YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Nusantara

Ketika Bupati Tokoh Antikorupsi Bertemu Ahok Yang Jadi Idolanya

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Wali Kota Surabaya, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. terkadang ditulis Tri Risma Harini atau yang akrab disapa Risma, Bupati Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Yoyok Riyo Sudibyo, dan Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab dipanggil “Ahok” hadir dalam penganugerahan Bung Hatta Anti Corruption Awards (BHACA) 2015, di Financial Club Jakarta, Graha CIMB Niaga, 27th & 28th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kav 58 Office Building, Senayan, Kelurahan Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).

Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo diganjar Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2015. Para kepala daerah lainnya, diharapkan bisa menjadikan kedua pemimpin itu sebagai contoh.

Wajah Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo semringah. Ini bukan karena dia menerima penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015.

Namun, kebahagiaan Yoyok Riyo Sudibyo ialah karena dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M.

"Saya seperti mimpi bertemu beliau," kata Yoyok Riyo Sudibyo saat menyampaikan sambutan seusai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (5/11/2015) malam.

Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok itu hadir sebagai salah satu peraih penghargaan BHACA. Penghargaan itu diterimanya pada 2013 lalu.

"Rasanya, tangan ini masih dingin saat bersalaman sama Mas Ahok," ucap dia.

Sontak saja pernyataan tersebut membuat orang-orang yang hadir dalam kegiatan itu tertawa, tak terkecuali mantan Bupati Belitung Timur tersebut, Basuki Tjahaja Purnama.

Tak sampai di situ, Yoyok Riyo Sudibyo, yang merupakan mantan anggota TNI, mengaku bahwa baru kali ini selama berada di Jakarta, dia tidak dianggap sebagai pejabat ketika menghadiri sebuah kegiatan.

Yoyok Riyo Sudibyo bercerita, ketika tiba di Jakarta kemarin, dia langsung diminta untuk menghadiri acara di salah satu stasiun televisi swasta. Dengan mengenakan kemeja batik dan dikawal oleh ajudan, ia tiba di kantor stasiun televisi itu.

Bukannya disambut layaknya pejabat daerah, ia justru dikira ajudan bupati oleh petugas keamanan setempat.

"Saya ke Metro TV, masuk sudah pakai batik, naik mobil dan duduk di samping sopir. Tapi, pas sampai di sana, saya malah ditanya, 'Mana Bupatinya?'," ujarnya.

Kejadian lucu lainnya terjadi saat ia hendak mengisi daftar buku tamu. Ketika ia hendak menandatangani buku tersebut, resepsionis wanita yang ada di sana tiba-tiba melarangnya.

Saat itu, sang resepsionis mengatakan bahwa buku tamu itu diperuntukkan untuk Bupati.

"Saya lepas jaket saya, terus saya bilang, 'Saya ini Bupatinya, Mbak. Wajah saya ini memang wajah ajudan apa?'," tutur Yoyok Riyo Sudibyo.

Mendengar cerita itu, yang hadir di acara penghargaan BHACA 2015 pun tertawa, termasuk mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Basuki Tjahaja Purnama.

Yoyok Riyo Sudibyo merupakan salah satu penerima penghargaan BHACA 2015.

Selain dia, mantan Wali Kota Surabaya, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. terkadang ditulis Tri Risma Harini atau yang akrab disapa Risma juga mendapatkan penghargaan yang sama. Wanita yang akrab disapa Risma itu juga meraih penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Awards (BHACA) 2015 bersama Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.

Tri Rismaharini melakukan 3 E yakni e-procurement (lelang pengadaan barang), e-budgeting, e-goverment di seluruh sektor yang mengurangi korupsi di dinas-dinas, pemerintahannya terbuka transparan dan bersih. Termasuk kontrak-kontrak pengadaan dan pembangunan. Transparansi birokrasi yang dibangun Risma membuat pemerintahan Surabaya berubah. Perizinan yang dibuat 1 pintu, pelaporan online, pembuatan akta kelahiran dan akta kematian secara online baru. Itu adalah sebagian kecil dari inovasi yang dibuat Risma saat menjabat sebagai Wali Kota. Dengan sistem yang transparan dan berbasis elektronik itu, membuat Pemkot Surabaya mampu menghemat hingga Rp 800 miliar setiap tahun. Berbagai langkah dilakukan Risma untuk menata Surabaya menjadi lebih baik.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengagumi kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Gubernur DKI Jakarta Ahok terkesan dengan sosok Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur. Hal itu dikemukakan Gubernur DKI Jakarta yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama tersebut saat penganugerahan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Awards (BHACA) kepada Risma dan Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo.

"Saya sangat terkesan dengan sosok Bu Risma. Saya mengagumi Bu Risma," ucap Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi pembicara di acara BHACA 2015 di Financial Club, Graha CIMB Niaga, 27th & 28th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kav 58 Office Building, Senayan, Kelurahan Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).

Selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku banyak belajar dari Risma dalam memimpin Kota Surabaya.

Menurut Basuki Tjahaja Purnama, apa yang dilakukan Risma di Surabaya dilakukan untuk mengembangkan Jakarta menjadi lebih baik.

Basuki Tjahaja Purnama mengaku banyak belajar dari kepemimpinan Risma, terutama dalam hal penganggaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadopsi sistem penganggaran e-budgeting dari Pemerintah Kota Surabaya.

"Kami belajar banyak dari Surabaya. Surabaya yang kecil kita kembangkan untuk Jakarta. Kami belajar dari Bu Risma, Pak Bambang (mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH). Kami juga perlu belajar dari Yogya dan Sragen. Kita terus belajar dari daerah-daerah yang lebih baik," kata Basuki Tjahaja Purnama.

Atas dasar itulah, Basuki Tjahaja Purnama menganggap Risma pantas mencalonkan diri sebagai Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Ahok beberapa kali menyatakan, Risma sebagai sosok kepala daerah yang bagus. Bahkan Ahok pernah menyatakan Risma cocok menjadi wakilnya untuk memimpin Jakarta.

Bahkan, di beberapa survei Pilkada DKI, Risma menempel ketat elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama. Sejumlah jajak pendapat dari lembaga survei menyatakan Risma pas untuk menjadi pemimpin Jakarta, stau minimal bisa mendampingi Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ditemui di sela acara penghargaan BHACA, Risma mengaku enggan membicarakan perihal itu. Di sela acara penghargaan BHACA, Risma menanggapi hal itu. Namun, Risma sekali lagi menyatakan menolak meninggalkan Surabaya untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017. Risma memilih kembali memimpin Surabaya. "Enggak ah. Enggak (ikut Pilkada DKI). Saya sudah janji dengan warga Surabaya," pungkas Risma.

Sementara itu, sejak menjabat sebagai Bupati Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 2012 lalu, Yoyok Riyo Sudibyo membuat terobosan dengan menyelenggarakan festival anggaran. Hal itu dilakukan agar proses eksekusi anggaran, mulai dari perencanaan, lelang, hingga eksekusi dapat berjalan transparan.

Yoyok Riyo Sudibyo yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Batang dinilai sudah menggalakkan langkah anti korupsi sejak pertama menjabat. Di awal masa jabatannya di 2012, ia langsung membuat Surat Pernyataan Bupati Batang tidak meminta proyek dengan mengatasnamakan pribadi, keluarga, atau kelompok. Ia juga membentuk Tim Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Pemkab Batang layaknya UKP4 di zaman Presiden SBY. Ia juga menggandeng lembaga anti korupsi seperti TII, ICW, KPK untuk mendorong pemerintahan anti korupsi. Penghematan yang dilakukannya di berbagai sektor di tahun pertama mencapai Rp 5 hingga 6 miliar. Selain itu, pendapatan daerah pun meningkat hingga Rp 14,4 miliar dibanding tahun sebelumnya. (kom/det/tri/jos)

See Also

Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.404.495 Since: 07.04.14 | 0.6702 sec