YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Nusantara

Partai Gerindra Masih Bingung Fungsi Dan Tugas Menteri Utama

Sunday, 25 May 2014 | View : 446

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bakal calon presiden (capres) sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjanjikan jabatan strategis untuk Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ical, sapaan Aburizal Bakrie, dijanjikan posisi sebagai Menteri Utama.

Pro dan kontra soal tawaran Menteri Utama yang disampaikan calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical terus berlanjut.

Jabatan itu terdengar aneh karena belum pernah ada dalam struktur kabinet di Indonesia dan berpotensi melanggar konstitusi. Ide Menteri Utama itu dinilai tidak tepat karena tak ada landasan hukumnya. Baik Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 maupun undang-undang (UU) yang mengatur sistem kepegawaian tidak mengenal jabatan tersebut.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan jika soal Menteri Utama itu sepenuhnya bergantung kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikenal sebagai bapak Alutsista, Dr. Andreas Hugo Pareira mengemukakan jika benar ingin merealisasikan jabatan tersebut, maka perlu mengubah UU.

Maka jika Prabowo Subianto terpilih nanti, masalah awal yang diselesaikan oleh poros Prabowo Subianto adalah mengubah UU agar jabatan Menteri Utama ada landasan hukumnya. "Kita tahu bagaimana lamanya proses mengubah UU. Penempatan jabatan Menteri Utama saja sudah menjadi persoalan serius yang akan dibahas. Belum lagi masalah-masalah yang lainnya," kata Andreas Hugo Pareira dalam seminar bertema "Pemimpin dan Kejujuran" yang digelar Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Ia juga mengkritik tawaran itu karena tidak sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada di negara ini. Bangsa ini menganut sistem presidensial. Jabatan Menteri Utama hanya dikenal pada sistem parlementer.

Menanggapi isu itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang juga hadir pada diskusi itu mengemukakan keberadaan Menteri Utama bergantung pada Prabowo Subianto. Jabatan itu tidak beda dengan jabatan menteri pada umumnya, hanya diberikan beban lebih dari menteri lainnya.

"Menteri Utama itu soal peran saja. Itu tidak terlalu rumit karena bisa saja tanpa perubahan UU. Itu bergantung presiden terpilih," terangnya.

Dia menjelaskan tawaran Menteri Utama adalah penghormatan terhadap Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang bersedia mundur dari bursa calon presiden (capres). Sebagai pemenang pemilu kedua, ARB perlu diberikan jabatan khusus dalam pemerintahan.

Menurut anggota Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Martin Hutabarat, posisi seorang Menteri Utama lebih tinggi dari Menteri Koordinator (Menko). "Aburizal Bakrie kan semua jabatan menteri ekonomi sudah pernah menjabat. Gerindra memberikan kesempatan apabila ARB masih mau mengabdi di kabinet," ucap Martin Hutabarat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Jabatan diberikan lantaran mempertimbangkan kiprah Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical di panggung politik dan pemerintahan. "ARB sangat matang di politik, ada ruang kalau beliau berkenan ikut dalam pemerintahan ya kita senang," imbuhnya.

Lebih jauh dia menambahkan, dilihat dari pengalamannya sebenarnya Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical lebih pantas jabat presiden atau wakil presiden (wapres). Namun, Partai Golkar memutuskan merapat ke Partai Gerindra yang artinya memupuskan harapan Aburizal Bakrie alias Ical menjadi presiden pun sebagai wakil presiden (wapres). "Dia kan sudah pernah menjabat Menteri Koordinator, harusnya kan jadi presiden, tapi kan jabatan presiden hanya satu," pungkasnya.

Terkait bentuk jabatan Menteri Utama, Martin Hutabarat mengaku belum tahu persis sejauh apa kewenangan, fungsi dan tanggung jawabnya seperti apa. "Nanti kita bicarakan kalau sudah pasti," tutup Martin Hutabarat. (ant/jos)

See Also

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.044 Since: 07.04.14 | 0.5943 sec