YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Penyebab Tergelincirnya Batik Air Tunggu Investigasi KNKT

Saturday, 07 November 2015 | View : 1373

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Penyelidikan penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380/B-737-900 ER/PK-LBO di ujung Timur atau "run way" 27 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sore, akan dilakukan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Nanti yang akan melakukan penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama (Marsma) TNI Imran Baidirus, S.E.

Menurut dia, saat kejadian, cuaca dalam kondisi hujan namun tidak terlalu lebat.

"Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya apakah karena cuaca atau sebab lain. Nanti KNKT yang akan melakukan penyelidikan," katanya.

Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380 di ujung landasar Timur Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sekitar pukul 15.05 WIB sore.

"Penyebabnya kita nunggu KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Untuk pilot kita juga koordinasikan dengan KNKT," jelas General Manager Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan hingga saat ini, pihak Angkasa Pura belum dapat mengetahui penyebab kerusakan pada pesawat yang memicu insiden overshoot pada pesawat dengan registrasi PK LBO yang dipiloti oleh Capt.Oscar Mirza Putra itu.

"Hanya saja tadi saat mendarat kondisi memang sedang hujan," kata General Manager PT. Angkasa Pura I Kolonel (Penerbang) Agus Pandu Purnama.

Pihak Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan peristiwa tergelincirnya pesawat Batik Air, dengan nomor penerbangan 6380, Jumat (6/11/2015) sore kemarin, bersama KNKT dan pihak dari Batik Air.

Hal itu disampaikan oleh Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta kepada awak media pada Sabtu (7/11/2015) pagi.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan, mengenai penyebab insiden, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan KNKT, termasuk meminta keterangan dari pilot Kapten Oscar Mirza, dan kopilot Dana Aviantara.

"Kami akan membicarakan kejadian kemarin dengan menghadirkan KNKT dan Batik Air. Tunggu saja, KNKT baru sampai Yogya," ungkap Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama.

Pesawat Batik Air mendarat pukul 15.00 WIB atau 10 menit sebelumnya hujan kecil di kawasan Bandara Internasional Adisutjipto.

"Jarak pandang aman dan pesawat sudah mendapat clearance dari ATC, juga tidak ada laporan kerusakan sebelum mendarat serta pesawat mendarat tepat di take zone point," tambah dia.

Penyebab tergelincirnya sebuah pesawat belum bisa disimpulkan secara langsung, semua menunggu dari pihak KNKT setelah melakukan penyelidikan.

Ir. Wardhani Sartono, M.Sc., Dosen Teknik Jalan dan Bandar Udara, Jurusan Teknik Sipil, Fakutas Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberikan analisis terkait tergelincirnya pesawata Batik Air.

Menurutnya ada beberapa penyebab tergelincirnya sebuah maskapai penerbangan di bandara.

Berikut paparannya:

"Pertama akibat terjadinya hydroplaning."

"Hal tersebut merupakan peristiwa yang terjadi saat pesawat dengan kecepatan tertentu antara 110-140 mil per jam di atas permukaan landasan yang tergenang air setinggi 12 milimeter, akan kehilangan kemudi akibat koefisien gesek yang sangat rendah."

"Namun saat peristiwa pesawat Batik Air tergelincir kemarin, hujan tidak terlalu deras, hanya gerimis jadi kemungkinan tidak sampai ada genangan di lintasan."

"Jadi hydroplaning sangat kecil kemungkinannya menjadi penyebab tergelincirnya Batik Air."

"Berdasarkan analisa tersebut, maka menurut saya kemungkinan yang paling mendekati soal penyebab tergelincirnya Batik Air adalah kemungkinan runway licin karena terjadi penurunan skid resistance atau kekesatan permukaan landasan."

"Hal itu akibat dari runway yang basah, permukaan runway aus, licin akibat sering terkena gesekan roda pesawat (rubber deposit)."

"Jika bicara masalah proses landing pesawat saya tidak tahu pasti kondisinya. Jika touch down roda pesawat saat landing menyentuh runway kurang lebih 350 meter dari ujung runway, itu sudah benar."

"Tapi kalau pesawat terlalu maju, itu overshoot. Kita tidalk tahu apakah saat landing pesawat tersebut overshoot atau tidak."

"Jadi mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," imbuhnya lagi.

Pesawat tersebut sendiri sampai saat ini masih ada di ujung landasan dan sedianya baru akan diderek Jumat (6/11/2015) nanti malam sambil menunggu peralatan yang didatangkan dari Jakarta. (tri/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.238 Since: 07.04.14 | 0.643 sec