YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Nusantara

Partai Gerindra Masih Bingung Fungsi Dan Tugas Menteri Utama

Sunday, 25 May 2014 | View : 364

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bakal calon presiden (capres) sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjanjikan jabatan strategis untuk Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ical, sapaan Aburizal Bakrie, dijanjikan posisi sebagai Menteri Utama.

Pro dan kontra soal tawaran Menteri Utama yang disampaikan calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical terus berlanjut.

Jabatan itu terdengar aneh karena belum pernah ada dalam struktur kabinet di Indonesia dan berpotensi melanggar konstitusi. Ide Menteri Utama itu dinilai tidak tepat karena tak ada landasan hukumnya. Baik Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 maupun undang-undang (UU) yang mengatur sistem kepegawaian tidak mengenal jabatan tersebut.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan jika soal Menteri Utama itu sepenuhnya bergantung kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikenal sebagai bapak Alutsista, Dr. Andreas Hugo Pareira mengemukakan jika benar ingin merealisasikan jabatan tersebut, maka perlu mengubah UU.

Maka jika Prabowo Subianto terpilih nanti, masalah awal yang diselesaikan oleh poros Prabowo Subianto adalah mengubah UU agar jabatan Menteri Utama ada landasan hukumnya. "Kita tahu bagaimana lamanya proses mengubah UU. Penempatan jabatan Menteri Utama saja sudah menjadi persoalan serius yang akan dibahas. Belum lagi masalah-masalah yang lainnya," kata Andreas Hugo Pareira dalam seminar bertema "Pemimpin dan Kejujuran" yang digelar Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Ia juga mengkritik tawaran itu karena tidak sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada di negara ini. Bangsa ini menganut sistem presidensial. Jabatan Menteri Utama hanya dikenal pada sistem parlementer.

Menanggapi isu itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang juga hadir pada diskusi itu mengemukakan keberadaan Menteri Utama bergantung pada Prabowo Subianto. Jabatan itu tidak beda dengan jabatan menteri pada umumnya, hanya diberikan beban lebih dari menteri lainnya.

"Menteri Utama itu soal peran saja. Itu tidak terlalu rumit karena bisa saja tanpa perubahan UU. Itu bergantung presiden terpilih," terangnya.

Dia menjelaskan tawaran Menteri Utama adalah penghormatan terhadap Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang bersedia mundur dari bursa calon presiden (capres). Sebagai pemenang pemilu kedua, ARB perlu diberikan jabatan khusus dalam pemerintahan.

Menurut anggota Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Martin Hutabarat, posisi seorang Menteri Utama lebih tinggi dari Menteri Koordinator (Menko). "Aburizal Bakrie kan semua jabatan menteri ekonomi sudah pernah menjabat. Gerindra memberikan kesempatan apabila ARB masih mau mengabdi di kabinet," ucap Martin Hutabarat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Jabatan diberikan lantaran mempertimbangkan kiprah Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical di panggung politik dan pemerintahan. "ARB sangat matang di politik, ada ruang kalau beliau berkenan ikut dalam pemerintahan ya kita senang," imbuhnya.

Lebih jauh dia menambahkan, dilihat dari pengalamannya sebenarnya Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical lebih pantas jabat presiden atau wakil presiden (wapres). Namun, Partai Golkar memutuskan merapat ke Partai Gerindra yang artinya memupuskan harapan Aburizal Bakrie alias Ical menjadi presiden pun sebagai wakil presiden (wapres). "Dia kan sudah pernah menjabat Menteri Koordinator, harusnya kan jadi presiden, tapi kan jabatan presiden hanya satu," pungkasnya.

Terkait bentuk jabatan Menteri Utama, Martin Hutabarat mengaku belum tahu persis sejauh apa kewenangan, fungsi dan tanggung jawabnya seperti apa. "Nanti kita bicarakan kalau sudah pasti," tutup Martin Hutabarat. (ant/jos)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.157 Since: 07.04.14 | 0.6202 sec