan Udara,” beber mantan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2009-2014, Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (6/11/2015) sore.

Selain itu, lanjut lulusan SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya ini, Ignasius Jonan, Kemenhub juga sudah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi atas peristiwa ini. “Kami akan memanggil pilotnya untuk ditanya kenapa bisa tergelincir,” ungkap mantan Direktur Citibank, N.A. Indonesia/Citigroup Inc. (1999-2001) dan Managing Direktur Citibank, N.A. Indonesia/Citigroup Inc. (2006-2009).

Menurut alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya tersebut, terkait penyebab kejadian ini terletak pada faktor cuaca buruk, hal tersebut masih harus dipastikan lebih lanjut. Sementara apabila kemungkinan disebabkan kondisi bandara yang kurang menunjang pun, Kemenhub perlu menelitinya lagi.

“Apa runway-nya terlalu licin atau apa? Memang harus diperbaiki di banyak airport, alat mengukur air yang ada di atas runway. Itu yang harus disediakan, tapi itu bukan alasan pesawat tergelincir atau tidak tergelincir,” imbuh almunus Fletcher School, Tufts University.

Di tempat yang sama, Direktur Angkutan Udara Kemenhub Muzaffar Ismail menjelaskan, kebijakan untuk membekukan rute secara sementara akibat adanya accident atau serious incident telah tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 159/2015 tentang perubahan kelima atas PM Nomor Km 25/2008 tentang penyelenggaraan angkutan udara.

“Sesuai dengan PM 159 di mana di situ bunyi, setelah serious incident itu rutenya akan dibekukan sementara sampai ada hasil investigasi dari KNKT. Setelah itu, KNKT mengeluarkan rekomendasi dan rekomendasi itu dilakukan sepenuhnya oleh airline untuk kemudian kami review lalu dinyatakan acceptable,” ujar dia.

Sementara itu, akun Twitter pengamat penerbangan Gerry Soejatman yang beralamat di GerryS, membagikan sejumlah foto yang terjadi sesaat setelah pesawat itu tergelincir.(sp/ant)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.279 Since: 07.04.14 | 0.6886 sec