YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Nusantara

Penyebab Tergelincirnya Batik Air Tunggu Investigasi KNKT

Saturday, 07 November 2015 | View : 1429

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Penyelidikan penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380/B-737-900 ER/PK-LBO di ujung Timur atau "run way" 27 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sore, akan dilakukan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Nanti yang akan melakukan penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama (Marsma) TNI Imran Baidirus, S.E.

Menurut dia, saat kejadian, cuaca dalam kondisi hujan namun tidak terlalu lebat.

"Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya apakah karena cuaca atau sebab lain. Nanti KNKT yang akan melakukan penyelidikan," katanya.

Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380 di ujung landasar Timur Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sekitar pukul 15.05 WIB sore.

"Penyebabnya kita nunggu KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Untuk pilot kita juga koordinasikan dengan KNKT," jelas General Manager Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan hingga saat ini, pihak Angkasa Pura belum dapat mengetahui penyebab kerusakan pada pesawat yang memicu insiden overshoot pada pesawat dengan registrasi PK LBO yang dipiloti oleh Capt.Oscar Mirza Putra itu.

"Hanya saja tadi saat mendarat kondisi memang sedang hujan," kata General Manager PT. Angkasa Pura I Kolonel (Penerbang) Agus Pandu Purnama.

Pihak Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan peristiwa tergelincirnya pesawat Batik Air, dengan nomor penerbangan 6380, Jumat (6/11/2015) sore kemarin, bersama KNKT dan pihak dari Batik Air.

Hal itu disampaikan oleh Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta kepada awak media pada Sabtu (7/11/2015) pagi.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan, mengenai penyebab insiden, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan KNKT, termasuk meminta keterangan dari pilot Kapten Oscar Mirza, dan kopilot Dana Aviantara.

"Kami akan membicarakan kejadian kemarin dengan menghadirkan KNKT dan Batik Air. Tunggu saja, KNKT baru sampai Yogya," ungkap Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama.

Pesawat Batik Air mendarat pukul 15.00 WIB atau 10 menit sebelumnya hujan kecil di kawasan Bandara Internasional Adisutjipto.

"Jarak pandang aman dan pesawat sudah mendapat clearance dari ATC, juga tidak ada laporan kerusakan sebelum mendarat serta pesawat mendarat tepat di take zone point," tambah dia.

Penyebab tergelincirnya sebuah pesawat belum bisa disimpulkan secara langsung, semua menunggu dari pihak KNKT setelah melakukan penyelidikan.

Ir. Wardhani Sartono, M.Sc., Dosen Teknik Jalan dan Bandar Udara, Jurusan Teknik Sipil, Fakutas Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberikan analisis terkait tergelincirnya pesawata Batik Air.

Menurutnya ada beberapa penyebab tergelincirnya sebuah maskapai penerbangan di bandara.

Berikut paparannya:

"Pertama akibat terjadinya hydroplaning."

"Hal tersebut merupakan peristiwa yang terjadi saat pesawat dengan kecepatan tertentu antara 110-140 mil per jam di atas permukaan landasan yang tergenang air setinggi 12 milimeter, akan kehilangan kemudi akibat koefisien gesek yang sangat rendah."

"Namun saat peristiwa pesawat Batik Air tergelincir kemarin, hujan tidak terlalu deras, hanya gerimis jadi kemungkinan tidak sampai ada genangan di lintasan."

"Jadi hydroplaning sangat kecil kemungkinannya menjadi penyebab tergelincirnya Batik Air."

"Berdasarkan analisa tersebut, maka menurut saya kemungkinan yang paling mendekati soal penyebab tergelincirnya Batik Air adalah kemungkinan runway licin karena terjadi penurunan skid resistance atau kekesatan permukaan landasan."

"Hal itu akibat dari runway yang basah, permukaan runway aus, licin akibat sering terkena gesekan roda pesawat (rubber deposit)."

"Jika bicara masalah proses landing pesawat saya tidak tahu pasti kondisinya. Jika touch down roda pesawat saat landing menyentuh runway kurang lebih 350 meter dari ujung runway, itu sudah benar."

"Tapi kalau pesawat terlalu maju, itu overshoot. Kita tidalk tahu apakah saat landing pesawat tersebut overshoot atau tidak."

"Jadi mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," imbuhnya lagi.

Pesawat tersebut sendiri sampai saat ini masih ada di ujung landasan dan sedianya baru akan diderek Jumat (6/11/2015) nanti malam sambil menunggu peralatan yang didatangkan dari Jakarta. (tri/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.503 Since: 07.04.14 | 0.5534 sec