YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Nusantara

Uskup Agung Semarang Wafat

Wednesday, 11 November 2015 | View : 1444

siarjustisia.com-SEMARANG.

Uskup Agung Semarang Monsinyur (Mgr.) Johannes Pujasumarta meninggal dunia pada Selasa (10/11/2015) sekitar pukul 23.35 WIB di Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Semarang di Jl. Kawi Raya No.1, Candisari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), karena sakit.

Mantan Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang Mgr Pius Riana Prapdi ketika dihubungi di Semarang, Rabu (11/11/2015), membenarkan kabar meninggalnya Mgr. Johannes Pujasumarta itu.

"Meninggal karena sakit," kata Mgr Pius Riana Prapdi yang saat ini menjabat sebagai Uskup Ketapang, Kalimantan Barat itu.

Menurut dia, Mgr. Johannes Pujasumarta sudah sekitar dua bulan terakhir dirawat di Rumah Sakit St. Elisabeth.

Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta berjuang melawan kanker selama 1,5 tahun sebelum meninggal dunia di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang, Jl. Kawi Raya No.1, Candisari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (10/11/2015) malam.

"Satu setengah tahun lalu diketahui sakit di paru-parunya, sudah stadium empat," kata Ketua Komisi Hubungan Antarlembaga Keuskupan Agung Semarang Aloys Budi Purnomo Pr., Rabu (11/11/2015).

Selama masa itu, menurut dia, Uskup Puja berjuang dengan penuh semangat melawan penderitaan.

Ia menuturkan dalam dua bulan terakhir Uskup Puja harus menjalani perawatan intensif di kamar Anna 402 Rumah Sakit St. Elisabeth, Jl. Kawi Raya No.1, Candisari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Selama sakit, dia mengatakan, Uskup Puja tidak pernah mengeluh, selalu tersenyum dan selalu memberkati.

Pada menit-menit terakhir sebelum meninggal, segenap kerabat dan sahabat berdoa untuk dia.

"Penyerahan tadi malam luar biasa. Almarhum meninggal dalam iringan lagu Nderek Dewi Maria," katanya.

Jenazah almarhum hingga saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang, Jl. Kawi Raya No.1, Candisari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Rencananya, kata dia, jenazah disemayamkan di Gereja Katedral Semarang untuk didoakan dalam misa pada Rabu (11/11/2015) pukul 10.00 WIB.

Jenazah Uskup Mgr. Johannes Pujasumarta selanjutnya dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan di Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta.

Jenazah akan diberangkatkan dari Semarang ke Yogyakarta pada Kamis (12/11/2015) pagi dan disemayamkan sehari di Kompleks Seminari Tinggi Kentungan itu, sebelum dimakamkan pada Jumat (13/11/2015) pukul 10.00 WIB.

Jenazah Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta disemayamkan di Gereja Katedral Semarang yang nama resminya Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari, Jl. Pandanaran No.9, Semarang Selatan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Rabu (11/11/2015). Katedral ini terletak di dekat Tugu Muda di Kelurahan Randusari, Semarang.

Jenazah almarhum sebelumnya didoakan dalam misa pelepasan jenazah di Kapel Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang dipimpin Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Sanjaya Semarang Matheus Djoko Setya Prakosa diikuti ratusan orang.

Ketua Komisi Hubungan Antarlembaga Keuskupan Agung Semarang Aloys Budi Purnomo mengatakan jenazah Uskup Puja akan disemayamkan hingga Kamis (12/11/2015) pagi.

Menurut dia, umat Katolik atau warga masyarakat yang mengenal beliau diberi kesempatan untuk memberi penghormatan terakhir.

"Terbuka untuk siapa saja yang akan memberi penghormatan terakhir," katanya.

Pada sore hari juga akan digelar Misa Arwah yang terbuka bagi seluruh umat.

Kemudian pada Kamis (12/11/2015) pagi akan kembali digelar misa sebelum pemberangkatan ke Yogyakarta.

Jenazah akan dimakamkan di Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta, Jalan Kaliurang Km.7, Kentungan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (13/11/2015).

Berdasarkan sumber-sumber, Monsinyur Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta lahir di Surakarta pada 27 Desember 1949. Dia anak ketiga dari sembilan bersaudara dari pasangan Hubertus Soekarto Pudjasumarto dan Agnes Soekarti Pudjasumarto.

Setelah menjalani pendidikan di Seminari Menengah Petrus Canisius Mertoyudan atau akrab disebut Seminari Mertoyudan, Mertoyudan, di pinggir Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, Jalan Raya Mayjend. Bambang Soegeng 15, Kabupaten Magelang, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta, Jalan Kaliurang Km.7, Kentungan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), almarhum ditahbiskan menjadi imam Katolik pada 25 Januari 1977.

Mgr. Johannes Pujasumarta melanjutkan studi di Universitas St. Thomas Aquinas, Roma, Italia, selama 1983-1987, hingga meraih gelar doktor teologi spiritual.

Pada 1998-2008 menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, kemudian selama 2008-2010 menjadi Uskup Bandung, dan mulai 12 November 2010 hingga wafatnya pada Selasa (10/11/2015) malam menjalani panggilan imamatnya sebagai Uskup Agung Semarang.

Sementara itu, umat Katolik mulai mengular untuk memberi penghormatan terakhir di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari, Jl. Pandanaran No.9, Semarang Selatan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). (jos/ant)

See Also

Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
Piket Koramil 13/Karangawen Aktif Patroli Malam Bersama Polsek Guna Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019
Bermodal Tekad, Babinsa 02/Bonang Ajak Generasi Muda Binaannya Untuk Gemar Membaca
Babinsa 12/Mranggen Berikan Himbauan Kepada Siswa Yang Kedapatan Bolos Saat Jam Pelajaran
Melalui Jam Komandan, Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas TNI Dalam Pemilu
Gotong Royong Babinsa 12/Mranggen Dan Masyarakat Atasi Banjir Di Banyumeneng
Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Dampingi Kegiatan Posyandu, Wujud Nyata Kepedulian Babinsa 11/Sayung Terhadap Kesehatan Masyarakat
Babinsa 12/Mranggen Bersama Warga Laksanakan Karya Bhakti Peninggian Tanggul
Babinsa 02/Bonang Kunjungi TK Di Desa Binaannya
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Jalan Gubeng Ambles Diduga Kesalahan Konstruksi Proyek
Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Dandim 0716/Demak Serahkan Piala Dalam Rangka Peringati HUT Korpri Dan HUT PGRI
Dandim 0716/Demak Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan HUT Korpri Ke-47
Peran Aktif Koramil 11/Sayung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Warganya
Semangat Tanpa Batas, Babinsa 01/Demak Bantu Petani Dukuh Gesik Tanam Padi
Semangat Prajurit Kodim 0716/Demak Dalam Mengisi Jadwal Minggu Militer
Kodim 0716/Demak Ikuti Apel Siaga Darurat Banjir Musim Penghujan
Bersinergi Dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Pundenarum Tangkal Banjir
Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Kabupaten Demak Melepas Keberangkatan Banser Dan GP Ansor
Peringati HUT PGRI Dan KORPRI, Kodim 0716/Demak Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Pelayaran
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.928 Since: 07.04.14 | 0.657 sec