YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Nusantara

Partai Gerindra Masih Bingung Fungsi Dan Tugas Menteri Utama

Sunday, 25 May 2014 | View : 384

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bakal calon presiden (capres) sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjanjikan jabatan strategis untuk Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ical, sapaan Aburizal Bakrie, dijanjikan posisi sebagai Menteri Utama.

Pro dan kontra soal tawaran Menteri Utama yang disampaikan calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical terus berlanjut.

Jabatan itu terdengar aneh karena belum pernah ada dalam struktur kabinet di Indonesia dan berpotensi melanggar konstitusi. Ide Menteri Utama itu dinilai tidak tepat karena tak ada landasan hukumnya. Baik Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 maupun undang-undang (UU) yang mengatur sistem kepegawaian tidak mengenal jabatan tersebut.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan jika soal Menteri Utama itu sepenuhnya bergantung kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikenal sebagai bapak Alutsista, Dr. Andreas Hugo Pareira mengemukakan jika benar ingin merealisasikan jabatan tersebut, maka perlu mengubah UU.

Maka jika Prabowo Subianto terpilih nanti, masalah awal yang diselesaikan oleh poros Prabowo Subianto adalah mengubah UU agar jabatan Menteri Utama ada landasan hukumnya. "Kita tahu bagaimana lamanya proses mengubah UU. Penempatan jabatan Menteri Utama saja sudah menjadi persoalan serius yang akan dibahas. Belum lagi masalah-masalah yang lainnya," kata Andreas Hugo Pareira dalam seminar bertema "Pemimpin dan Kejujuran" yang digelar Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Ia juga mengkritik tawaran itu karena tidak sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada di negara ini. Bangsa ini menganut sistem presidensial. Jabatan Menteri Utama hanya dikenal pada sistem parlementer.

Menanggapi isu itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang juga hadir pada diskusi itu mengemukakan keberadaan Menteri Utama bergantung pada Prabowo Subianto. Jabatan itu tidak beda dengan jabatan menteri pada umumnya, hanya diberikan beban lebih dari menteri lainnya.

"Menteri Utama itu soal peran saja. Itu tidak terlalu rumit karena bisa saja tanpa perubahan UU. Itu bergantung presiden terpilih," terangnya.

Dia menjelaskan tawaran Menteri Utama adalah penghormatan terhadap Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang bersedia mundur dari bursa calon presiden (capres). Sebagai pemenang pemilu kedua, ARB perlu diberikan jabatan khusus dalam pemerintahan.

Menurut anggota Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Martin Hutabarat, posisi seorang Menteri Utama lebih tinggi dari Menteri Koordinator (Menko). "Aburizal Bakrie kan semua jabatan menteri ekonomi sudah pernah menjabat. Gerindra memberikan kesempatan apabila ARB masih mau mengabdi di kabinet," ucap Martin Hutabarat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Jabatan diberikan lantaran mempertimbangkan kiprah Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical di panggung politik dan pemerintahan. "ARB sangat matang di politik, ada ruang kalau beliau berkenan ikut dalam pemerintahan ya kita senang," imbuhnya.

Lebih jauh dia menambahkan, dilihat dari pengalamannya sebenarnya Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical lebih pantas jabat presiden atau wakil presiden (wapres). Namun, Partai Golkar memutuskan merapat ke Partai Gerindra yang artinya memupuskan harapan Aburizal Bakrie alias Ical menjadi presiden pun sebagai wakil presiden (wapres). "Dia kan sudah pernah menjabat Menteri Koordinator, harusnya kan jadi presiden, tapi kan jabatan presiden hanya satu," pungkasnya.

Terkait bentuk jabatan Menteri Utama, Martin Hutabarat mengaku belum tahu persis sejauh apa kewenangan, fungsi dan tanggung jawabnya seperti apa. "Nanti kita bicarakan kalau sudah pasti," tutup Martin Hutabarat. (ant/jos)

See Also

Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
Apel Akbar HUT Ke-73 Dan Peringatan Hari Pramuka Ke-57 Kwartir Cabang Demak Digelar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.494 Since: 07.04.14 | 0.6351 sec