YouTube Facebook Twitter RSS
19 May 2019, 0

Ekonomi

Harga Emas Naik Setelah Data AS Lebih Buruk Dari Perkiraan

Thursday, 19 November 2015 | View : 335
Tags : Emas

siarjustisia.com-CHICAGO.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (18/11/2015) Kamis (19/11/2015) pagi WIB, karena data ekonomi AS yang lebih buruk dari perkiraan memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 0,1 dolar AS, atau 0,01 persen, menjadi menetap di 1.068,70 dolar AS per ounce.

Para analis mengatakan bahwa emas membukukan kenaikan tipis karena para pedagang tetap berhati-hati setelah pembatalan pertandingan sepak bola antara Jerman dan Belanda karena ketakutan ancaman bom, dan juga baku tembak antara polisi Paris dan kelompok militan bersenjata.

Beberapa analis percaya bahwa emas mendapat dukungan ketika Departemen Perdagangan mengatakan jumlah rumah baru (housing starts) milik pribadi di AS pada Oktober berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1,06 juta unit, di bawah perkiraan pasar.

Emas naik karena para pedagang membatasi spekulasi mereka setelah laporanan lebih buruk dari perkiraan menjelang rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Oktober, kata para analis.

Para analis percaya risalah kemungkinan akan memberikan indikasi yang kuat untuk arah Fed berkaitan dengan kenaikan suku bunga pada Desember.

Risalah pertemuan akan keluar setelah penutupan pasar, tetapi pada pukul 18.00 GMT, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Desember adalah 68 persen, tidak berubah dari hari sebelumnya, menurut alat Fedwatch CMEGroup.

Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Kenaikan emas dibatasi karena indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik didukung risalah pertemuan The Fed.

Pedagang juga sedang menunggu laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia, keduanya akan keluar pada Kamis (19/11/2015), untuk indikasi lebih lanjut rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Perak untuk pengiriman Desember turun sembilan sen, atau 0,64 persen, menjadi ditutup pada 14,081 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun tujuh dolar AS, atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 848,00 dolar AS per ounce, demikian Xinhua. (xinhua)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.815.072 Since: 07.04.14 | 0.5685 sec