YouTube Facebook Twitter RSS
19 May 2019, 0

Ekonomi

Harga Emas Turun Akibat Penguatan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed

Tuesday, 15 December 2015 | View : 477
Tags : Emas

siarjustisia.com-CHICAGO.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (14/12/2015) atau Selasa (15/12/2015) pagi WIB, karena investor menunggu keputusan Federal Reserve AS tentang kenaikan suku bunganya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari jatuh 12,3 dolar AS, atau 1,14 persen, menjadi menetap di 1.063,40 dolar AS per ounce.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk menentukan apakah menaikkan suku bunga acuannya atau tidak.

Para analis percaya bahwa pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat dari kenaikan suku bunga pada Rabu (10/12/2015) adalah 83 persen.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan AS.

Dolar AS yang kuat juga menambahkan beberapa tekanan terhadap emas pada Senin.

Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,9 sen, atau 1,36 persen, menjadi ditutup pada 13,695 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 6,5 dolar AS, atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada 850,20 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (10/12/2015) atau Jumat (11/12/2015) pagi WIB, karena dolar AS menguat menjelang pertemuan Federal Reserve AS pekan depan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 4,5 dolar AS atau 0,42 persen, menjadi menetap di 1.072 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,52 menjadi 97,91 pada pukul 17.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia terhindar dari kejatuhan lebih lanjut ketika laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (10/12/2015), menunjukkan klaim awal meningkat 13.000 menjadi 282.000.

Para analis mencatat bahwa angka ini lebih buruk dari yang diperkirakan dan merupakan angka tertinggi dari ukuran tersebut sejak Juli.

Namun, para analis yang sama percaya bahwa laporan ini tidak mungkin mempengaruhi keputusan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember.

Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga Desember berada di 85 persen menurut alat Fedwatch CMEGroup. Analis yakin bahwa pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi.

Harapan itu awalnya untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober menegaskan bahwa The Fed ingin menaikkan suku sebelum akhir 2015.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat (AS).

Analis percaya prospek jangka panjang untuk logam mulia masih "bearish" dan bahwa beberapa kenaikan suku bunga kemungkinan akan memberikan tekanan yang luas pada logam mulia.

Juga, ada indikasi lebih lanjut bahwa permintaan China untuk emas kemungkinan akan turun, karena investor China telah menjadi lebih cerdas dan membeli aktiva-aktiva berbunga yang lebih menguntungkan.

Perak untuk pengiriman Maret turun 7,9 sen, atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 14,11 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 9,9 dolar AS, atau 1,14 persen, menjadi ditutup pada 855,90 dolar AS per ounce. (xinhua)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.815.116 Since: 07.04.14 | 0.5619 sec