YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Ekonomi

Harga Emas Naik Didorong Dolar AS Yang Lebih Lemah

Sunday, 13 December 2015 | View : 455
Tags : Emas

siarjustisia.com-CHICAGO.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (9/12/2015) atau Kamis (10/12/2015) pagi WIB, didukung oleh dolar AS yang melemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 1,2 dolar AS, atau 0,11 persen, menjadi menetap di 1.076,50 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas mendapat dukungan karena Indeks Dolar AS turun 1,03 persen menjadi 97,39 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Fitur perdagangan hari ini volume rendah dan tidak ada berita, karena tidak ada laporan ekonomi utama yang dirilis. Pasar masih dalam proses mencerna kenaikan suku bunga yang diharapkan pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember.

Namun demikian, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga Desember telah mencapai 85 persen, menurut alat Fedwatch CMEGroup.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Harapan awalnya untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober menegaskan bahwa Fed ingin menaikkan suku sebelum akhir 2015. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum mulai dari krisis keuangan Amerika Serikat (AS).

Para analis percaya bahwa pasar telah hampir sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi.

Perak untuk pengiriman Maret bertambah 7,3 sen, atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 14,189 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 19,3 dolar AS, atau 2,28 persen, menjadi ditutup pada 865,80 dolar AS per ounce.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (11/12/2015) atau Sabtu (12/12/2015) pagi WIB, karena dolar AS menunjukkan pelemahan, meskipun kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 3,7 dolar AS, atau 0,35 persen, menjadi menetap di 1.075,70 dolar AS per ounce.

Emas mendapatkan dukungan ketika Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,37 persen menjadi 97,57 pada pukul 18.15 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.

Kenaikan emas dibatasi karena laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Produsen berbalik naik atau "rebound" 0,3 persen, lebih besar dari yang diperkirakan pada November, menunjukkan inflasi di industri jasa.

Para analis percaya bahwa ini menegaskan penguatan di industri jasa, tanda positif bagi ekonomi AS, yang kemungkinan akan meningkatkan peluang Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunganya pada pertemuan kebijakan Desember.

Analis yakin bahwa tren jangka panjang untuk emas masih sangat "bearish" karena investor sedang menunggu untuk ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, kemungkinan dimulai pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember.

Harapan itu awalnya untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober meninggalkan pintu terbuka bagi The Fed untuk menaikkan suku sebelum akhir 2015.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga Desember mencapai 79 persen, menurut alat Fedwatch CMEGroup.

Pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, menurut analis.

Tetapi pasar sekarang masih ragu kapan kenaikan berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen, akan terjadi. Alat Fedwatch menunjukkan probabilitas tersirat menunjukkan bahwa pasar percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 0,50 persen menjadi 0,75 persen selama pertemuan FOMC Maret.

Perak untuk pengiriman Maret turun 22,6 sen, atau 1,60 persen, menjadi ditutup pada 13,884 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 12,2 dolar AS, atau 1,43 persen, menjadi ditutup pada 843,70 dolar AS per ounce, demikian Xinhua. (xinhua)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.711 Since: 07.04.14 | 0.5991 sec